Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Wasit Argentina vs Mesir Pernah Dihujat Fans Timnas Indonesia
Penyerang Mesir bernomor punggung 10, Mohamed Salah, mengontrol bola selama pertandingan sepak bola babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Australia dan Mesir di Stadion Dallas di Arlington pada 4 Juli 2026. (AFP/Paul Ellis)
  • Wasit Francois Letexier jadi sorotan usai laga Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026 karena beberapa keputusan kontroversial, termasuk tidak meninjau VAR dan menolak penalti untuk Mesir.
  • Letexier sebelumnya juga menuai kritik dari publik Indonesia saat memimpin laga Timnas U-23 kontra Guinea di play-off Olimpiade 2024 akibat dua keputusan penalti yang dianggap keliru.
  • Dampak kepemimpinan Letexier membuat Indonesia gagal ke Olimpiade 2024 dan Mesir tersingkir dari Piala Dunia 2026, memicu kekecewaan besar dari kedua tim.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Wasit yang memimpin laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina vs Mesir, Francois Letexier, tengah menjadi sorotan. Dia mengundang kontroversi, dan ternyata Timnas Indonesia pernah jadi korban juga.

Letexier dituding mengambil sederet keputusan kontroversial sepanjang laga Argentina versus Mesir di Atlanta Stadium, Selasa (7/7/2026). Tercatat, ada tiga keputusan yang membuat Mesir meradang, mulai dari dianulirnya gol Mostafa Zico, hingga tak diberikannya penalti dua kali, yang berujung gol kemenangan Argentina lewat tandukan Enzo Fernandez.

1. Timnas juga pernah jadi korban

Ternyata, selain Mesir, Letexier pernah memberi kerugian juga pada Timnas. Itu terjadi ketika Timnas U-23 bersua Guinea di Clairefontaine dalam laga play-off Olimpiade 2024.

Ada dua keputusan kontroversial yang Letexier ambil dalam laga itu. Pertama pada menit 28, ketika dia memberi hadiah penalti pada Guinea. Keputusan ini aneh, lantaran pelanggaran yang dilakukan pemain Timnas U-23 terjadi di luar kotak penalti.

Pada menit 76, Letexier lagi-lagi membuat keputusan aneh kala memberi Guinea hadiah penalti kedua. Padahal, pemain Timnas U-23 mengambil bola secara bersih. Hingga akhirnya, Timnas U-23 kalah dari Guinea dan gagal lolos ke Olimpiade 2024.

2. Bikin pemain Mesir geleng-geleng kepala

Performa Letexier membuat seluruh elemen Mesir jengkel. Zico sampai dibuat geleng-geleng kepala akan ragam keputusan Letexier yang kontroversial.

"Wasit telah merampok seluruh bangsa atas usaha mereka. Selamat kepada Argentina karena memenangkan Piala Dunia. Hal-hal aneh terjadi dan semua orang melihatnya. Itu sejelas matahari di siang bolong," kata Zico, dilansir Fox Sports.

3. Bahkan dianggap sebagai match fixing

Sementara, pelatih Mesir, Hossam Hassan, menegaskan timnya menjadi korban ketidakadilan dalam Piala Dunia 2026. Menurut Hassan, Mesir kalah karena faktor eksternal yang bermain di Piala Dunia 2026.

Hassan merasa Argentina harus menang demi mempertahankan nilai jual turnamen, dengan Lionel Messi yang terus berlaga.

"Kami terlihat lebih baik di segala lini dari juara bertahan. Tapi, hasilnya dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Mungkin, mereka mau menjaga juara bertahan di turnamen. Mungkin, mereka mau Messi bertahan dalam persaingan," ujar Hassan, dilansir ESPN.

Curated For You

Editorial Team

Related Article