Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Saat Arsenal Juara EPL 2001/2002 Usai Jadi Runner-up dalam 3 Musim

Emirates Stadium
Emirates Stadium (unsplash.com/Who’s Denilo ?)
Intinya sih...
  • Arsenal finis sebagai runner-up pada 1998–2001 karena kalah saing dengan Manchester United
  • Arsenal mengunci gelar Premier League 2001/2002 di markas Manchester United
  • Arsenal berpeluang menjuarai Premier League 2025/2026 usai jadi runner-up dalam 3 musim beruntun
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Arsenal tengah berada di jalur yang tepat untuk mengakhiri penantian panjang dengan menjuarai English Premier League pada 2025/2026, berada di puncak klasemen hingga pekan 21. Keberhasilan merebut gelar juara pada akhir musim nanti juga akan menjadi akhir manis dari usaha keras selama 3 musim sebelumnya. Pasalnya, The Gunners harus puas finis sebagai runner-up selama 3 musim beruntun pada 2022–2025. 

Situasi tersebut mengingatkan publik pada periode 1998–2001, ketika Arsenal juga tiga kali beruntun harus puas sebagai runner-up Premier League. Di bawah arahan Arsene Wenger, penantian itu akhirnya berakhir manis berupa gelar juara pada 2001/2002. Kini bersama Mikel Arteta, Bukayo Saka dan kolega kembali berdiri di persimpangan sejarah. Mampukah Arsenal mengulang kisah emas dua dekade silam?

1. Arsenal finis sebagai runner-up pada 1998–2001 karena kalah saing dengan Manchester United

Arsenal sejatinya hampir keluar sebagai juara di Premier League 1998/1999. Performa yang makin menanjak sejak awal musim membawa mereka ke puncak klasemen pada pekan 35, usai menang telak 6-1 atas Middlesbrough. Sayangnya, kekalahan dari Leeds United pada pekan 36 membuat mereka turun ke peringkat 2 dan bertahan hingga akhir musim. Manchester United (MU) finis sebagai juara dengan keunggulan satu poin dari The Gunners.

Ambisi Arsenal merebut gelar juara Premier League kembali berlanjut pada 1999/2000. Namun, mereka lagi-lagi harus mengakui keunggulan Manchester United yang berhasil merebut gelar juara dengan torehan 91 poin, unggul 18 poin dari The Gunners. Sepanjang musim tersebut, pasukan Arsene Wenger tak pernah merasakan status sebagai pemuncak klasemen.

Manchester United kembali menjadi momok bagi Arsenal dalam usaha merebut gelar juara Premier League pada 2000/2001. Setan Merah sukses merebut gelar juara usai selalu berada di puncak klasemen sejak pekan 9 hingga penghujung musim. Di sisi lain, The Gunners finis di peringkat 2 dengan torehan 70 poin, terpaut 10 poin dari MU.

2. Arsenal mengunci gelar Premier League 2001/2002 di markas Manchester United

Setelah hanya finis sebagai runner-up dalam 3 musim beruntun, Arsenal akhirnya merebut gelar juara Premier League pada 2001/2002. Mereka mengumpulkan 87 poin dari total 26 kemenangan, 9 keimbangan, dan hanya merasakan 3 kekalahan. The Gunners mengungguli Liverpool di peringkat 2 dan sang juara bertahan, Manchester United, yang kini harus puas berada di peringkat 3.

Pasukan Arsene Wenger membuktikan mental tangguh mereka di ajang tersebut. Keunggulan tersebut tercermin dari hasil laga tandang yang ditorehkan. Dalam 19 pertandingan di markas lawan, The Gunners tak pernah merasakan kekalahan dengan hasil 14 kemenangan dan 5 keimbangan. Itu termasuk kemenangan telak 4-0 di markas Middlesbrough pada pekan pembuka. 

Arsenal mengunci gelar pada musim tersebut pada pekan 35. Menariknya, itu terjadi di markas tim yang selalu mengalahkan mereka dalam perebutan gelar juara selama 3 musim sebelumnya, Manchester United. Dalam duel di Old Trafford itu, The Gunners menang tipis 1-0 berkat gol Sylvain Wiltord pada menit 57.

3. Arsenal berpeluang menjuarai Premier League 2025/2026 usai jadi runner-up dalam 3 musim beruntun

Arsenal kembali hadir sebagai penantang gelar juara Premier League sejak kedatangan Mikel Arteta di kursi pelatih. Dalam 2 musim pertama (2019–2021) bersama juru taktik asal Spanyol itu, The Gunners finis di peringkat 8. Mereka tampil lebih baik pada edisi berikutnya (2021/2022) hingga menembus peringkat lima besar.

The Gunners kemudian mencatatkan pencapaian yang jauh lebih baik pada 2022/2023. Mereka finis sebagai runner-up meski sempat memiliki peluang untuk merebut gelar juara. Namun, pencapaian itu berulang selama 2 musim berikutnya, mengulangi pencapaian pada 1998–2001. Setelah kalah bersaing dengan Manchester City pada 2022–2024, giliran Liverpool yang membuat mereka gigit jari pada 2024/2025.

Setelah penantian panjang, Arsenal kembali membuka peluang untuk menjuarai Premier League pada 2025/2026. Penampilan mereka terlihat lebih meyakinkan dibanding 3 musim sebelumnya dengan selalu berada di puncak klasemen sejak pekan 7 hingga 21. Mereka bahkan baru menelan dua kekalahan dan tampil tangguh di kandang sendiri dengan torehan 9 kemenangan dan 2 keimbangan.

Arsenal memiliki peluang untuk mengulangi kiprah mereka di Premier League pada 1998–2002 dengan keluar sebagai juara usai finis sebagai runner-up selama 3 musim beruntun. Meski demikian, pasukan Mikel Arteta harus tetap waspada, mengingat persaingan di papan atas selalu menyisakan ruang bagi kejutan hingga pekan-pekan terakhir. Jika tak mampu menjaga konsistensi, mereka bisa saja kehilangan gelar juara seperti ketika ditikung Manchester City pada 2022/2023.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra
Follow Us

Latest in Sport

See More

British School Jakarta Hadirkan Inovasi AI untuk Atlet Taekwondo

14 Jan 2026, 07:36 WIBSport