Comscore Tracker

Gak Boros, Ini 6 Cara Merawat Headphone agar Kualitasnya Tetap Prima

Biar enggak gonta-ganti headphones

"Duh, kok rusak lagi?!"

Kamu baru beli headphone (in-ear, on-earatau over-ear) selama enam bulan, lalu tinggal satu pasang saja yang menyala? Turut berbelasungkawa.

"Pacaran sama headphone bisa lebih lamaan headphone, hiks!"

Duh, jangan baper! Sisi baiknya, kamu bisa jadikan hal tersebut pelajaran berharga untuk mulai memperhatikan headphone-mu. Dengan kata lain, kamu harus mulai merawat headphone-mu agar tidak cepat rusak.

Kamu belum tahu caranya? Ikuti saran-saran berikut ini.

1. Gunakan case

Gak Boros, Ini 6 Cara Merawat Headphone agar Kualitasnya Tetap Primatechhive.com

Saat kamu membeli headphone, kamu pastinya juga mendapat protective case. Lalu, kamu apakan kotak itu?

"Oh, saya kira itu hadiah dari perusahaannya. Saya jadikan tempat menyimpan uang logam."

Lho, kok gitu? Kata "protective" tersebut bukan embel-embel untuk membuatnya sophisticatedCase itu digunakan untuk menyimpan headphone-mu agar kamu tidak sembarangan meletakannya di kantong celana, jaket, atau di dalam tas.

Rapikan kabelnya (jadikan simpul yang dapat dengan mudah kamu lepaskan), lalu simpan ke dalam case. Hal itu lebih baik daripada meninggalkan headphone tetap tercolok di sumber audiomu, entah itu PC, smartphone, atau Digital Audio Player (DAP).

2. Lepas headphones setelah pakai

Gak Boros, Ini 6 Cara Merawat Headphone agar Kualitasnya Tetap Primawitchdoctor.co.nz

Hal selanjutnya yang perlu kamu ingat adalah untuk melepas headphone setelah selesai pakai. Biasanya, orang-orang akan mengikatkan kabel headphone mereka ke DAP atau smartphone tanpa dicabut.

"Jangan lakukan lagi!"

Jika kamu lupa dan main saja taruh headphone-mu ke dalam kantung baju, celana, atau jaket, hal tersebut akan menyebabkan tekanan ekstra pada kabel headphone atau konektor audio bisa terlepas secara paksa dari lubang jack, penyebab utama kerusakan kawat tembaga dalam kabel.

Biasakan untuk lepaskan konektor audio secara perlahan dari jack agar kabel tetap terlindungi.

Jangan betot kabelnya! Biasanya, hal tersebut suka dilakukan saat kamu sedang terburu-buru. Akibatnya, kabelmu ditekan secara berlebih dan kawat tembaga dalamnya putus.

3. Kecilkan volume sebelum dan saat pakai

Gak Boros, Ini 6 Cara Merawat Headphone agar Kualitasnya Tetap Primagiphy.com

Nah, apakah kamu biasa mencolok headphone saat musik atau sumber suara masih dalam volume kencang? Kalau iya, tidak apa-apa. Kami mengingatkanmu untuk tidak melakukannya lagi. Saat kamu mencoloknya, kamu mendengar bunyi aneh di dalam headphone-mu?

"Iya, saat saya colok, saya dengar bunyi *pop*"

Haduh, jangan lakukan lagi! Bunyi *pop* tersebut menandakan kalau headphone "terkejut" dengan sumber audio yang masih deras-derasnya. Hal tersebut bisa memperpendek umur headphone-mu.

Hasilnya? Beli headphone lagi minggu depan.

Jika kamu ingin mencolok headphone, biasakan untuk mengecilkan volume terlebih dahulu. Play safe, kamu bisa mute sumber audio lalu colok, lalu besarkan kembali.

Gak Boros, Ini 6 Cara Merawat Headphone agar Kualitasnya Tetap Primagiphy.com

Satu lagi, kami tahu pengalaman mendengarkan musik adalah pengalaman intim yang hanya bisa dinikmati oleh kamu dan... ya, kamu! Tetapi, apakah perlu kamu mendengarkan suaranya begitu keras?

