Piala Dunia 2026: Amerika Serikat Malah Krisis Striker Jelang Lawan Belgia

- Amerika Serikat memastikan tempat di 16 besar Piala Dunia 2026 usai menang 2-0 atas Bosnia, meski kehilangan Folarin Balogun karena kartu merah di babak kedua.
- Absennya Balogun menjadi pukulan besar bagi lini depan AS karena ia top skor tim, sementara striker lain seperti Ricardo Pepi belum menunjukkan performa tajam sepanjang turnamen.
- Menghadapi Belgia, skuad AS tetap percaya diri dan menekankan kekuatan kolektivitas tim meski harus bermain tanpa penyerang andalan mereka.
Jakarta, IDN Times - Ujian berat langsung menanti Amerika Serikat (AS) setelah menyegel tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 pada Kamis (2/7/2026). Sebab, untuk melangkah lebih jauh, tuan rumah harus meladeni Belgia selaku salah satu raksasa Eropa, pada 7 Juli 2026 mendatang
AS lolos setelah membungkam Bosnia-Herzegovina dengan skor 2-0. Mereka unggul lebih dulu berkat aksi Folarin Balogun pada menit 45. Tapi, Balogun malah harus dikartu merah saat babak kedua baru berlangsung 19 menit karena melanggar Tarik Muharemovic dengan begitu keras.
Menariknya, meski main dengan 10 orang, skuad berjuluk The Yanks itu tetap mampu menjaga keseimbangan di atas lapangan. AS justru berhasil menggandakan keunggulan setelah tendangan bebas Malik Tillman menghukum Bosnia pada menit 82.
1. AS kehilangan taringnya
Absennya Balogun praktis meninggalkan lubang menganga di lini depan. Apalagi, BBC melaporkan kalau sanksi Balogun terancam diperberat oleh Komite Disiplin FIFA yang akan membuatnya kembali absen jika AS lolos ke perempat final.
Situasi ini merupakan masalah serius karena tuan rumah seolah kehilangan taringnya. Balogun merupakan top skor sementara tim dengan torehan tiga gol. Sejak fase grup, tidak ada striker AS yang mampu mencetak gol selain Balogun.
Sebanyak lima gol lain yang telah dibukukan AS dicetak oleh gelandang dan bek. Kabar baiknya, fakta ini membuktikan kalau The Yanks memiliki banyak opsi untuk mencetak gol, meski skema serangannya bakal pincang akibat kehilangan Balogun.
2. Tidak ada opsi yang sepadan
Masalah lainnya, pelatih Mauricio Pochettino tak memiliki opsi sepadan. Sejumlah bomber pelapis sedang tidak dalam performa terbaik. Ricardo Pepi menjadi kandidat terkuat untuk mengisi pos yang ditinggalkan Balogun, namun statistiknya mengkhawatirkan.
Striker PSV Eindhoven itu belum mencetak satu pun gol selama 184 menit penampilannya di turnamen ini, bahkan sejak empat laga uji coba sebelumnya. Catatannya sebenarnya jauh lebih buruk, karena terakhir kali Pepi mencetak gol untuk AS ketika membungkam Jamaika 4-2 pada November 2024 lalu.
3. AS pantang panik
Meski dihadapkan pada situasi rumit, skuad AS tetap tenang dan saling mendukung. Bek Chris Richards menegaskan kalau rekan-rekannya memiliki keunggulan dalam hal kolektivitas.
"Kami akhirnya akan merindukannya untuk pertandingan berikutnya. Tetapi kami tahu siapa pun yang akan melangkah maju akan melakukan pekerjaan sebaik dia," ujar Richards, dikutip dari BBC.

















