Trump Hadir, Final Piala Dunia 2026 Dijaga Sniper hingga Jet Tempur

- Amerika Serikat menetapkan final Piala Dunia 2026 sebagai acara keamanan Level 1 karena kehadiran Presiden Donald Trump, dengan ribuan agen FBI dan sniper menjaga stadion New York/New Jersey.
- Jet tempur F-16 dikerahkan untuk mengamankan wilayah udara, mencegat pesawat sipil yang melanggar zona larangan terbang, serta menyita ratusan drone di sekitar area pertandingan.
- Trump dijadwalkan menyerahkan trofi bersama Presiden FIFA Gianni Infantino, sementara Gedung Putih menegaskan pengamanan ketat ini demi memastikan penyelenggaraan final berjalan aman dan sukses.
Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat memperketat pengamanan final Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Argentina di New York/New Jersey Stadium, Senin dini hari WIB (20/7/2026). Tuan rumah bahkan menurunkan jet tempur.
Negeri Paman Sam menetapkan pertandingan ini sebagai acara khusus "Level 1", klasifikasi keamanan tertinggi di negara tersebut. Pengamanan itu menyusul kepastian Presiden AS, Donald Trump, yang akan hadir menonton langsung di stadion.
1. Libatkan ribuan agen FBI hingga sniper di atap stadion
Laporan The Express, pengamanan di sekitar stadion venue final Piala Dunia 2026 bakal menurunkan ribuan personel. Mulai FBI, polisi negara bagian, hingga petugas keamanan swasta, dikerahkan untuk menjaga setiap jengkal area di dalam dan luar stadion.
Pasukan penembak jitu juga dilaporkan bersiaga di berbagai titik strategis, termasuk atap stadion. Direktur Eksekutif Gugus Tugas Gedung Putih, Andrew Giuliani, menegaskan skala operasi ini setara dengan pelantikan presiden dan jauh lebih besar dari pengamanan final Super Bowl.
Akibat ketatnya pemeriksaan di perimeter stadion, pihak Gedung Putih sampai mengimbau para penonton untuk tiba empat jam sebelum kick-off, guna menghindari antrean panjang.
"Sejujurnya, ini lebih besar daripada Super Bowl," kata Giuliani.
2. Jet tempur F-16 cegat pesawat, drone liar disita
Pengamanan tak hanya berlaku di darat, melainkan juga wilayah udara di atas kawasan New York dan New Jersey, yang sudah berlangsung sejak Jumat waktu setempat. Zona larangan terbang diterapkan, dengan sanksi tegas bagi siapa pun yang berani melanggarnya.
Jet tempur F-16 diturunkan untuk mencegat sebuah pesawat sipil kecil yang nekat menerobos zona tersebut. Jet tempur itu terpaksa menembakkan suar peringatan, sebelum menggiring pesawat sipil itu keluar dari wilayah terlarang dengan aman.
Selain pesawat, ancaman udara dari drone, juga tak luput dari sapuan aparat. Pihak FBI dilaporkan telah menyita ratusan teknologi pesawat nirawak tersebut yang kedapatan terbang dekat stadion Piala Dunia sepanjang turnamen.
"Menjadi salah satu alasan utama mengapa dana hibah federal sebesar 625 juta dolar AS disetujui dan ditandatangani oleh presiden. Kami harus memastikan catatan itu tetap bersih hingga laga terakhir," ujar Giuliani.
3. Trump akan serahkan trofi bareng Gianni Infantino
Operasi keamanan raksasa bernilai ratusan juta dolar ini sebenarnya sudah dipersiapkan dan direncanakan matang. Semua ini diantisipasi khusus untuk menyambut kehadiran Donald Trump di laga pamungkas. Rencananya, Trump akan menyerahkan trofi Piala Dunia secara langsung kepada kapten tim yang keluar sebagai juara. Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, membela ketatnya pengamanan ini sebagai bentuk keseriusan negara dalam menyukseskan acara.
"Kehadirannya (Trump) akan menutup apa yang telah menjadi Piala Dunia paling banyak ditonton, paling aman, dan paling sukses dalam sejarah Amerika," kata Leavitt seperti dikutip The Express.






















