Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Presiden LaLiga Ikut Minta Maaf Usai Mbappe Ejek Mao Zedong

3 min read
Presiden LaLiga Ikut Minta Maaf Usai Mbappe Ejek Mao Zedong
ilustrasi LaLiga (IDN Times/Mardya Shakti)
  • LaLiga meminta maaf kepada publik China setelah komentar Kylian Mbappe tentang Mao Zedong memicu kecaman, boikot, dan putusnya kerja sama dengan Dongpeng serta Mengniu.

  • Presiden LaLiga Javier Tebas menegaskan liga berkoordinasi dengan mitra di China untuk meredakan situasi dan menjaga hubungan yang telah dibangun selama bertahun-tahun.

  • LaLiga menyebut kontroversi itu bersifat personal, akan meningkatkan pemahaman budaya pemain, sementara Mbappe telah meminta maaf dan mengaku tidak berniat menghina China.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Gelombang boikot terhadap Kylian Mbappe setelah komentarnya tentang Mao Zedong terus mengalir. LaLiga ikut menyampaikan permintaan maaf dan berjanji mengambil langkah untuk meredakan kontroversi tersebut.

Mbappe sebelumnya menuai kecaman setelah menyebut Mao Zedong, tokoh revolusioner sekaligus pendiri Republik Rakyat China, ketika ditanya mengenai meme favoritnya. Kontroversi itu membuat dua merek besar asal China, Dongpeng dan Mengniu, memutus kerja sama dengannya.

Dampaknya tidak berhenti di situ. Stasiun televisi China juga dikabarkan akan memboikot siaran LaLiga, kompetisi yang diikuti Real Madrid, klub Mbappe saat ini.

  1. 1. Presiden LaLiga minta maaf ke publik China

    Presiden LaLiga, Javier Tebas, merespons situasi tersebut dengan menyampaikan permintaan maaf melalui akun media sosial X. Ia mengakui pernyataan Mbappe telah menimbulkan kekecewaan dan menyinggung perasaan masyarakat China.

    "LaLiga sangat menyesali ketidakpuasan dan rasa tersinggung yang ditimbulkan di China akibat pernyataan yang dilontarkan oleh Mbappe. Kami memahami dampak negatif yang ditimbulkan dari pernyataan tersebut. Atas nama LaLiga, saya menyampaikan permintaan maaf yang tulus kepada rakyat China," tulis Tebas.

    Ia juga menekankan bahwa LaLiga telah membangun hubungan dengan China selama bertahun-tahun. Hubungan itu mencakup kerja sama dengan berbagai lembaga pemerintah, organisasi olahraga, media audiovisual, hingga para penggemar sepak bola Spanyol di negara tersebut.

    "Selama bertahun-tahun, kami telah membangun hubungan yang didasari saling menghormati, kepercayaan, dan kerja sama dengan China serta departemen pemerintahnya, organisasi olahraga, lembaga media audiovisual, dan jutaan penggemar yang mencintai sepak bola Spanyol," ujarnya.

  2. 2. LaLiga akan tingkatkan kesadaran pemain soal budaya lain

    Tebas mengatakan LaLiga akan berkoordinasi langsung dengan mitra dan pihak terkait di China untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Ia juga menegaskan komitmen liga terhadap China tetap terjaga.

    "Kami mengambil segala langkah yang memungkinkan dan berkoordinasi langsung dengan mitra serta pihak-pihak terkait di China untuk menyelesaikan situasi saat ini. Komitmen kami terhadap China, rakyat China, dan lembaga-lembaga China yang relevan tetap tak tergoyahkan," katanya.

    Sementara itu, akun resmi LaLiga turut mengeluarkan pernyataan untuk menegaskan bahwa kontroversi tersebut merupakan persoalan personal Mbappe dan tidak mencerminkan sikap kompetisi secara keseluruhan.

    LaLiga juga berencana bekerja sama dengan klub dan pemain untuk meningkatkan pemahaman mengenai budaya yang berbeda serta mencegah kejadian serupa terulang.

    "Demikian pula, bekerja sama dengan klub dan para pemain, kami akan menerapkan protokol kesadaran dan komunikasi yang mendorong rasa hormat terhadap budaya yang berbeda serta membantu mencegah terjadinya situasi serupa," demikian pernyataan LaLiga.

  3. 3. Mbappe sudah sampaikan permintaan maaf

    Mbappe sebelumnya telah meminta maaf atas komentarnya yang menyinggung masyarakat China. Penyerang asal Prancis itu mengakui perkataannya kurang tepat dan menegaskan tidak memiliki niat untuk menghina rakyat maupun sejarah China.

    Kontroversi ini muncul setelah Mbappe membantu Real Madrid mengalahkan Barcelona dalam laga El Clasico. Kini, permintaan maaf dari sang pemain dan LaLiga menjadi bagian dari upaya meredakan polemik yang turut menyeret hubungan mereka dengan mitra-mitranya di China.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More