Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sejarah Rivalitas Inggris dan Argentina di Piala Dunia
Para pemain Argentina merayakan gol Alexis Mac Allister ke gawang Swiss. (AFP/Thomas Coex)
  • Rivalitas Inggris dan Argentina bermula dari kontroversi Piala Dunia 1966, ketika kartu merah Antonio Rattin dan sikap Alf Ramsey memicu ketegangan panjang antar kedua negara.
  • Pertemuan ikonis pada 1986 melahirkan dua gol legendaris Diego Maradona—‘Hand of God’ dan ‘Goal of the Century’—yang memperkuat citra rivalitas penuh emosi pasca Perang Malvinas.
  • Dari drama Beckham di 1998 hingga penebusan lewat penalti di 2002, setiap laga menambah babak baru dalam sejarah panas yang kini berlanjut ke semifinal Piala Dunia 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semifinal Piala Dunia 2026 mempertemukan Inggris dan Argentina. Duel kedua negara selalu menarik perhatian karena tidak hanya mempertaruhkan tiket ke babak berikutnya, tetapi juga membawa sejarah panjang yang dipenuhi kontroversi dan pertandingan bersejarah. Tidak mengherankan jika tiap pertemuan mereka selalu menjadi sorotan penggemar sepak bola di seluruh dunia. Persaingan Inggris dan Argentina mulai memanas pada era 1960-an dan makin dikenal setelah beberapa laga ikonis di Piala Dunia.

1. Kontroversi 1966 menjadi awal rivalitas

Kedua negara sempat bertemu pada perempat final Piala Dunia 1966 di Inggris. Tuan rumah menang tipis 1-0 melalui gol Geoff Hurst, tetapi pertandingan lebih dikenang karena keputusan wasit yang mengusir kapten Argentina, Antonio Rattin. Hingga kini, kartu merah tersebut masih menjadi salah satu keputusan paling kontroversial dalam sejarah Piala Dunia.

Ketegangan tidak berhenti setelah peluit tanda berakhirnya pertandingan berbunyi. Manajer Inggris, Alf Ramsey, bahkan melarang para pemainnya bertukar jersey dengan pemain Argentina setelah menyebut perilaku lawan tidak sportif. Peristiwa tersebut menjadi titik awal lahirnya rivalitas panas yang terus terbawa ke tiap pertemuan berikutnya.

2. Diego Maradona menciptakan dua gol bersejarah pada 1986

Perempat final Piala Dunia 1986 menjadi pertandingan paling ikonis dalam rivalitas kedua negara. Laga itu berlangsung hanya 4 tahun setelah Perang Malvinas sehingga atmosfer di dalam stadion dipenuhi tekanan emosional. Argentina akhirnya menang 2-1 melalui dua gol Diego Maradona yang sama-sama masuk sejarah sepak bola.

Gol pertama dikenal sebagai Hand of God karena Maradona mencetak gol menggunakan tangannya tanpa diketahui wasit. Beberapa menit kemudian, ia kembali mencetak gol setelah menggiring bola melewati lima pemain Inggris sebelum menaklukkan kiper, Peter Shilton. Gol kedua tersebut kemudian dipilih FIFA sebagai Goal of the Century karena kualitas individunya yang luar biasa.

3. Drama David Beckham dan gol Michael Owen menghiasi pertemuan 1998

Dua belas tahun kemudian, kedua negara kembali bertemu pada babak 16 besar Piala Dunia 1998. Pertandingan berlangsung sangat terbuka dan berakhir imbang 2-2 sebelum Argentina memastikan kemenangan melalui adu penalti. Laga ini menghadirkan banyak momen yang masih dikenang hingga sekarang.

David Beckham menerima kartu merah setelah bereaksi terhadap pelanggaran Diego Simeone pada babak kedua. Di sisi lain, Michael Owen mencuri perhatian lewat gol spektakuler setelah melewati beberapa pemain bertahan Argentina. Kombinasi drama, kartu merah, dan adu penalti membuat pertandingan tersebut menjadi salah satu laga terbaik dalam sejarah Piala Dunia.

4. Inggris membalas dendam di Piala Dunia 2002

Kesempatan membalas kekalahan akhirnya datang pada fase grup Piala Dunia 2002 di Korea Selatan dan Jepang. Inggris menang tipis 1-0 berkat gol penalti David Beckham yang sebelumnya menjadi sorotan akibat kartu merah pada 1998. Gol tersebut sekaligus menjadi momen penebusan bagi sang kapten di hadapan publik Inggris.

Meski hanya berlangsung pada fase grup, pertandingan tetap berjalan dengan tensi tinggi karena membawa beban sejarah dari pertemuan sebelumnya. Kemenangan itu juga mengakhiri penantian panjang Inggris untuk mengalahkan Argentina di Piala Dunia setelah kekalahan menyakitkan pada 1986 dan 1998. Rivalitas kedua negara pun terus hidup hingga akhirnya kembali berlanjut pada semifinal Piala Dunia 2026.

Lebih dari sekadar pertandingan sepak bola, rivalitas Inggris dan Argentina telah melahirkan banyak momen yang membentuk sejarah Piala Dunia. Kontroversi, gol legendaris, kartu merah, hingga aksi balas dendam membuat setiap pertemuan kedua negara selalu memiliki cerita tersendiri. Ketika kembali bertemu pada semifinal Piala Dunia 2026, publik pun kembali menantikan babak baru dari salah satu rivalitas terbesar dalam sejarah sepak bola dunia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article