Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ritual Dayung Suporter Norwegia, Ide Iseng yang Jadi Mendunia

Ritual Dayung Suporter Norwegia, Ide Iseng yang Jadi Mendunia
Ujung tombak Norwegia, Erling Haaland #9, merayakan gol di laga Grup I Piala Dunia FIFA 2026 kontra Irak di Stadion Boston pada 16 Juni 2026 di Foxborough, Massachusetts. (Foto oleh Justin Setterfield / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)
Intinya Sih
  • Ritual 'Viking Row' lahir dari ide iseng Ole Froystad pada 2025 dan berkembang jadi simbol kebangkitan sepak bola Norwegia setelah viral di media sosial.
  • Koreografi ini menuntut kekompakan ribuan suporter, bahkan para pemain seperti Martin Odegaard ikut mendayung bersama usai kemenangan melawan Pantai Gading.
  • 'Viking Row' kini menjelma identitas budaya suporter Norwegia dan siap menggema saat timnya menghadapi Brasil di babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kembalinya Norwegia ke panggung Piala Dunia tak hanya diwarnai ketajaman Erling Haaland. Ada pula sebuah fenomena di tribune stadion yang sukses menghipnotis dunia, bahkan menjadi simbol kebangkitan sepak bola negara Skandinavia tersebut.

Fenomena itu bernama "Viking Row", sebuah koreografi di mana ribuan suporter duduk serempak dan menirukan gerakan Viking saat mendayung kapal. Diiringi teriakan menggelegar "Ro" yang berarti "Dayung", selebrasi ini menjadi pusat perhatian.

1. Berawal dari ide iseng yang sempat dicap konyol

Koreografi simpel namun fantastis itu nyatanya baru diciptakan pada Desember 2025 lalu. Sosok di baliknya adalah Ole Froystad, yang kini dijuluki "Mr Row Row". Benar saja, Frosytad terinspirasi dari gerakan mendayung ala pelaut tangguh Viking di masa lalu.

Ide tersebut kemudian diadopsi oleh kelompok suporter resmi Norwegia dan diuji coba pertama kalinya saat melawan Swiss di Oslo, pada Maret 2026 lalu. Banyak fans yang suka, namun tak sedikit pula yang tertawa melihatnya.

Berkat evaluasi dan pembuatan video tutorial di media sosial, selebrasi ini akhirnya pecah dan sempurna tereksekusi saat laga uji coba kontra Swedia tiga bulan setelahnya. Penambahan properti berupa tanduk Viking membuat ritualnya semakin epik.

"Beberapa orang menyukainya, sementara yang lain berpikir itu terlihat agak konyol karena kami belum pernah mencobanya," kenang Torstein Hamran, salah satu pengurus suporter.

2. Koreografi rumit, pemain ikutan pinjam drum

Meski terlihat spontan, Viking Row sebenarnya membutuhkan kekompakan tingkat tinggi. Maklum, gerakan itu dilakukan ribuan manusia di dalam stadion. Tantangan terbesarnya memaksa para suporter yang lebih sering berdiri untuk duduk rapi secara bersamaan usai trompet tanduk ditiup.

Setelah semua duduk, capo alias dirigen suporter akan memukul drum dua kali sebelum teriakan "Ro" menggema membelah stadion. Koreografi ini semakin sempurna ketika para pemain Norwegia, yang dipimpin kapten Martin Odegaard, ikut duduk dan mendayung bersama suporter usai meraih kemenangan.

Momen ikonik terjadi usai Norwegia menaklukkan Pantai Gading di babak 32 besar. Tim asuhan Stale Solbakken meminjam drum milik Torstein. Kala itu, Martin Odegaard yang menabuh drum untuk memimpin ritual.

"Saya harus berlari melintasi beberapa bagian stadion untuk memberikannya kepada mereka, drum bekas itu sekarang terkenal di seluruh dunia," ujar Torstein.

3. Siap gentarkan Brasil di babak 16 besar?

Layaknya selebrasi Viking Clap milik Islandia yang menggema di Euro 2016, Viking Row kini telah menjelma menjadi identitas budaya yang mempersatukan di tribune.

Aksi mendayung ini bahkan menjalar hingga ke luar stadion. Para suporter melakukan gerakan itu mulai dari elevator hotel, stasiun kereta, jalanan Times Square, hingga ketika mereka menonton golf.

Gemuruh Viking Row bersiap meneror Brasil dalam lanjutan 16 besar, di New York New Jersey Stadium pada Senin dini hari WIB (6/7/2026). Menarik untuk dinantikan, apakah ritual tersebut akan mengantarkan The Vikings ke perempat final?

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib

Related Articles

See More