Tuchel Sebut Inggris Tak Jadi Favorit Juara Piala Dunia 2026

- Thomas Tuchel menegaskan Inggris bukan favorit utama juara Piala Dunia 2026 karena belum pernah meraih gelar selama enam dekade dan kalah pengalaman dari negara dengan sejarah juara.
- Meskipun begitu, Tuchel menyebut Inggris tetap datang sebagai penantang dengan mimpi besar untuk bersaing hingga akhir dan fokus pada tanggung jawab serta usaha maksimal di turnamen.
- Tuchel menilai pencapaian Inggris di era Southgate menjadi modal penting menuju gelar, namun ia menekankan proses bertahap, disiplin, dan kerja keras sebagai kunci mencapai puncak kesuksesan.
Jakarta, IDN Times - Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, blak-blakan mengakui skuadnya bukan favorit utama untuk menjadi juara Piala Dunia 2026. Meski skuadnya bertabur bintang dan punya rekam jejak impresif dalam beberapa turnamen terakhir, Tuchel menilai status favorit semestinya disematkan pada negara-negara yang punya sejarah juara dan konsistensi.
Padahal, timnas Inggris kembali memikul harapan besar. Piala Dunia 2026 menjadi kesempatan The Three Lions untuk mengakhiri penantian panjang selama 60 tahun tanpa gelar Piala Dunia.
1. Tuchel: Inggris bukan unggulan juara

Tuchel secara terbuka menyebut Inggris tak termasuk sebagai favorit utama untuk menjuarai Piala Dunia 2026. Menurutnya, kegagalan meraih gelar selama enam dekade menjadi alasan kuat mengapa timnya belum bisa disejajarkan dengan para juara dunia lainnya.
“Berapa banyak tim favorit yang ada? Tidak, kami bukan favorit utama. Kami tidak bisa menjadi favorit karena kami sudah sangat lama tidak memenangkannya. Ada tim-tim yang sudah terbukti menjadi pemenang di turnamen ini dengan lebih banyak kesuksesan. Mereka adalah favorit,” ujar Tuchel mengutip ESPN.
2. Tetap punya mimpi besar untuk angkat trofi

Walaupun tidak menganggap timnya sebagai unggulan utama, Tuchel menegaskan Inggris tetap punya ambisi untuk melangkah sejauh mungkin di Piala Dunia 2026. Tuchel bahkan menyebutkan, alih-alih menjadi favorit untuk menjadi juara, Inggris datang sebagai penantang di Piala Dunia 2026.
“Kami bersaing untuk trofi, kami bermimpi besar. Kami tahu apa yang dibutuhkan jika kami bermimpi besar. Itu datang bersama tanggung jawab. Tanggung jawab itu ada pada usaha dan di situlah fokus kami berada. Kami melihat diri kami sebagai pesaing, sebagai penantang. Kami ingin melangkah sampai akhir, tetapi saya tidak berpikir kami adalah favorit utama,” kata Tuchel.
3. Modal menuju gelar juara

Menurut Tuchel, pencapaian Inggris sebelumnya di bawah Gareth Southgate menjadi bukti kapasitas skuad Inggris untuk menjuarai turnamen besar. The Three Lions tercatat dua kali mencapai final Euro, semifinal Piala Dunia 2018, dan perempat final pada edisi 2022 menjadi fondasi penting bagi kepercayaan diri skuad saat ini.
Tuchel menekankan, perjalanan menuju gelar harus dijalani secara bertahap tanpa terburu-buru memikirkan hasil akhir.
“Jika kami ingin mencapai puncak gunung, kami harus memulai perjalanan selangkah demi selangkah dan melewati setiap base camp, jika tidak, kami akan kehilangan fokus. Saya punya keyakinan, kami semua punya keyakinan, kami semua punya mimpi, tetapi itu datang bersama tanggung jawab, kerja keras, komitmen, disiplin dan terkadang juga kekecewaan serta hambatan. Namun kami berani bermimpi dan itu penting,” ujar Tuchel.















