Dari Air Mata Pensiun, Messi Kini di Ambang Gelar Piala Dunia Kedua

- Messi sempat dua kali pensiun dari timnas Argentina setelah serangkaian kekalahan di final turnamen besar, termasuk Piala Dunia 2014 dan Copa America 2015 serta 2016.
- Kembalinya Messi ke timnas berkat bujukan Lionel Scaloni dan Pablo Aimar menjadi titik balik penting, membawa Argentina meraih Copa America 2021 sebagai awal era kemenangan baru.
- Di bawah kepemimpinan Messi, Argentina menorehkan lima final beruntun hingga mencapai final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol, membuka peluang bagi Messi meraih gelar dunia keduanya.
Jakarta, IDN Times - Perjalanan karier Lionel Messi bersama Argentina ibarat drama yang penuh dengan plot tak terduga. Sempat frustrasi dan dua kali menyatakan pensiun dari tim nasional, La Pulga kini di ambang gelar Piala Dunia keduanya.
Final kontra Spanyol di New York New Jersey Stadium, Senin dini hari WIB (20/7/2026) akan menjadi penentuan sejarah baru baginya. Jika menang, Messi akan mengangkat trofi Piala Dunia keduanya secara beruntun, sebuah pencapaian yang dulu terasa mustahil dibayangkan.
1. Kutukan final yang berujung frustrasi dan pensiun

Sebelum era keemasan ini tiba, seragam tempur La Albiceleste seolah menjadi kutukan bagi Messi. Ia harus menelan kenyataan pahit di empat partai puncak turnamen mayor. Kutukan itu bermula ketika Argentina dipermalukan Brasil 0-3 di final Copa America 2007.
Puncak penderitaannya terjadi secara beruntun ketika Argentina kalah 0-1 dari Jerman di final Piala Dunia 2014. Lalu, disusul dua kekalahan adu penalti dari Chile di Copa America 2015 dan 2016.
Rentetan hasil tragis itu akhirnya meruntuhkan mental sang megabintang. Ia pun mengeluarkan pernyataan mengejutkan untuk gantung sepatu dari karier internasionalnya.
"Bagi saya, timnas sudah berakhir, saya sudah melakukan semampu saya, menyakitkan tidak menjadi juara. Sudah empat final, saya sudah mencoba, jadi saya pikir sudah selesai," kata Messi selepas dibekuk Chile di final Copa America 2016 lalu, dikutip dari BBC.
2. Bujukan Scaloni dan sang idola ubah takdir Messi

Meski langsung kembali, Messi lagi-lagi menyatakan mundur usai Argentina terhenti di babak 16 besar Piala Dunia 2018. Ia bahkan sempat melewatkan enam laga persahabatan internasional La Albiceleste yang kala itu sudah ditangani Lionel Scaloni.
Scaloni perlahan membujuk sang kapten untuk kembali memimpin tim. Idola Messi, Pablo Aimar, juga ikut merayu. Keputusan untuk comeback itulah yang menjadi titik balik paling krusial dalam sejarah baru sepak bola Argentina.
Di bawah racikan Scaloni, kutukan final Messi akhirnya pecah saat mereka sukses mengangkat trofi Copa America 2021. Kemenangan tersebut membuka keran gelar juara yang terus mengalir deras tanpa henti bagi kubu Tim Tango.
3. Raih lima final beruntun yang terasa gila

Sejak memutus kutukan tersebut, Argentina menjelma sebagai tim yang tak terkalahkan di partai puncak. Lionel Messi sukses memimpin rekan-rekannya menyapu bersih kemenangan di final berikutnya, yakni Piala Dunia 2022, Finalissima 2022, hingga Copa America 2024.
"Gila rasanya melihat semua ini terjadi. Sejujurnya, sebelum Piala Dunia dimulai saya benar-benar percaya kepada tim ini. Saya tahu kami bisa mencapai empat besar dan bersaing hingga akhir. Sekarang kami kembali lolos ke final. Sepertinya ini final kelima secara beruntun. Saya tidak yakin, tetapi rasanya luar biasa," kata Messi dikutip laman resmi FIFA.


















