Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Trionda, Bola yang Siap Bantu Kinerja Wasit di Piala Dunia 2026
ilustrasi bola masuk ke gawang (unsplash.com/Zainu Color)
  • Trionda menjadi bola resmi Piala Dunia 2026 yang melambangkan persatuan Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko melalui desain empat panel bergelombang terinspirasi dari la ola di stadion.
  • Bola ini dilengkapi sensor canggih di bagian tengah yang mengirim data real-time untuk membantu wasit melalui sistem VAR dan teknologi offside semiotomatis.
  • Kehadiran Trionda menandai langkah maju sepak bola modern, di mana bola tak hanya alat permainan tetapi juga sumber data akurat untuk mendukung keputusan pertandingan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kecanggihan teknologi jadi sesuatu yang bakal tersaji di Piala Dunia 2026. Salah satunya lewat bola yang akan dipakai di ajang tersebut, bernama Trionda.

Kehadiran Trionda menunjukkan bagaimana teknologi, desain, dan performa kini berpadu. Bola ini tidak hanya dirancang untuk mendukung permainan di lapangan, tetapi juga membantu menghadirkan data yang lebih akurat soal laga.

1. Kenapa nama bola ini Trionda?

Trionda dipilih sebagai nama bola yang akan digunakan pada Piala Dunia 2026. Nama tersebut memiliki makna yang berkaitan dengan penyelenggaraan turnamen yang untuk pertama kalinya berlangsung di tiga negara.

Dilansir situs resmi FIFA, nama Trionda terinspirasi dari makna tiga gelombang. Nama tersebut melambangkan persatuan Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, sekaligus menggambarkan persatua dunia.

Menurut Adidas, desain Trionda juga terinspirasi dari la ola atau gelombang penonton yang kerap terlihat di stadion sepak bola. Konsep tersebut diwujudkan melalui konstruksi empat panel bergelombang yang merepresentasikan semangat kebersamaan dan energi.

2. Desain dan teknologi dari Trionda

Salah satu ciri khas Trionda terletak pada konstruksinya yang menggunakan empat panel utama. Desain ini membuat tampilannya berbeda dibandingkan sejumlah bola yang digunakan pada edisi Piala Dunia sebelumnya.

Struktur empat panel tersebut dirancang untuk membantu menciptakan pergerakan yang lebih stabil saat bola melayang di udara. Selain itu, konstruksinya juga ditujukan untuk mendukung akurasi permainan.

Perkara teknologi, Trionda terletak pada sensor yang tertanam di bagian tengah bola. Sistem ini memungkinkan bola mengirimkan data secara real-time kepada ofisial pertandingan selama laga berlangsung.

Data yang dikumpulkan mencakup informasi mengenai pergerakan bola dan momen sentuhan dengan tingkat akurasi tinggi. Informasi tersebut kemudian dapat digunakan sebagai data pendukung dalam proses pengambilan keputusan.

Tidak cuma iitu, sensor pada Trionda dirancang untuk bekerja bersama sistem video assistant referee (VAR) dan teknologi offside semiotomatis yang digunakan FIFA dalam pertandingan.

Melalui kombinasi data dari bola dan sistem pelacakan pemain, teknologi tersebut dapat membantu mengidentifikasi waktu sentuhan bola dengan lebih presisi. Informasi ini menjadi elemen penting saat melakukan pengecekan offside maupun meninjau insiden lain yang terjadi di lapangan, alias membantu wasit.

Teknologi bola terhubung bukan kali pertama digunakan dalam turnamen FIFA. Namun, sistem yang dibawa Trionda hadir sebagai pengembangan lebih lanjut untuk menghasilkan data yang lebih cepat dan akurat.

3. Bukti dari modernitas di sepak bola

Trionda adalah bukti bahwa teknologi semakin berperan dalam perkembangan sepak bola modern. Bola kini tidak hanya berfungsi sebagai perlengkapan utama, tetapi juga menjadi sumber data yang mendukung jalannya pertandingan.

Kini, Trionda akan hadir dalam setiap momen penting sepanjang Piala Dunia 2026 sekaligus menunjukkan bagaimana desain bola dan teknologi pertandingan terus berkembang seiring kebutuhan sepak bola modern.

Editorial Team

Related Article