Penyerang Argentina bernomor punggung 10, Lionel Messi, bereaksi saat terjatuh ke lapangan di samping bek Inggris bernomor punggung 25, Djed Spence, selama pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina di Stadion Atlanta, Atlanta, pada 16 Juli 2026. (AFP/Jewel Samad)
Di sisi lain, lewat permainan kerasnya, Argentina pun tak lepas dari anggapan miring. Pasukan Lionel Scaloni bahkan dicap "anak FIFA" dan sering "dibantu" wasit untuk memetik hasil manis.
Menyoal anggapan tersebut, Lionel Messi memilih untuk tutup telinga. Sang kapten menyatakan keberhasilan La Albiceleste ke final merupakan buah dari kerja keras secara kolektif.
"Biarkan saja itu (anggapan Argentina dibantu wasit) menyebar. Intinya, apa yang kami capai sekarang sangat luar biasa. Kami melaju ke final lagi. Apa yang kami capai sekarang adalah bukti, bahwa kami tak melulu mengandalkan keberuntungan, karena bisa ke final Piala Dunia dua kali beruntun adalah sesuatu yang jarang terjadi," kata Messi dikutip dari Athlon Sports.