Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Pengguna Nomor Punggung 23 Liverpool sebelum Victor Munoz
ilustrasi logo Liverpool (pexels.com/jaralol)
  • Victor Munoz diperkenalkan sebagai rekrutan baru Liverpool usai membantu Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026. Winger 23 tahun itu memilih nomor punggung 23 di Merseyside.
  • Sebelum Munoz, nomor 23 Liverpool pernah dipakai Robbie Fowler, Jamie Carragher, Emre Can, Xherdan Shaqiri, dan Luis Diaz, dengan Carragher menjadi pemakainya paling ikonis.
  • Para pemakai sebelumnya mencatat kontribusi berbeda, termasuk gol, assist, dan trofi; Fowler mengoleksi 183 gol, Carragher 737 laga, sementara Diaz mencetak 41 gol dalam 148 penampilan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Victor Munoz resmi diperkenalkan Liverpool sebagai rekrutan anyar. Setelah membantu Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026, sang pemain memulai karier baru di Merseyside. Winger berusia 23 tahun ini memilih nomor punggung 23 untuk mengawali kiprahnya. Sebelum dirinya, hanya ada lima pemain yang pernah memakai nomor tersebut bersama The Reds.

1. Robbie Fowler menjelma sebagai mesin gol Liverpool selama hampir sedekade

Robbie Fowler merupakan legenda Liverpool. Sebelum ikonis dengan nomor punggung 9, ia memakai 23 saat masa awalnya naik ke tim utama. Sang striker mengenakannya pada 1993–1996. Karier Fowler membentang dalam dua periode berbeda. Ia gemilang sebagai pemain muda pada 1993–2001 dan kembali ke Liverpool pada 2006–2007.

Selama hampir sedekade berkarier di Anfield, Fowler menjelma sebagai ujung tombak serangan. Ketajamannya terbukti melalui koleksi 183 gol dan 50 assist dari 369 penampilan di lintas ajang. Kendati belum mampu menghadirkan trofi English Premier League, ia berhasil mempersembahkan Liga Europa, UEFA Super Cup, Piala FA, dan Piala Liga Inggris.

2. Jamie Carragher menjadi one-club man bersama Liverpool dengan nomor ikonis 23

Sepanjang karier profesionalnya, Jamie Carragher hanya memperkuat Liverpool. Ini membuatnya mendapatkan label one-club man karena kesetiaannya. Sebagai pemuda asli Liverpool, ia masuk akademi dan naik ke tim utama pada 1995 dengan nomor 5. Sejak reguler mulai 1996 hingga pensiun pada 2013, ia ikonis dengan nomor punggung 23 selama di Anfield.

Carragher tercatat memainkan 737 pertandingan selama 18 tahun di Liverpool. Ia menyumbang 4 gol dan 20 assist. Ia menjadi bagian bersejarah ketika Liverpool memenangkan Liga Champions Eropa 2005 yang tersohor dengan Miracle of Istanbul. Liverpool juara setelah comeback sensasional atas tim mega bintang, AC Milan. Selain itu, Carragher juga menghadirkan trofi lain ke Anfield, seperti Liga Europa, Piala FA, hingga UEFA Super Cup. 

3. Emre Can tampil spartan sebagai jenderal lapangan tengah Liverpool

Setelah semusim tak digunakan, nomor punggung 23 kembali dikenakan pemain Liverpool lain. Kali ini, Emre Can memakainya setelah datang ke Anfield pada 2014. Kariernya cukup lama hingga 2018. Ia menjadi bagian penting Liverpool ketika masa pembangunan Juergen Klopp. 

Sayangnya, Can tak merasakan masa kesuksesan Liverpool bersama Klopp pada 2019–2023. Ia hengkang sebab menilai Liverpool belum konsisten bersaing juara. Maklum saja, Can sudah tampil dalam 3 final, yakni Piala Liga Inggris, Liga Europa, dan Liga Champions. Namun, ia mesti puas dengan medali runner up. Sejatinya, ia diandalkan dalam 167 laga dengan kontribusi 14 gol dan 10 assist. Meski begitu, ia memilih tidak memperpanjang kontraknya lalu pergi ke Juventus pada musim panas 2018.

4. Xherdan Shaqiri mampu diandalkan meski tak selalu bermain reguler

Selepas kepergian Emre Can, Xherdan Shaqiri mengambil alih nomor 23 ketika bergabung pada musim panas 2018. Liverpool merekrutnya untuk menambah kedalaman skuad di sisi sayap penyerangan. Kala itu, Liverpool memang sudah mulai bertaji lewat duo winger Sadio Mane dan Mohamed Salah. Namun, kehadiran Shaqiri mampu menambah kekuatan tersebut.

Shaqiri menghabiskan waktu 3 tahun di Anfield. Meski tak selalu reguler dan kerap cedera, ia menyumbang 8 gol dan 9 assist dari 63 laga. Beberapa di antaranya menghadirkan momen krusial. Sebut saja seperti brace ke gawang Manchester United dan assist-nya ke Georginio Wijnaldum keika Liverpool comeback atas Barcelona di semifinal Liga Champions 2019. Berkat peran krusialnya, Liverpool berhasil menjuarai Liga Champions dan Premier League.  

5. Luis Diaz tampil impresif selama 3,5 tahun membela Liverpool

Luis Diaz bergabung dengan Liverpool pada Januari 2022. Sejatinya, Liverpool berniat membelinya pada musim panas 2022. Namun, Tottenham Hotspur berupaya merekrutnya yang membuat Liverpool membajaknya. Saat itu, ia memilih nomor 23. Keputusan Liverpool merekrut Diaz lebih cepat terbukti jitu. Ia hampir membawa Liverpool meraih quadruple pada 2021/2022. 

Sayangnya, Liverpool hanya bisa menjuarai Piala Liga Inggris dan Piala FA. Liverpool harus puas sebagai runner up di Premier League dan Liga Champions. Kendati demikian, Diaz menebus kegagalan juara Premier League tersebut pada 2024/2025. Ini sekaligus menjadi musim terakhirnya bersama Liverpool sebab pergi ke Bayern Munich pada musim panas 2025. Selama 3,5 tahun di Liverpool, ia berhasil mengemas 41 gol dan 23 assist dari 148 penampilan. 

Seluruh pemain yang pernah mengenakan nomor 23 mampu diandalkan Liverpool. Mayoritas berhasil membawa Liverpool menuai prestasi. Kini, giliran Victor Munoz yang mesti membuktikan kualitasnya. Dengan era baru bersama Andoni Iraola, bakat mudanya diharapkan bisa membawa Liverpool kembali berjaya dengan meraih trofi di berbagai kompetisi. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article