PSSI Tekankan Perlunya Tambahan Kamera VAR di Super League

- PSSI menilai sistem VAR di Super League masih perlu peningkatan, terutama dengan penambahan kamera untuk memperluas sudut pandang dan meningkatkan akurasi keputusan wasit.
- Yoshimi Ogawa menegaskan bahwa teknologi hanyalah alat bantu, sehingga edukasi dan pengembangan kualitas wasit tetap menjadi fokus utama PSSI ke depan.
- Ogawa juga menyoroti pentingnya keseragaman pemahaman antara wasit lapangan, asisten, dan tim VAR agar keputusan pertandingan lebih konsisten dan adil.
Jakarta, IDN Times - Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, menyebut Video Assistant Referee (VAR) di Super League ternyata masih perlu upgrade. Salah satunya adalah penambahan kamera.
"Sebenarnya kamera garis gawang tidak wajib dalam penggunaan VAR. Tapi kalau ada, tentu akan jauh lebih baik," kata Ogawa kepada awak media di GBK Arena, Kamis (23/4/2026).
1. Bisa meningkatkan akurasi keputusan wasit

Ogawa mengungkapkan, penambahan kamera VAR bertujuan untuk meningkatkan akurasi keputusan wasit. Sebab, akan banyak sudut pandang yang tersaji bagi wasit dalam mengambil keputusan.
"Kami tidak bisa memaksakan kepada liga profesional. Namun ke depan, jika ada dua kamera di garis gawang, itu akan membuat keputusan lebih adil bagi semua pihak dalam sepak bola," ujar Ogawa.
2. Edukasi pengembangan wasit tetap perlu dilakukan

Terlepas dari adanya dukungan teknologi, Ogawa mengungkapkan edukasi pengembangan kualitas wasit tetap diperlukan. Pada akhirnya, VAR ataupun teknologi apa pun itu hanya jadi alat bantu.
"Ke depannya, kami akan terus melanjutkan edukasi dand memberikan dukungan untuk pengembangan kualitas wasit," ujar Ogawa.
3. Pemahaman yang sama juga harus diterapkan dalam pemakaian VAR

Selain itu, sebelum bicara soal penambahan kamera dan teknologi, Ogawa mengingatkan soal pentingnya wasit, asisten wasit, dan wasit VAR memiliki pemahaman yang sama.
"Jika tidak 100 persen yakin, keputusan harus tetap dilanjutkan, lalu VAR akan melakukan pengecekan. Jika tidak ditemukan bukti yang jelas 100 persen atas sebauh insiden, keputusan awal harus dipertahankan," ujar Ogawa.

















