Klaim Trump sebenarnya cukup dipertanyakan. Sebab, selama Piala Dunia 2026 digelar di AS, banyak kontroversi yang menyelimutinya.
Semua dimulai dari bagaimana perlakuan AS terhadap Iran yang berkompetisi di Piala Dunia 2026. Iran susah berkegiatan di AS karena berbagai pembatasan imbas dari perang yang terjadi.
Kemudian, wasit asal Somalia, Omar Artan, sempat dideportasi karena dianggap oleh otoritas Imigrasi Amerika Serikat, ICE, terhubung dengan jaringan teroris. Serta sejumlah penggawa Irak harus dideportasi karena alasan tak diungkapkan.
Selain itu, beberapa skuad peserta malah digeledah bak teroris atau pelaku kriminal. Hal itu membuat sejumlah partisipan tak nyaman karena mereka ke stadion hanya untuk berlaga dalam turnamen sepak bola.