Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Penyesalan dan Rasa Hormat Xabi Alonso Usai Dipecat Real Madrid

ilustrasi Real Madrid (pixabay.com/jorono)
ilustrasi Real Madrid (pixabay.com/jorono)
Intinya sih...
  • Alonso mengakui hasil tak sesuai ekspektasi
  • Mengucapkan terima kasih kepada klub dan fans
  • Madrid harus bersabar dalam mendapatkan Alonso
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Petualangan Xabi Alonso bersama Real Madrid tak disangka hanya berlangsung singkat. Alonso dipecat, sehari setelah Los Blancos dipermalukan Barcelona di final Piala Super Spanyol, Senin (12/1/2026).

Dalam laga itu, Madrid kelimpungan menghadapi gempuran Blaugrana. Namun, Kylian Mbappe dan kawan-kawan tetap mampu memberikan perlawanan, meski pada akhirnya kalah tipis 2-3.

1. Hasil tak sesuai ekspektasi

Alonso secara jantan mengakui kiprahnya di Madrid tidak berakhir manis seperti yang diharapkan banyak pihak. Hasil di lapangan menjadi faktor penentu yang membuat kerja sama ini harus disudahi lebih cepat.

Meski begitu, Alonso tetap menganggap kesempatan melatih tim sekaliber Madrid adalah sebuah kehormatan tertinggi dalam kariernya. Jabatan tersebut merupakan tanggung jawab besar yang telah ia jalani dengan sepenuh hati.

"Tidak berjalan seperti yang kami harapkan. Melatih Real Madrid merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar," kata Alonso di akun Instagram pribadinya, Selasa (13/1).

2. Alonso pergi dengan kepala tegak

Legenda Madrid itu juga menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada seluruh elemen klub, mulai dari manajemen hingga para pemain. Namun, apresiasi paling spesial ditujukan kepada Madridista di seluruh dunia.

Dukungan dan kepercayaan fans selama ia menukangi tim menjadi suntikan semangat yang tak ternilai harganya. Alonso merasa dukungan tersebut tetap mengalir meski tim sedang dalam situasi sulit sekalipun.

"Saya berterima kasih kepada klub, para pemain, dan terutama kepada para suporter serta Madridismo atas kepercayaan dan dukungannya. Saya pergi dengan penuh rasa hormat, syukur, dan kebanggaan karena telah melakukan yang terbaik semampu saya," ucap Alonso.

3. Padahal, Madrid harus bersabar dapatkan Alonso

Pemecatan ini sebenarnya cukup menyayangkan. Mengingat, manajeme Los Blancos harus bersabar cukup lama dalam misinya mendaratkan Alonso ke Santiago Bernabeu.

Madrid sempat melancarkan segala upaya membajak Alonso dari Leverkusen, untuk bisa melatih Madrid pada musim 2024/25. Namun, Leverkusen menahan Alonso dan baru melepasnya di akhir musim 2024/25.

Kini, kemudi taktik Madrid dipegang oleh Alvaro Arbeloa. Sama seperti Alonso, Arbeloa merupakan legenda Madrid.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us

Latest in Sport

See More

Penyesalan dan Rasa Hormat Xabi Alonso Usai Dipecat Real Madrid

13 Jan 2026, 23:46 WIBSport