Persija vs Persib: Erick Ultimatum Suporter, Ungkit Tragedi Kanjuruhan

- Persija Jakarta akan menjamu Persib Bandung di SUGBK pada Sabtu (12/9/2026).
- Erick Thohir meminta kepolisian dan federasi menjatuhkan proses hukum berat terhadap pemicu kekerasan atau provokasi.
- Erick mengingatkan Tragedi Kanjuruhan serta meminta Jakmania dan Bobotoh menjaga kondusivitas.
Jakarta, IDN Times - Persija Jakarta akan menjamu Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Sabtu (12/9/2026). Jelang laga tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) sekaligus Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Erick Thohir mengultimatum suporter kedua tim.
Erick menegaskan, pihak kepolisian dan federasi bersepakat menjatuhkan hukuman pidana seberat-beratnya bagi siapa pun yang memicu kekerasan. Suporter tim tamu memang dilarang hadir, namun potensi kerusuhan justru rawan terjadi di daerah irisan.
1. Ungkit tragedi Kanjuruhan dan potensi hancurnya sepak bola nasional

Suasana Stadion Kanjuruhan pada Senin (3/10/2022). (IDN Times/Gilang Pandutanaya) Erick meminta publik sepak bola tanah air untuk tidak melupakan tragedi kelam di Stadion Kanjuruhan, Oktober 2022 lalu. Tragedi itu memakan 135 korban jiwa buntut kericuhan yang berubah menjadi petaka setelah gas air mata mengurung sebagian sektor tribune.
Terlepas dari duka yang sangat mendalam, sepak bola Indonesia harus bersyukur karena lolos dari sanksi berat dari FIFA. Setidaknya sepak bola Indonesia berpotensi dibekukan delapan sampai 10 tahun imbas tragedi tersebut.
"Ingat, kita pernah kena peristiwa yang membuat muka kita tercoreng di seluruh dunia. Kalau sampai ada sanksi FIFA saat itu, tidak ada yang namanya tim nasional hari ini karena di-banned delapan sampai 10 tahun. Peristiwa Kanjuruhan itu jangan pernah dilupakan," kata Erick Thohir di JICC, Senayan, Jumat (11/9/2026).
2. Ancam pidana berat bagi oknum kekerasan

Suasana Stadion Kanjuruhan pada Senin (3/10/2022). (IDN Times/Gilang Pandutanaya) Erick menegaskan, tidak akan ada toleransi bagi oknum suporter yang memicu gesekan. PSSI telah berkoordinasi langsung dengan Polri untuk menyikat siapa pun yang menyebabkan suporter tidak pulang ke rumah dengan selamat.
"Siapa pun individu yang membuat kekerasan atau provokasi yang mengakibatkan suporter tidak pulang ke rumah dengan selamat, kita bersepakat bersama Polri memastikan ada proses hukum seberat-beratnya. Apa bedanya dengan kekerasan lain seperti pembunuhan atau perampokan? Ini sama," ujar Erick.
3. Minta Persija dan Persib saling jaga kondusivitas

Koreografi suporter Persija, The Jakmania, dalam laga lawan PSIM. (IDN Times/Sandy Firdaus) Erick mengimbau The Jakmania untuk bertindak sebagai tuan rumah yang baik dan bijak di SUGBK. Karena tidak boleh datang langsung, Bobotoh harus menahan diri dan menjaga kondusivitas di wilayahnya.
"Jangan biarkan anak-anak kita, keluarga kita, menjadi korban berikut-berikutnya setelah Kanjuruhan. Saya berharap Persija menjadi tuan rumah yang baik, dan Persib Bandung menjaga teritorinya," ucap Erick.
















