Rekor Baru Kane Usai Jebol Gawang Kongo 2 Kali, Setara Pele dan Puskas

- Harry Kane mencetak dua gol ke gawang Kongo, membawa Inggris menang 2-1 dan lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.
- Brace tersebut membuat Kane menyamai rekor legenda seperti Pele dan Puskas dengan total 13 gol di Piala Dunia serta 84 gol untuk Timnas Inggris.
- Musim ini menjadi momen emas bagi Kane yang sudah mencetak 72 gol untuk Bayern Munich dan Inggris, sambil menegaskan komitmennya tampil total demi negaranya.
Jakarta, IDN Times - Harry Kane baru saja menjadi pahlawan Inggris saat membekuk Republik Demokratik Kongo dalam duel ketat di Atlanta Stadium, Rabu malam WIB (1/7/2026). Kane mencetak dua gol yang akhirnya membuat Inggris menang dengan skor 2-1, sekaligus mengantarkannya lolos ke babak 16 besar.
Brace ke gawang Kongo membuat Kane kini bersaing dalam perebutan sepatu emas Piala Dunia 2026. Dia menempel ketat tiga bomber buas lainnya, Kylian Mbappe (6), Lionel Messi (6), dan Erling Haaland (5).
"Mereka memang hiu, mencium darah. Pria-pria besar ini di Piala Dunia, apakah mereka menonton satu sama lain? Kemudian mereka keluar 'bukan dengan saya, lalu cetak gol, hat-trick, begitulah'. Apa yang terjadi? Gila!" kata manajer Inggris, Thomas Tuchel, dilansir BBC Sport.
1. Setara Pele hingga Puskas
Tak cuma bersaing dalam perburuan sepatu emas, Kane juga mencetak rekor baru. Dia kini setara dengan legenda Brasil, Pele, karena catatan golnya di Piala Dunia sudah mencapai 13.
Secara keseluruhan, dia sudah mencetak 84 gol buat Inggris, membuatnya juga setara dengan Ferenc Puskas, legenda Hungaria, sebagai salah satu top skor di Timnas masing-masing.
Kane juga mampu menyamai catatan Gary Lineker yang dicetak pada 1990 lalu, mencetak brace di fase gugur Piala Dunia. Kini, dia cuma berjarak satu dari Lineker yang mencetak enam gol buat Inggris di Piala Dunia.
2. Sedang berada dalam momen emas

Musim 2025/26 juga menjadi momen emas buat Kane. Dia sudah mencetak 72 gol dalam 62 pertandingan buat klubnya, Bayern Munich, serta Inggris. Sebanyak 11 gol dicetaknya buat Inggris, sementara 61 lainnya bersama Bayern Munich.
"Harry benar-benar luar biasa. Dia kapten kami, pemimpin. Dia menjadi penentu dalam permainan dengan penyelesaian akhir yang luar biasa dan melakukannya dua kali. Gol keduanya begitu memukau," kata Tuchel.
3. Harus total saat bela Timnas
Aksi dalam duel melawan Kongo, ditegaskan Kane, merupakan bentuk totalitasnya saat membela The Three Lions. Kane mengaku tak mau mengecewakan publik di Inggris.
"Saya mencoba menjadi yang terbaik. Saya tahu banyak anak yang menonton turnamen seperti ini. Menjadi contoh yang terbaik adalah usaha dan motto saya dalam hidup. Ketika main di lapangan, harus melakukan yang terbaik buat negara," kata Kane.














