Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Pengguna Nomor Punggung 10 Olympique Lyon sebelum Pavel Sulc

5 Pengguna Nomor Punggung 10 Olympique Lyon sebelum Pavel Sulc
ilustrasi logo Olympique Lyon (pexels.com/Aubin Kirch)
Intinya Sih
  • Pavel Sulc resmi bergabung ke Olympique Lyon pada musim panas 2025 dari Viktoria Plzen dengan nilai transfer 7,5 juta euro dan langsung mengenakan nomor punggung 10.
  • Nomor 10 di Lyon sebelumnya pernah dipakai oleh pemain penting seperti Alexandre Lacazette, Rayan Cherki, Lucas Paqueta, Memphis Depay, dan Maxence Caqueret yang semuanya berperan besar bagi klub.
  • Sejak debutnya, Sulc tampil impresif dengan torehan 14 gol dan 10 assist dari 35 laga hingga Maret 2026, melanjutkan tradisi gemilang pemakai nomor punggung ikonik tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Pavel Sulc menunjukkan tajinya sebagai pemain muda berkualitas bersama Olympique Lyon pada 2025/2026. Pada musim panas 2025 lalu, ia berlabuh ke Groupama Stadium dari Viktoria Plzen. Kepindahannya mencapai angka 7,5 juta euro atau sekitar Rp148 miliar.  

Sejak awal kedatangannya, Sulc memilih untuk mengenakan nomor punggung 10. Nomor ini mempunyai catatan apik bagi beberapa pemain yang pernah memakainya di Lyon. Seperti apa penampilannya? Berikut lima pengguna nomor punggung 10 Lyon sebelum Pavel Sulc.

1. Alexandre Lacazette menjadi legenda sekaligus mesin gol bagi Lyon

Alexandre Lacazette merupakan salah satu legenda Lyon. Bisa dibilang, ia adalah salah satu jebolan akademi Lyon yang sukses. Tercatat, ia berada di Groupama Stadium dalam dua periode berbeda, yakni 2009–2017 dan 2022–2025. Ia juga ikonis dengan nomor 10. Selain legenda, ia juga menduduki posisi kedua sebagai pencetak gol terbanyak Lyon.

Selama berseragam Lyon, Lacazette menjadi ujung tombak serangan dalam 391 pertandingan di berbagai ajang. Dari jumlah penampilan tersebut, ia mengemas 201 gol dan 55 assist. Secara prestasi individu, ia pernah meraih top skor Ligue 1 2014/2015 dengan torehan 27 gol. Secara kolektif, ia membantu Lyon menjuarai Coupe de France dan Trophee des Champions.

2. Rayan Cherki mampu bermain produktif sebagai gelandang serang

Rayan Cherki adalah didikan akademi Lyon. Ia sudah menjadi andalan ketika usianya masih 16 tahun. Sejak debut pada 2019, ia menjelma sebagai otak kreativitas permainan Lyon. Ia menghuni tim utama pada selama lebih dari 5 tahun hingga 2025. Sempat mengenakan nomor 7 dan 18, Cherki kemudian berganti memakai nomor 10 

Cherki menjadi andalan karena permainan agresifnya di lini tengah. Bertugas sebagai gelandang serang, ia mampu produktif dengan 29 gol dan 45 assist dari 185 laga. Berkat penampilannya ini, ia bisa terjual kepada Manchester City pada musim panas 2025. Biaya transfernya mencapai 36,5 juta euro atau Rp722 miliar. Dana penjualannya ini cukup membantu manajemen yang saat itu tengah mengalami krisis finansial.

3. Lucas Paqueta menjadi andalan di lini tengah Lyon selama 3 musim

Lucas Paqueta pernah memperkuat Lyon pada 2020–2023. Sejak kedatangannya, ia menggunakan nomor punggung 10. Meski hanya singkat selama 3 musim, ia memberikan dampak nyata terhadap permainan yang membantu tim kompetitif. 

Gelandang internasional Brasil ini mampu bermain produktif sebagai gelandang serang. Paqueta menunjukkan permainan ciamik, baik di lini tengah maupun depan. Dari 80 pertandingan di seluruh kompetisi, ia mengemas 21 gol dan menghasilkan 13 assist.

4. Memphis Depay mampu menjadi ujung tombak serangan Lyon

Memphis Depay merupakan salah satu striker tajam yang pernah dimiliki Lyon. Direkrut pada 2017, pemain asal Belanda ini menjelma sebagai ujung tombak serangan hingga 2021. Ia pernah memakai nomor punggung 11, 17, dan 9 sebelum berganti 10 pada musim terakhirnya. 

Selama 4 musim di Groupama Stadium, Depay diandalkan dalam 178 di berbagai kompetisi. Dari jumlah penampilan tersebut, ia membukukan 76 gol dan 56 assist. Meski membantu tim kompetitif di semua ajang, ia belum mampu membawa Lyon merengkuh titel juara.

5. Maxence Caqueret tampil sebagai jenderal lapangan tengah Lyon

Maxence Caqueret adalah binaan akademi Lyon. Ia sudah menimba ilmu sejak berusia 6 tahun. Berperan sebagai gelandang bertahan, ia mampu mencuri perhatian hingga debut pada Januari 2019. Secara perlahan, ia menjadi sosok penting di lini tengah Lyon. ia pernah mengenakan nomor punggung 10. Namun, ia cukup ikonis dengan nomor 6 ketika Lyon.

Tercatat, Caqueret berada di tim utama hingga akhir 2024. Selama 6 tahun, ia memainkan 184 laga di lintas ajang. Ia cukup produktif dengan 7 gol dan 15 assist. Sayangnya, ia minim menit bermain pada paruh pertama 2024/2025. Ini yang membuatnya dilego kepada Como pada Januari 2025. Meski begitu, ia tetap menjadi salah satu didikan akademi Lyon yang sukses.

Dari sederet pemain di atas, seluruhnya mampu menjadi andalan di Lyon. Kini, Pavel Sulc mewarisi nomor punggung 10. Sejauh ini, performanya cukup mengesankan di lini serangan Lyon. Per 2 Maret 2026, ia sudah mengemas 14 gol dan 10 assist dari 35 pertandingan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra
Follow Us

Latest in Sport

See More