Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Respons Dingin China Untuk Permintaan Maaf Mbappe dan LaLiga

2 min read
Respons Dingin China Untuk Permintaan Maaf Mbappe dan LaLiga
ilustrasi bendera China (commons.wikimedia.org/TurnOnTheNight)
  • Kementerian Luar Negeri China menyatakan menganggap serius permintaan maaf Kylian Mbappe atas lelucon tentang Mao Zedong, tanpa menjelaskan langkah lanjutan.

  • Kontroversi Mbappe memicu protes publik China, pemutusan kontrak oleh sejumlah merek, serta seruan boikot yang meluas ke LaLiga dan Real Madrid.

  • CMG telah menerima dan menyiarkan permintaan maaf resmi LaLiga, tetapi China belum memastikan pencabutan ancaman boikot siaran LaLiga dan Real Madrid.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kylian Mbappe telah menyampaikan permintaan maaf setelah komentarnya yang meledek Mao Zedong menuai kontroversi. Seperti apa respons dari pemerintah China?

Alih-alih hangat, respons pemerintah China terkesan dingin dan belum memberikan kepastian apakah ancaman boikot siaran LaLiga serta Real Madrid akan dicabut.

  1. 1. China cuma memberi jawaban singkat

    Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) China, Guo Jiakun, mendapat pertanyaan mengenai permintaan maaf Mbappe. Ia memberikan jawaban singkat tanpa menjelaskan lebih lanjut sikap pemerintah China.

    "Kami menganggap serius permintaan maaf yang disampaikan oleh pihak yang bersangkutan," kata Guo, seperti diberitakan media Spanyol, EFE.

    Ketika ditanya apakah permintaan maaf tersebut akan menyelesaikan persoalan, Guo kembali mengulang pernyataan yang sama.

  2. 2. Kontroversi Mbappe merembet ke LaLiga dan Real Madrid

    Permintaan maaf Mbappe muncul setelah leluconnya mengenai Mao Zedong memicu reaksi keras di China. Kontroversi tersebut berkembang menjadi seruan boikot yang juga merembet ke LaLiga dan Real Madrid.

    Sejumlah merek dilaporkan memutus kontrak dengan Mbappe. Gelombang protes dari publik China juga terus berlanjut setelah pernyataannya menjadi sorotan.

    Situasi semakin memanas ketika muncul ancaman boikot terhadap siaran pertandingan LaLiga dan Real Madrid di China. Ancaman tersebut membuat LaLiga dan Madrid ikut minta maaf.

  3. 3. China belum memastikan ancaman boikot dicabut

    Chinese Media Group (CMG) telah menerima permintaan maaf resmi dari LaLiga terkait kontroversi tersebut. Permintaan maaf itu kemudian disiarkan kepada publik.

    Meski demikian, belum ada keputusan mengenai apakah ancaman boikot terhadap siaran LaLiga dan Real Madrid akan segera diakhiri. Permintaan maaf dari pihak-pihak terkait, termasuk Kylian Mbappe sendiri, belum otomatis menyelesaikan polemik yang berkembang di China.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More