Penembakan di Dekat Kamp Inggris Piala Dunia 2026, 9 Cedera

- Penembakan terjadi di Troost Avenue, Kansas City, dekat kamp tim Inggris jelang Piala Dunia 2026, menyebabkan sembilan orang cedera tanpa korban jiwa.
- Insiden ini memicu kekhawatiran soal keamanan peserta Piala Dunia 2026 dan menjadi peringatan bagi otoritas Amerika Serikat untuk memperketat pengamanan.
- Masalah visa dan imigrasi menimpa Iran, Irak, serta beberapa suporter dari negara lain, menambah daftar kontroversi menjelang penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di AS.
Jakarta, IDN Times - Teror terjadi di Amerika Serikat beberapa hari jelang Piala Dunia 2026 digelar. Insiden penembakan meletus di dekat kamp Inggris, Kansas City, pada Sabtu (6/6/2026).
Sebanyak sembilan orang cedera dalam penembakan massal di Troost Avenue, Kansas City. Lokasi kejadian ternyata hanya beberapa menit dari lokasi Inggris menginap dan berlatih sepanjang Piala Dunia 2026, karena cuma berjarak empat mil jika ditempuh dengan mobil.
1. Suasana sudah menyeramkan saat polisi tiba di lokasi
Dilansir Caught Offside, insiden ini terjadi pada Sabtu pukul 04.00 WIB. Ketika tiba di lokasi, polisi sudah mendapatkan suasana yang menyeramkan.
Ada tiga dari sembilan korban yang harus dilarikan ke rumah sakit karena kondisinya mengkhawatirkan. Tapi, dari keterangan polisi, seluruh korban terluka tidak mengalami cedera yang mengancam nyawa.
2. Peringatan buat otoritas AS
Kejadian ini tentu merupakan peringatan kepada otoritas Amerika Serikat. Mereka belum bisa menjamin keamanan kepada seluruh peserta Piala Dunia 2026.
Tak cuma itu, penembakan di Kansas City juga menambah panjang kontroversi jelang Piala Dunia 2026. Sebelumnya, Piala Dunia 2026 justru diwarnai kontroversi terkait kondisi geopolitik dengan sejumlah negara Timur Tengah, termasuk Iran dan Irak.
3. Iran dan Irak sempat alami masalah pelik
Ada beberapa insiden yang sudah terjadi terkait Iran dan Irak. Banyak staf Iran yang tak mendapatkan visa untuk bisa masuk ke wilayah AS.
Sementara, Irak mengalami kejadian tak menyenangkan setelah strikernya, Aymen Hussein, sempat susah masuk ke wilayah AS lewat Chicago O'Hare Airport. Hussein ditahan selama tujuh jam oleh petugas imigrasi dan Homeland Security. Selain itu, ponsel Hussein juga diperiksa, meski pada akhirnya dikembalikan dan diizinkan masuk ke wilayah AS.
Tapi, nasib Hussein tak diikuti fotografer resmi Irak. Dia harus dideportasi karena tak diperbolehkan masuk ke wilayah AS.
Bukan cuma fotografer Iran, sejumlah suporter Maroko dan Skotlandia juga gagal masuk AS. Mereka pun rugi bandar akibat sudah melakukan reservasi hotel, tiket, dan segalanya, akibat gagal datang ke Negeri Paman Sam.


















