Spurs Andalkan Tuah Sihir Instan Tudor, Arsenal Harus Waspada

- Tottenham Hotspur kini ditangani Igor Tudor sebagai manajer interim, dengan reputasi mampu memberi efek instan pada tim yang sedang terpuruk.
- Tudor menegaskan kesuksesannya bukan karena sihir, melainkan hasil kerja keras dan kemampuannya menemukan solusi cepat bagi tim bermasalah.
- Mikel Arteta dan Arsenal mewaspadai keahlian Tudor, menganalisis gaya permainan serta strategi yang pernah diterapkannya di klub-klub sebelumnya.
Jakarta, IDN Times - Arsenal harus mewaspadai tuah dari manajer interim Tottenham Hotspur, Igor Tudor. Sebab, Tudor memiliki rekor bagus kala menangani tim yang sedang "sakit".
Dalam lima laga perdananya bersama tim-tim yang ditangani, Tudor selalu memberikan efek instan. Tercatat, dia selalu memenangkan lima duel perdana bersama tim-tim yang ditanganinya dan berhasil menjadi dokter untuk mengobatinya.
Dari seluruh kesempatan itu, Tudor menciptakan tim yang produktif. Sebanyak 12 gol dicetak Tudor bersama Hajduk Split, Juventus (2 kali), Olympique Marseille, dan Lazio. Menariknya, sembilan di antaranya dicetak pada babak kedua.
1. Tak ada yang spesial, cuma bekerja
Label "dokter", menurut Tudor, terlalu berlebihan. Dia menyatakan rekor yang ada hanya hasil dari upayanya dalam pekerjaan sebagai pelatih atau manajer.
"Saya cuma melakukan pekerjaan, tak ada yang spesial. Saya melakukan hal yang penting. Saya punya gaya tersendiri, yang rasanya terbaik," kata Tudor dilansir Football London.
2. Cuma bekerja bukan sihir
Tudor mengakui jika selalu mencoba mencari solusi dalam masalah yang dialami klub. Memang tak mudah, tapi pria Kroasia itu selalu berusaha untuk menemukan apa yang salah di dalam "klub sakit" tersebut.
"Gak mudah, tapi okelah. Apalagi, waktu untuk memperbaikinya begitu cepat," ujar Tudor.
3. Arteta antisipasi keahlian Tudor
Reputasi Tudor sudah diketahui oleh manajer Arsenal, Mikel Arteta. Dia menyadari Tudor memiliki keistimewaan dalam memperbaiki tim yang sedang sekarat.
"Kami menganalisis apa yang dilakukannya sepanjang karier, bagaimana klub, formasinya, dan pemain yang dimilikinya," kata Tudor.

















