Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
4 Penjualan Termahal Leicester City ke Klub Jerman per Juli 2026
ilustrasi pemain sepak bola (unsplash.com/Tobias Rehbein)
  • Leicester City menjual Bilal El Khannouss permanen ke VfB Stuttgart seharga Rp260 miliar pada musim panas 2026, menjadi penjualan termahal klub ke tim Jerman.
  • El Khannouss meyakinkan Stuttgart lewat 9 gol dan 7 asis dalam 41 laga pinjaman; Andrej Kramaric sebelumnya direkrut Hoffenheim permanen seharga Rp191 miliar.
  • Ron-Robert Zieler dijual ke Stuttgart seharga Rp69 miliar pada 2017, sedangkan Demarai Gray pindah ke Bayer Leverkusen pada 2021 senilai Rp34 miliar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Leicester City menjalin kesepakatan dengan VfB Stuttgart untuk penjualan Bilal El Khannouss senilai Rp260 miliar pada musim panas 2026. Kepindahan ini menempati urutan teratas pada daftar penjualan termahal Leicester City kepada klub Jerman. Sebelumnya, ada tiga pemain The Foxes yang memilih hijrah ke Jerman usai mendapat tawaran untuk pindah. Mereka dijual dengan biaya di atas Rp33 miliar.

1. Bilal El Khannouss (Rp260 miliar) dapat tampil mengesankan sebagai pemain pinjaman

Bilal El Khannouss setuju untuk bertahan lebih lama bersama VfB Stuttgart. Ia resmi direkrut permanen dari Leicester City seharga Rp260 miliar. Awalnya, gelandang asal Maroko itu mulai berkarier di MHPArena Stuttgart dengan status sebagai pemain pinjaman selama 2025/2026.

Ia menunjukkan kualitasnya sebagai pemain bagus selama masa pinjaman. Performa apiknya terlihat melalui statistik 9 gol dan 7 asis dari 41 pertandingan, termasuk di Bundesliga Jerman dan Europa League. Ini menjadi alasan kuat bagi VfB Stuttgart membelinya dari Leicester City.

Hebatnya, performa positif ini diperlihatkan pada musim pertamanya merasakan persaingan ketat di persepakbolaan Jerman. Bilal El Khannouss membuktikan bahwa VfB Stuttgart tidak salah dalam mendatangkannya. Pasalnya, ia tidak butuh waktu yang lama untuk beradaptasi.

2. Andrej Kramaric (Rp191 miliar) sangat produtif selama berseragam TSG Hoffenheim

Andrej Kramaric memulai petualangan bersama TSG Hoffenheim sejak musim dingin 2016. Ia saat itu seperti Bilal El Khannouss yang juga sebagai pemain pinjaman Leicester City. Namun, ia kemudian dikontrak secara permanen dengan biaya Rp191 miliar pada musim panas 2016.

Kepindahan ini justru membuatnya menyandang status sebagai legenda TSG Hoffenheim. Ini tidak terlepas dari kontribusi besarnya dalam 10 tahun terakhir. Ia bermain produktif dengan telah dapat mencatatkan 158 gol dan 74 asis dari 361 pertandingan bersama Die Kraichgauer.

Ini masih membuatnya berada di urutan pertama sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa TSG Hoffenheim. Ia masih memiliki kesempatan menambah golnya karena kontraknya baru akan berakhir pada 2028. Sayangnya, ia tidak pernah mempersembahkan satu pun trofi.

3. Ron-Robert Zieler (Rp69 miliar) mudik untuk mendapatkan banyak menit bermain

Ron-Robert Zieler cabut dari Leicester City pada 11 Juli 2017. Ia saat itu memutuskan balik ke Jerman, tetapi untuk menjadi bagian dari VfB Stuttgart. Nominal yang harus disetorkan untuk membuatnya bersedia hengkang dari King Power Stadium hanya berada di angka Rp69 miliar.

Transfer ini membantunya kembali mendapatkan banyak menit bermain. Ia saat itu langsung menjadi kiper andalan dan mempertahankan posisinya pada musim kedua. Kendati demikian, ia tidak cukup jago saat berada di bawah mistar gawang dengan kebobolan sebanyak 116 gol.

Zieler kemudian mengakhiri kiprahnya di VfB Stuttgart pada musim panas 2019. Ia dilepas ke ke sesama klub dari Jerman, Hannover 96, dengan mahar Rp13 miliar. Ini merupakan momen kepulangannya karena sebelumnya sudah pernah berseragam tim tersebut pada 2010—2016.

4. Demarai Gray (Rp34 miliar) tidak bertahan lama di Bayer Leverkusen

Demarai Gray bergabung ke Bayer Leverkusen pada 31 Januari 2021. Leicester City saat itu mematok Rp34 miliar untuk menjual jebolan akademi Birmingham City tersebut. Nominal ini masih membuatnya di daftar keempat sebagai penjualan termahal The Foxes ke klub Jerman.

Sayangnya, ia tidak mampu bertahan lama di Bayer Leverkusen. Padahal, ia sebenarnya dapat bersaing dengan pemain lain, meski hanya berkesempatan mencatatkan sepuluh penampilan di Bundesliga 2020/2021. Ini membuatnya pulang ke Inggris untuk bermain bersama Everton.

Ia telah membuat sejarah dalam kariernya karena untuk pertama kalinya bermain di Jerman, meski tidak cukup berhasil. Pengalaman ini membuatnya tertarik untuk mencoba berkarier di Arab Saudi. Ia saat itu dijual oleh Leicester City ke Al Ettifaq dengan uang sebesar Rp161 miliar.

Leicester City kembali melanjutkan penjualan pemain ke klub Jerman. Ini terjadi usai adanya kesepakatan untuk kepergian permanen Bilal El Khannouss pada musim panas 2026. Hasil dari penjualan ini memberikan dana segar untuk dapat mendatangkan pemain anyar sebagai persiapan mengarungi League One Inggris 2026/2027.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article