Salah satu ciri khas Trionda terletak pada konstruksinya yang menggunakan empat panel utama. Desain ini membuat tampilannya berbeda dibandingkan sejumlah bola yang digunakan pada edisi Piala Dunia sebelumnya.
Struktur empat panel tersebut dirancang untuk membantu menciptakan pergerakan yang lebih stabil saat bola melayang di udara. Selain itu, konstruksinya juga ditujukan untuk mendukung akurasi permainan.
Perkara teknologi, Trionda terletak pada sensor yang tertanam di bagian tengah bola. Sistem ini memungkinkan bola mengirimkan data secara real-time kepada ofisial pertandingan selama laga berlangsung.
Data yang dikumpulkan mencakup informasi mengenai pergerakan bola dan momen sentuhan dengan tingkat akurasi tinggi. Informasi tersebut kemudian dapat digunakan sebagai data pendukung dalam proses pengambilan keputusan.
Tidak cuma iitu, sensor pada Trionda dirancang untuk bekerja bersama sistem video assistant referee (VAR) dan teknologi offside semiotomatis yang digunakan FIFA dalam pertandingan.
Melalui kombinasi data dari bola dan sistem pelacakan pemain, teknologi tersebut dapat membantu mengidentifikasi waktu sentuhan bola dengan lebih presisi. Informasi ini menjadi elemen penting saat melakukan pengecekan offside maupun meninjau insiden lain yang terjadi di lapangan, alias membantu wasit.
Teknologi bola terhubung bukan kali pertama digunakan dalam turnamen FIFA. Namun, sistem yang dibawa Trionda hadir sebagai pengembangan lebih lanjut untuk menghasilkan data yang lebih cepat dan akurat.