Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Saat Timnas Bulgaria Menembus Semifinal Piala Dunia 1994

Saat Timnas Bulgaria Menembus Semifinal Piala Dunia 1994
ilustrasi Piala Dunia (unsplash.com/Thokozani Nkala)
Intinya Sih
  • Bulgaria tampil mengejutkan di Piala Dunia 1994, lolos dari fase grup setelah menumbangkan Argentina dan Yunani meski sempat kalah telak dari Nigeria pada laga pembuka.
  • Tim asuhan Dimitar Penev melaju ke perempat final usai menang adu penalti atas Meksiko, berkat ketenangan para eksekutor dan kegagalan pemain lawan dalam menuntaskan tendangan penalti.
  • Generasi emas Bulgaria yang dipimpin Hristo Stoichkov sukses menyingkirkan juara bertahan Jerman sebelum akhirnya tersingkir di semifinal oleh Italia dan finis di posisi keempat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Tim Nasional Bulgaria bukanlah kekuatan besar di sepak bola Eropa pada era modern. Sebelum berangkat ke Indonesia untuk mengikuti FIFA Series 2026, mereka bertengger di peringkat ke-87 FIFA. Tim ini juga telah lama absen dari Euro dan Piala Dunia.

Meski demikian, Bulgaria pernah mencatatkan salah satu pencapaian terbesar dalam sejarah sepak bola mereka saat menembus semifinal Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat. Dipimpin generasi emas yang dihuni nama-nama seperti Hristo Stoichkov, Yordan Lechkov, dan Krasimir Balakov, mereka tampil mengejutkan dengan menyingkirkan tim-tim kuat, termasuk juara bertahan Jerman di perempat final.

1. Timnas Bulgaria lolos dari fase grup dengan jumlah poin yang sama dengan Nigeria dan Argentina

Bulgaria memulai kiprah mereka di Piala Dunia 1994 dengan hasil yang begitu buruk lantaran dibantai Nigeria dengan skor telak 0-3 pada laga pertama fase grup. Namun, mereka mampu bangkit dengan meraih kemenangan 4-0 atas Yunani pada laga berikutnya. Lalu pada laga terakhir fase grup, mereka membuat kejutan dengan mengalahkan finalis edisi sebelumnya, Argentina, dengan skor 2-0. 

Dengan torehan 2 kemenangan dan 1 kekalahan, Bulgaria mengumpulkan 6 poin selama fase grup. Menariknya, Nigeria dan Argentina memiliki poin yang sama dengan mereka. Hasilnya, Nigeria yang unggul produktivitas gol finis sebagai pemuncak klasemen, disusul Argentina dan Bulgaria yang juga lolos ke babak 16 besar.

2. Timnas Bulgaria lolos dari babak 16 besar lewat adu penalti

Timnas Bulgaria melakoni duel sengit dengan Meksiko pada babak 16 besar. Tim besutan Dimitar Penev sempat memimpin lebih dahulu lewat gol Hristo Stoichkov pada menit 7. Namun, Meksiko berhasil menyamakan kedudukan berkat eksekusi penalti Alberto Garcia Aspe pada menit 18. Usaha kedua tim untuk menambah gol pada waktu normal tak menemui hasil hingga harus melakoni adu penalti untuk menentukan pemenang.

Bulgaria akhirnya keluar sebagai tim yang lolos ke perempat final usai unggul dalam adu penalti. Tiga dari empat eksekutor tim besutan Penev berhasil melakukan tugas tanpa kesalahan. Di sisi lain, hanya ada satu pemain Meksiko yang mampu mencetak gol dari titik putih. Garcia Aspe yang mencetak gol pada waktu normal pun gagal melaksanakan tugasnya.

3. Timnas Bulgaria mengalahkan juara bertahan di perempat final

Timnas Bulgaria bertemu lawan tangguh di perempat final. Mereka harus melewati perlawanan sang juara bertahan, Jerman, jika ingin melaju ke semifinal. Namun, Borislav Mihaylov dan rekan setimnya menunjukkan mental kuat hingga memenangi laga lewat comeback.

Dalam duel di Giants Stadium pada 10 Juli 1994 itu, Jerman unggul lebih dahulu lewat gol Lothar Matthaeus pada menit 49. Perjuangan Bulgaria untuk menyamakan kedudukan berbuah gol penyama kedudukan lewat tendangan bebas Hristo Stoichkov pada menit 76. Tiga menit kemudian, tandukan Yordan Lechkov bersarang di gawang Jerman dan membuat skor 2-1 untuk keunggulan Bulgaria bertahan hingga akhir.

4. Timnas Bulgaria kalah 1-2 dari Italia di semifinal

Timnas Italia menjadi lawan yang harus dilewati Bulgaria jika ingin lolos ke final Piala Dunia 1994. Duel kedua negara tersebut di semifinal berlangsung menarik selama babak pertama dengan adanya tiga gol. Saat wasit meniup peluit tanda berakhirnya babak kedua, Bulgaria harus mengubur mimpi meraih trofi karena kalah tipis 1-2. 

Italia tampil dominan sejak awal yang berbuah keunggulan 1-0 lewat gol Roberto Baggio pada menit 20. Lima menit berselang, Baggio kembali mencatatkan namanya di papan skor, dengan sepakan kaki kanan memanfaatkan assist Demetrio Albertini. Bulgaria hanya mampu membalas dengan sebuah gol lewat eksekusi penalti Hristo Stoichkov pada menit 44.

5. Timnas Bulgaria gagal menempati peringkat ketiga

Timnas Bulgaria masih memiliki kans untuk menempati peringkat ketiga setelah kalah di semifinal. Sayangnya, mereka mereka harus berada di peringkat keempat karena kalah dari Swedia di perebutan peringkat ketiga. Catatan negatifnya, Bulgaria kalah telak empat gol tanpa balas.

Seluruh gol Swedia tercipta pada babak pertama. Tomas Brolin membawa negaranya unggul cepat pada menit 8 lewat tandukan kepala. Pada menit 30, Hakan Mild membawa Swedia unggul lebih jauh dengan sepakan kaki kanan. Lalu, Bulgaria dibobol dua gol selama 4 menit oleh Henrik Larsson (37’) dan Kennet Andersson (40’).

Perjalanan Bulgaria di Piala Dunia 1994 memang tidak berakhir dengan trofi. Tetapi, capaian mereka menembus semifinal tetap menjadi tonggak bersejarah yang sulit dilupakan. Generasi emas yang dipimpin Hristo Stoichkov berhasil mengukir prestasi terbaik sepanjang sejarah sepak bola Bulgaria sekaligus mengangkat nama negara tersebut di kancah dunia. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra
Follow Us

Latest in Sport

See More