3 Rekrutan Lazio dari Ajax Amsterdam per 13 Januari 2026

- Lazio merekrut Kenneth Taylor untuk menggantikan Matteo Guendouzi
- Ricardo Kishna hanya bermain 21 kali bersama Lazio
- Aaron Winter tampil 156 kali bersama Lazio
Lazio memperkuat lini tengah mereka dengan mendatangkan Kenneth Taylor pada Jumat (9/1/2026). I Biancocelesti memboyong gelandang asal Belanda berusia 23 tahun tersebut dari Ajax Amsterdam. Taylor bukan orang pertama yang menyeberang dari Ajax ke Lazio. Ia merupakan pria ketiga yang melakukannya.
1. Lazio merekrut Kenneth Taylor untuk menggantikan Matteo Guendouzi
Lazio mengumumkan kedatangan Kenneth Taylor pada Jumat (9/1/2026). Sebelumnya, mereka lebih dulu mengabarkan kepergian Matteo Guendouzi ke Fenerbahce pada hari yang sama. Menurut sejumlah laporan, Lazio mendapat pemasukan sebesar 28 juta euro (Rp486,89 miliar) dari hasil penjualan Guendouzi. Sementara itu, mereka membeli Taylor dengan mahar 16,85 juta euro (Rp292,88 miliar). Secara bisnis, transfer Taylor begitu menguntungkan. Sebab, selain lebih murah, ia juga lebih muda dari Guendouzi. Pemain setinggi 1,82 meter tersebut berusia 23 tahun, sedangkan Guendouzi 26 tahun.
Kematangan Taylor mungkin masih menjadi tanda tanya. Namun, Lazio yakin dengannya berkat performanya selama membela Ajax. Ia bermain 184 kali dan mencetak 36 gol serta 27 assist. Opta mencatat, Taylor merupakan pemain Ajax terbanyak dalam urusan menit bermain (13.172), umpan sukses (6.194), memenangkan duel (627), dan memenangkan tackle (139) sejak 2022/2023. Empat statistik tersebut setidaknya menggambarkan bahwa ia selalu bisa diandalkan, kreatif, dan seorang petarung. Taylor sendiri merupakan produk asli akademi Ajax. Lazio mengontraknya dengan jangka panjang hingga 2030 dan memberinya nomor punggung 24.
2. Ricardo Kishna hanya bermain 21 kali bersama Lazio
Sebelum Kenneth Taylor, rekrutan terakhir Lazio dari Ajax adalah Ricardo Kishna. Lazio menggaet winger asli Belanda ini dari Ajax pada 28 Juli 2015. Mereka membelinya dengan harga 3 juta euro (Rp52,14 miliar). Saat itu, Kishna masih berusia 20 tahun. Pada musim debutnya (2015/2016), pemain setinggi 1,87 meter tersebut tampil cukup menjanjikan. Ia bermain 16 kali di semua kompetisi dan mencetak 2 gol serta 3 assist. Performa impresif Kishna sampai membuatnya mendapat kehormatan untuk mengenakan nomor punggung 7 mulai 2016/2017. Ia pun berganti dari nomor 88. Sayangnya, perkembangan Kishna terhenti akibat cedera. Ia hanya bermain 5 kali selama 159 menit pada paruh pertama 2016/2017 tanpa sumbangan gol atau assist.
Lazio lantas meminjamkan Kishna kepada Lille pada paruh kedua 2016/2017. Setelah pulang, Kishna kembali dipinjamkan. Kali ini kepada klub masa kecilnya, ADO Den Haag. Penggawa kidal tersebut membela ADO selama 2 tahun hingga akhirnya Lazio melepasnya secara gratis. Kishna tetap bertahan di ADO sampai memutuskan pensiun pada musim panas 2024. Sementara itu, Kishna tercatat sebagai pemain Ajax mulai 2009 setelah bergabung dari ADO. Ia menembus tim utama Ajax pada 2014. Kishna menorehkan 47 penampilan, 7 gol, dan 3 assist bersama Ajax.
3. Aaron Winter tampil 156 kali bersama Lazio
Rekrutan pertama Lazio dari Ajax adalah Aaron Winter. Ini terjadi pada musim panas 1992. Saat itu, Winter baru saja membantu Ajax menjuarai UEFA Cup 1991/1992. Gelandang Timnas Belanda kelahiran Suriname pada 1 Maret 1967 ini total bermain 304 kali selama membela Ajax. Ia mencetak 60 gol dan 15 assist.
Lazio saat itu membeli Winter dengan harga sekitar 1,3 juta euro (Rp22,6 miliar). Pria setinggi 1,76 meter ini bertahan sampai 1996. Ia membuat 156 penampilan dan mencetak 26 gol serta 2 assist. Setelah kontraknya habis, Winter bergabung dengan Inter Milan. Ia kemudian kembali ke Ajax pada 1999, membela Sparta Rotterdam sebagai pinjaman pada 2001/2002, dan pensiun di Ajax pada 2003.
Winter cukup sukses bersama Lazio setelah bergabung dari Ajax. Ricardo Kishna sebagai orang kedua yang melewati jalur kepindahan serupa tidak merasakan hal yang sama akibat cedera. Lantas, bakal seperti apa kiprah Kenneth Taylor di Lazio?


















