Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Djarum Foundation Sabet Gelar Sports Industry of The Year di ISS 2026

Djarum Foundation Sabet Gelar Sports Industry of The Year di ISS 2026
Djarum Foundation sabet gelar Sports Industry of The Year di ISS 2026, Jumat (11/9/2026). (IDN Times/Tino).
  • Djarum Foundation meraih Indonesia Sports Awards kategori Sports Industry of the Year 2026 dari Kemenpora pada pembukaan Indonesia Sports Summit di Jakarta, 11 September 2026.
  • Menpora Erick Thohir menilai program berkelanjutan Djarum Foundation memberi kontribusi dan dampak besar bagi industri olahraga nasional, sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi pemerintah-swasta.
  • Berawal dari pembinaan bulu tangkis selama 57 tahun, Djarum Foundation memperluas pembibitan olahraga usia dini, termasuk sepak bola putri di 15 kota melalui MilkLife Soccer Challenge.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Konsistensi Djarum Foundation dalam mengembangkan ekosistem olahraga tanah air mendapat apresiasi tinggi dari pemerintah. Kemenpora memberikan penghargaan Indonesia Sports Awards kategori Sports Industry of the Year 2026 kepada mereka.

Seremoni penghargaan itu berlangsung dalam pembukaan Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 di Jakarta International Convention Centre (JICC), Jumat (11/9/2026). Selain Djarum, beberapa perusahaan juga mendapat penghargaan di kategori lain.

  1. 1. Dinilai punya dampak besar bagi industri olahraga

    -
    Menpora Erick Thohir. (IDN Times/Tino).

    Menpora Erick Thohir, yang menyerahkan langsung penghargaan tersebut, menekankan pentingnya kolaborasi swasta dan pemerintah dalam memajukan olahraga. Misi memajukan industri dan prestasi olahraga tanah air mustahil tercapai jika pemerintah hanya bekerja sendirian.

    "Djarum Foundation merupakan salah satu stakeholder yang memiliki program berkelanjutan, kontribusi, dan dampak yang besar terhadap perkembangan industri olahraga nasional," kata Erick.

  2. 2. Berawal dari hobi hingga bangun stadion

    -
    Para pemenang MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Kudus Seri 2 2025/2026. (Dok. MLSC).

    Penghargaan ini kian memotivasi Djarum Foundation untuk terus berbakti bagi negeri. Direktur Djarum Foundation, Roberto Hartono, menceritakan kontribusi besar ini sebenarnya berawal dari hal yang sangat sederhana, yakni sebuah hobi.

    "Djarum Foundation memulai kontribusi di bidang olahraga ini dari hobi yang tidak sengaja, yaitu bulu tangkis, sampai sekarang sudah 57 tahun," kenang Roberto.

    Tak hanya bulu tangkis, mereka juga merambah ke cabang olahraga lain, hingga membangun fasilitas mentereng seperti Supersoccer Arena di Kudus. Stadion tersebut didedikasikan untuk mengembangkan ekosistem sepak bola putri usia dini.

    "Ini menjadi tantangan baru buat kami. Kami harap di kemudian hari timnas putri Indonesia mampu berkompetisi di Piala Dunia," ujar Roberto.

  3. 3. Bangun fondasi sejak usia dini

    -
    Program Director Djarum, Teddy Tjahjono. (IDN Times/Tino).

    Senada dengan Roberto, Program Director Djarum, Teddy Tjahjono, menegaskan fokus utama mereka bukan sekadar mengejar trofi dan prestasi instan. Misi terbesar yang diemban adalah membangun fondasi olahraga sejak usia dini dan memberikan ruang berkembang bagi talenta-talenta muda dari berbagai daerah.

    "Penghargaan ini tentu menjadi sebuah kehormatan sekaligus pengingat bagi kami bahwa apa yang selama ini dilakukan harus terus dijaga keberlangsungannya," kata Teddy.

    Salah satu bukti konsistensi misinya terlihat pada program MilkLife Soccer Challenge yang sukses menjangkau pesepak bola putri di 15 kota. Komitmen pembibitan ini juga terus digalakkan di cabang olahraga lain seperti panahan, atletik, futsal, hingga bola basket.

    Selain Djarum Foundation, Kemenpora juga turut memberikan penghargaan kepada PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk. Penentuan peraih penghargaan ini dilakukan melalui kurasi oleh sistem penjurian yang ketat, melibatkan deputi kementerian, pimpinan redaksi media, praktisi olahraga, hingga akademisi Universitas Indonesia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More