Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Tak Jamin Juara, 5 Tim Bertabur Bintang Ini Pernah Puasa Gelar

Tak Jamin Juara, 5 Tim Bertabur Bintang Ini Pernah Puasa Gelar
potret para pemain bintang Real Madrid merayakan gol (goal.com)

Paris Saint-Germain menggila di bursa transfer musim panas 2021/22. Mereka mendatangkan banyak pemain top, mulai dari Lionel Messi, Sergio Ramos, Gianluigi Donnarumma, Georginio Wijnaldum, hingga Achraf Hakimi. Ditambah para bintang seperti Neymar, Kylian Mbappe, dan Angel Di Maria, skuad PSG musim ini pun jadi sangat mengerikan.

Akan tetapi, apakah hal itu berarti PSG pasti akan mudah jadi juara di setiap kompetisi yang mereka jalani? Belum tentu. Sejarah membuktikan bahwa beberapa klub yang memiliki skuad bertabur bintang pernah gagal meraih satu trofi pun sepanjang musim. Inilah dia 5 tim yang pernah mengalami hal tersebut.

1. Inter Milan 2001/02

skuad Inter Milan di musim 2001/02 (sempreinter.com)
skuad Inter Milan di musim 2001/02 (sempreinter.com)

Pertama ada Inter Milan, yang di musim 2001/02 punya skuad yang mentereng. Nama-nama pemain yang membela Nerazzurri di musim tersebut mencakup Ronaldo, Clarence Seedorf, Alvaro Recoba, Christian Vieri, dan Adriano. Lini belakang mereka pun kokoh karena ada Laurent Blanc, Ivan Cordoba, kapten Javier Zanetti, dan kiper Francesco Toldo.

Dengan skuad sehebat itu, wajar jika Inter diunggulkan bisa meraih trofi. Tapi nyatanya, mereka justru harus puasa gelar di musim tersebut. Mereka hanya finis di posisi ketiga Serie A, kalah di 16 besar Coppa Italia, dan tersingkir di semifinal Piala UEFA. Bahkan, puasa trofi Inter berlanjut hingga 2005, saat mereka akhirnya menjuarai Coppa Italia.

2. Real Madrid 2004/05

beberapa pemain bintang di skuad Real Madrid 2004/05 (medium.com)
beberapa pemain bintang di skuad Real Madrid 2004/05 (medium.com)

Berikutnya ada Real Madrid, yang terkenal dengan proyek Los Galacticos mereka pada masa kepemimpinan Florentino Perez pada 2000 hingga 2006. Madrid membeli banyak pemain bintang di masa itu dan membentuk skuad yang menakutkan. Tapi, itu ternyata tak menjamin Madrid bisa selalu meraih gelar, karena mereka pernah juga puasa trofi.

Salah satunya pada musim 2004/05, di mana Madrid hanya jadi runner-up LaLiga, serta gugur di 16 besar Copa del Rey dan Liga Champions. Padahal, Los Blancos dibela pemain bintang macam Zinedine Zidane, Roberto Carlos, Raul Gonzalez, Luis Figo, Ronaldo, Michael Owen, David Beckham, Guti, dan kiper Iker Casillas.

Puasa gelar bahkan kembali dialami Madrid di musim selanjutnya, meskipun mereka mendapat tambahan amunisi pemain bintang seperti Julio Baptista, Robinho, dan Antonio Cassano. Pada akhirnya, proyek Los Galacticos pun dianggap gagal, dan itu jadi bukti sahih bahwa mendatangkan banyak pemain bintang tidak menjamin sebuah tim akan meraih trofi.

3. AC Milan 2005/06

skuad AC Milan di musim 2005/06 (dailymail.co.uk)
skuad AC Milan di musim 2005/06 (dailymail.co.uk)

AC Milan juga pernah mengalami kegagalan meraih trofi meski memiliki skuad bertabur bintang. Itu terjadi di musim 2005/06. Saat itu, Milan dibela Andrea Pirlo, Gennaro Gattuso, Andriy Shevchenko, Filippo Inzaghi, Alberto Gilardino, Rui Costa, Kaka, dan Clarence Seedorf.

Ada pula Dida, Paolo Maldini, Cafu, Alessandro Nesta, dan Jaap Stam di lini belakang Rossoneri musim itu. Akan tetapi, akhirnya Milan hanya finis di posisi 3 Serie A, serta tersisih di perempat final Coppa Italia dan semifinal Liga Champions. Untungnya, mereka langsung menebus kegagalan itu dengan menjuarai Liga Champions di musim berikutnya.

4. Barcelona 2007/08

skuad Barcelona musim 2007/08 (telegraph.co.uk)
skuad Barcelona musim 2007/08 (telegraph.co.uk)

Skuad bertabur bintang juga pernah dimiliki Barcelona di musim 2007/08. Kala itu, Barca punya Xavi Hernandez, Andres Iniesta, Deco, Ronaldinho, Yaya Toure, Samuel Eto'o, Thierry Henry, serta Lionel Messi yang masih berusia 20 tahun. Lini belakang mereka juga kokoh karena diisi Victor Valdes, Carles Puyol, Lilian Thuram, dan Gianluca Zambrotta.

Akan tetapi, deretan nama hebat itu jadi seolah tak berarti karena Barca tetap gagal meraih satu trofi pun. Mereka hanya finis di posisi ketiga LaLiga, serta mentok di semifinal Copa del Rey dan Liga Champions. Untungnya, Barca langsung sukses menebusnya di musim berikutnya dengan meraih 3 gelar sekaligus alias treble winners!

5. Chelsea 2007/08

skuad Chelsea musim 2007/08 (talksport.com)
skuad Chelsea musim 2007/08 (talksport.com)

Klub besar penuh bintang yang apes di musim 2007/08 ternyata tak hanya Barcelona, tapi juga Chelsea. Padahal skuad The Blues kala itu pun tak kalah mentereng. Lini tengah dan depan mereka diisi Frank Lampard, Michael Ballack, Claude Makelele, Micahel Essien, Joe Cole, Didier Drogba, Andriy Shevchenko, hingga Nicolas Anelka.

Sedangkan barisan belakang mereka dihuni Petr Cech, John Terry, Ashley Cole, Branislav Ivanovic, dan Ricardo Carvalho. Apa daya, nama-nama top itu tak mampu mempersembahkan trofi di musim tersebut. Mereka hanya jadi runner-up di 3 ajang, yaitu Premier League, Liga Champions, dan Piala Liga, serta gugur di putaran ke-6 Piala FA.

 

Kegagalan tim-tim bertabur bintang meraih trofi membuktikan bahwa bola memang bundar, artinya segala hal bisa terjadi di sepak bola. Maka, Paris Saint-Germain tak boleh jumawa meski musim ini mereka memiliki banyak pemain bintang. Jika tak waspada, PSG bisa saja mengalami nasib buruk yang sama seperti 5 tim di atas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Peter Eduard
EditorPeter Eduard
Follow Us

Latest in Sport

See More

8 Pertemuan Pertama Liverpool dan Manchester City di Piala FA

04 Apr 2026, 10:34 WIBSport