Preview Arsenal vs Chelsea: The Gunners Superior di Emirates

- Arsenal siap menjamu Chelsea di Emirates Stadium dalam laga penting Premier League 2025/26, demi menjaga peluang juara dan mempertahankan momentum positif di papan atas klasemen.
- Rekor pertemuan menunjukkan Arsenal unggul telak atas Chelsea, tak terkalahkan dalam delapan laga terakhir dan selalu menang di tiga duel kandang terakhir dengan selisih gol mencolok.
- Mikel Arteta menegaskan timnya tak boleh terlena oleh statistik, sementara pelatih Chelsea Liam Rosenior bertekad memanfaatkan peluang meski timnya masih berjuang menemukan konsistensi permainan.
Jakarta, IDN Times - Derbi London selalu punya denyut yang berbeda. Bukan sekadar rivalitas ibu kota, melainkan gengsi hingga tekanan yang memaksa kedua tim meraih hasil maksimal demi menjaga posisi di klasemen Premier League 2025/26.
Arsenal yang bakal jadi tuan rumah, tengah berdiri di jalur perburuan gelar. Kemenangan saat menjamu Chelsea di Emirates Stadium pada Minggu (1/3/2026), jadi harga mati demi menjaga momentum agar tak tergelincir di pekan krusial.
Sebaliknya, Chelsea sedang berjuang mengamankan tempat di zona Liga Champions. Mereka kini tertahan di peringkat enam, terpaut tiga poin dari Liverpool di posisi kelima dan Manchester United di urutan keempat.
Margin yang tipis, tetapi cukup membuat satu hasil buruk mengubah lanskap. Bagi The Blues, laga ini adalah soal bertahan dalam napas kompetisi.
1. Head to head Arsenal digdaya saat bersua Chelsea
Arsenal punya modal kepercayaan diri tinggi saat menjamu Chelsea. Dalam delapan pertemuan terakhir di Premier League, The Gunners superior. Mereka nirkalah dengan meraih lima kemenangan dan tiga hasil imbang.
Jika dikulik lebih dalam, fakta lain membebani tim tamu. The Blues tak pernah menang atas Arsenal di Emirates dalam sembilan lawatannya sejak Agustus 2021. Bahkan, tujuh kali di antaranya tak bisa membawa pulang poin.
Kedigdayaan Arsenal itu ditunjang rekor sempurna di Emirates dalam tiga pertemuan terakhirnya. Arsenal sukses mempecundangi Chelsea di kandang, bahkan bisa mencetak sembilan gol dan hanya kemasukan sekali.
2. Arteta ogah jadikan statistik jadi patokan
Manajer Arsenal, Mikel Arteta ogah takabur dengan rekor timnya melawan Chelsea. Catatan itu tak berarti apapun, terlebih laga nanti juga penting bagi sang lawan.
“Setiap pertandingan memiliki konteks berbeda. Susunan pemain bisa berubah, suasana tim pun bisa berbeda, dan taruhannya juga tidak sama. Tapi kami sudah siap,” ujarnya, dikutip laman resmi klub.
Tak hanya itu, Arteta juga tahu kualitas lawannya ini. Chelsea banyak dihuni pemain-pemain berkualitas. Itu dinilai bakal menyulitkan tuan rumah.
“Kami hanya perlu mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk memenangkan laga ini. Seperti yang selalu saya katakan, tidak ada hal lain yang bisa dilakukan. Apa yang terjadi dua minggu lalu atau dua tahun lalu sudah tidak relevan,” kata pelatih berpaspor Spanyol itu.
3. Chelsea datang tanpa beban walau masih inkonsisten
Pelatih Chelsea, Liam Rosenior ogah silau dengan superioritas Arsenal. Walau punya rekor jeblok, timnya tak boleh ciut.
“Arsenal menekan sangat tinggi, memiliki organisasi permainan yang rapat saat bertahan rendah, sangat kuat dalam bertahan, terutama pada situasi bola mati. Mereka tim yang bermain sangat bagus. Itulah mengapa mereka berada di posisi sekarang,” kata Rosenior dikutip laman resmi Arsenal.
Persoalan Chelsea bukan pada ambisi, melainkan konsistensi. Dari tiga laga liga terakhir, mereka hanya mengumpulkan lima poin dan dua kali kehilangan keunggulan saat menghadapi Leeds United dan Burnley.
Total, Chelsea kehilangan 19 poin saat dalam posisi unggul musim ini. Catatan itu memberi celah besar untuk Arsenal yang musim ini tampil sempurna.
“Tapi, tugas saya dan para pemain adalah mencari celah dan menikmati apa yang akan menjadi laga besar pada hari Minggu,” ujar pelatih berusia 41 tahun itu.


















