Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Riwayat Pemain Asia Tenggara di LaLiga, Terbaru Emil Audero
ilustrasi pertandingan sepak bola (pixabay.com/planet_fox)
  • Rayo Vallecano meminjam kiper Timnas Indonesia Emil Audero dari Como 1907 selama satu musim, menandai kembalinya pemain berikat Asia Tenggara ke LaLiga Spanyol.
  • Teerasil Dangda menjadi pemain Asia Tenggara pertama di LaLiga bersama Almeria pada 2014, sedangkan Natxo Insa mencatat 18 laga liga dan gol penting untuk Celta Vigo.
  • Audero bersaing dengan Augusto Batalla dan Daniel Cardenas untuk posisi kiper utama Rayo; pada pekan keempat LaLiga 2026/2027, ia masih berada di bangku cadangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kehadiran Emil Audero di kompetisi kasta teratas Spanyol menyambung kembali kisah pemain asal Asia Tenggara yang merumput di salah satu liga terbaik di dunia. Sebelum Audero menjejakkan kaki di Stadion Campo de Futbol de Vallecas, LaLiga pernah menjadi tempat unjuk gigi dua pemain yang memiliki ikatan dengan Asia Tenggara. Mereka adalah penyerang legendaris Thailand, Teerasil Dangda, serta gelandang naturalisasi Malaysia, Natxo Insa.

1. Teerasil Dangda merasakan ketatnya persaingan kasta teratas Liga Spanyol bersama UD Almeria

Riwayat ini dibuka Teerasil Dangda. Pemain andalan Timnas Thailand tersebut dipinjam UD Almeria dari Muangthong United pada Juni 2014 dengan durasi 1 musim. Dilansir Nation Thailand, kepindahan ini membuatnya menjadi pesepak bola pertama asal Asia Tenggara yang bermain di LaLiga. Ekspektasi publik, khususnya di Thailand, sangat tinggi saat menyambut kabar bahwa penyerang lincah tersebut merumput di Eropa.

Dangda mencatatkan debut resminya di LaLiga pada 23 Agustus 2014 saat masuk sebagai pemain pengganti dalam laga kontra RCD Espanyol. Meski kesulitan beradaptasi dengan intensitas dan permainan sepak bola khas Eropa lantaran berbeda jauh dengan yang biasa dihadapinya di Liga Thailand. Kendati demikian, ia tetap menunjukkan potensi terbaiknya.

Momen paling berkesan bagi Teerasil Dangda terjadi pada leg pertama babak 32 besar Copa del Rey 2014/2015. Ia mencetak satu-satunya gol selama memperkuat Almeria ketika bersua Real Betis pada 5 Desember 2014. Almeria berhasil melaju ke babak 16 besar setelah menang dengan agregat 6-4. Namun, masa peminjamannya berakhir lebih cepat pada Januari 2015 sebab dianggap tidak berjalan lancar. Kendati demikian, statistik Transfermarkt mencatat bahwa Dangda tampil di 6 pertandingan atau selama 133 menit di LaLiga.

2. Natxo Insa mendapat pengalaman di level tertinggi Spanyol saat memperkuat Celta Vigo

Berbeda dengan Teerasil Dangda yang datang sebagai pemain asing asal ASEAN, Ignacio Insa alias Natxo lahir dan menjalani karier sepak bola di Spanyol. Dilansir Goal, pemain yang berposisi gelandang bertahan tersebut lahir dari akademi Valencia dan dipromosikan ke tim utama pada Juli 2006. Namun, ia tak sempat merasakan bermain untuk klub berjuluk Blanquinegros (Si Putih-Hitam) tersebut karena langsung dipinjamkan kepada Eibar selama 2 tahun (2007–2009).

Karier Natxo Insa di Spanyol mulai menanjak saat digaet Celta Vigo pada Juli 2011 hingga Agustus 2013. Kendati demikian, ia baru merasakan pentas LaLiga pada 2012/2013, sebab Celta promosi saat itu. Di kasta teratas, pemain yang kini membela klub Johor Darul Ta'zim tersebut menciptakan sejumlah momen mengesankan. Salah satunya saat mencetak gol penyeimbang ke gawang Barcelona pada laga yang berakhir imbang 2-2 di Stadion Balaidos, pada 31 Maret 2013.

Lebih jauh, ia mencetak gol semata wayang dan menjadi penentu kemenangan Celta Vigo atas Espanyol pada laga terakhir pada 2012/2013. Skor 1-0 memastikan Celta lolos dari jurang degradasi. Dilansir Transfermarkt, Natxo Insa mencatatkan total 49 penampilan bersama klub berjuluk Os Celestes (Si Biru Langit) tersebut, 18 di antaranya di LaLiga.

3. Emil Audero siap meramaikan persaingan pos kiper utama Rayo Vallecano pada 2026/2027

Emil Audero datang ke Rayo Vallecano bukan sebagai pelengkap skuad. Kiper 29 tahun tersebut memiliki sejumlah modal berharga untuk memperebutkan posisi utama penjaga gawang Los Franjirrojos (Si Selempang Merah). Dengan ketenangannya dalam situasi 1 lawan 1 serta duel udara, Rayo membutuhkannya untuk menjaga fokus dalam tekanan intens saat bertanding.

Kendati demikian, pemilik postur 1,92 meter tersebut harus bersaing dengan dua kiper Rayo lainnya. Pertama, Augusto Batalla, penjaga gawang utama asal Argentina yang musim lalu mencatatkan total 42 penampilan di semua ajang. Kedua, Daniel Cardenas, eks pemain Levante dengan catatan delapan penampilan musim lalu. Bersaing dengan mereka, Audero pun baru bermain sekali pada pekan kelima LaLiga.

Seperti apa sepak terjang Emil Audero bersama Rayo Vallecano di LaLiga musim ini? Mampukah ia mendapat menit bermain bersama runner-up Liga Konferensi Eropa 2025/2026 tersebut? Suporter Timnas Indonesia jelas menunggu sepak terjangnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article