Regulasi Super League 2026/27: dari Pemain Asing Hingga Pelatih

- Format Super League 2026/27 tetap sama dengan 18 klub dan sistem double round-robin, menghasilkan total 306 pertandingan sepanjang musim.
- Regulasi pemain asing tidak berubah: tiap klub boleh mendaftarkan 11 pemain asing, sembilan masuk DSP, dan tujuh bisa bermain bersamaan di lapangan.
- Aturan U-23 kini berbasis insentif menit bermain, sementara pelatih wajib berlisensi AFC Pro dan harus melibatkan minimal satu asisten pelatih lokal berlisensi AFC A.
Jakarta, IDN Times - Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, menjelaskan beberapa hal yang berubah dan tidak dari regulasi Super League 2026/27, termasuk untuk penggunaan pemain asing dan U-23. Secara keseluruhan, Asep menyatakan tak ada perubahan yang signifikan dari kompetisi musim lalu.
"Garis besarnya, untuk Super League tidak ada perubahan format. Kompetisi tetap diikuti 18 klub dengan sistem double round-robin, sehingga total ada 306 pertandingan. Ini sudah kami sampaikan pada owner klub," ujar Asep kepada awak media.
1. Regulasi pemain asing masih sama

Untuk pemain asing, Asep menyebut musim depan regulasi masih sama seperti musim lalu, yakni 11. Ke-11 pemain ini hanya bisa main tujuh di lapangan secara bersama-sama.
"Kemudian, untuk pemain asing juga tetap sama. Yakni, 11 pemain dapat didaftarkan, sembilan masuk dalam Daftar Susunan Pemain (DSP), dan tujuh dapat berada di lapangan secara bersamaan," kata Asep.
2. Regulasi U-23 mengalami perubahan

Untuk regulasi U-23, Asep menyebut ada beberapa perubahan. Sebelumya, I.League mewajibkan klub-klub memainkan pemain U-23 minimal 45 menit di setiap laga. Sekarang, aturan ini mengalami konversi.
Jadi, setiap klub tetap wajib mendaftarkan lima pemain U-23. Lalu akan ada mekanisme insentif bagi klub yang memberikan menit bermain kepada pemain muda dalam jumlah tertentu.
"Kami sudah memiliki formulanya. Setelah klub mencapai ambang minimal, misalnya memainkan pemain muda selama 3.000 menit, maka akan ada insentif berupa kontribusi finansial kepada klub," ujar Asep.
3. Ragam regulasi lain yang akan ada musim depan

Asep menyebut, untuk regulasi lain, tak akan berubah secara radikal dibandingkan dengan musim lalu. Untuk pelatih, tetap harus berlisensi AFC Pro, atau yang setara di negara-negara lain.
Sedikit perbedaan, setiap klub Super League di musim depan, yang dimulai sejak 4 September 2026, wajib melibatkan unsur pelatih lokal dalam jajaran kepelatihan teknis. Misal, pelatih dari luar negeri, minimal salah satu asistennya harus lokal.
"Sebagai contoh, apabila sebuah tim memiliki pelatih asing dan dua asisten asing, kemudian hanya memiliki pelatih lokal sebagai pelatih kiper atau pelatih fisik, maka itu belum memenuhi ketentuan. Unsur lokal harus ada pada jajaran kepelatihan teknis dengan minimal lisensi AFC A," kata Asep.


