"Woh, iya, dong! Kalau tidak, bass dan treble-nya tidak berasa!"

Baiklah, tetapi, sadarkah kamu bahwa hal tersebut tidak baik untuk headphone-mu?

Pernah nonton "Back to the Future"? Adegan pembukanya adalah saat Marty McFly menghancurkan speaker di rumah Doc Brown setelah memainkan gitar dengan setting amplifier rata kanan. Hasilnya? BOOM! Speaker-nya meledak.

Hal tersebut juga adalah yang terjadi jika kamu terus-terusan mendengarkan musik dengan suara keras dengan headphone-mu. Selain tidak baik untuk kesehatan telingamu, hal tersebut juga tidak baik untuk perangkat audiomu.

Biasakan untuk mendengarkan musik dengan headphone di rentang volume 50 - 60. Karena pengalaman musik yang nyaman tidak perlu nyaring-nyaring, kan?

Baca Juga: Ini 8 Headphone Wireless Paling Merdu di 2020, Siapkan Budget Kamu!

4. Jangan pakai saat mau tidur

Gak Boros, Ini 6 Cara Merawat Headphone agar Kualitasnya Tetap Primaparenting.firstcry.com

Hal yang satu ini mungkin sering dilakukan oleh kamu yang mengidap insomnia dan tidak dapat tidur jika tidak sambil mendengarkan sesuatu. Kami hanya ingin mengingatkan kalau hal tersebut dapat merusak headphone-mu!

Kenapa? Karena saat kamu tidur, bisa saja kamu tanpa sengaja mematahkan headband headphone-mu (untuk on-ear dan over-ear). Di dalam headband headphone-mu, terdapat kabel dalam yang menyambungkan dua earcups. Jikalau patah, akan fatal akibatnya.

Selain keselamatan headphone, demi keselamatanmu juga! Terkadang, kabel headphone bisa rusak karena tidak sengaja terbelit ke benda lain seperti sisi ranjang atau anggota tubuhmu, sehingga putus di dalam.

"Bagaimana jika... yang terlilit itu adalah lehermu?"

Wah, bisa fatal jadinya. Oleh karena itu, lebih baik, hentikan kebiasaan destruktif bagi dirimu dan headphone-mu tersebut. Paksakan dirimu untuk segera tidur. Kamu pasti bisa!

5. Tanggalkan headphones dengan benar

Gak Boros, Ini 6 Cara Merawat Headphone agar Kualitasnya Tetap Primatenor.com

Masih berbicara soal cara melepas headphone. Kenapa, tanyamu? Itu dikarenakan beberapa orang masih melepas headphone-nya dengan caranya yang salah. Tanpa kamu sadari, hal itu juga menyebabkan headphone-mu, terutama yang on-ear dan over-ear, cepat rusak.

Bagaimana biasanya kamu menanggalkan headphone-mu? Dengan cara dibetot dari satu sisi atau dua sisi? Kalau kamu melepaskannya dari satu sisi dengan dibetot, jangan lakukan lagi mulai sekarang!

Masih mengacu pada poin sebelumnya, hal tersebut bisa membuat headband pada headphone-mu patah, sehingga kabel di dalamnya ikut rusak. Hasilnya? Beli headphone baru lagi.

6. Bersihkan headphones rutin

Gak Boros, Ini 6 Cara Merawat Headphone agar Kualitasnya Tetap Primactvnews.ca

Kalau kamu sudah tahu bagaimana cara menyimpan, menggunakan, dan melepaskan headphone-mu dengan benar, sekarang saatnya belajar cara membersihkan headphone dengan baik dan benar.

Pembahasan pada poin ini akan berfokus pada headphone in-ear. Kenapa? Karena in-ear langsung mencocok telinga, sehingga kotoran telinga yang kuning itu menggumpal di eartips sampai di nosel in-ear.

"Ih, jorok!"

Nah, jorok, kan? Selain jorok, gumpalan kotoran telinga di nosel in-ear dapat menyumbat treble dan bass. Hasilnya, suara terdengar redam. Tidak mau seperti itu, kan? Makanya, rutin bersihkan headphone-mu.

Baik, pertama, kita mulai dari alatnya dulu. Pernahkah kamu melihat alat satu ini?

Gak Boros, Ini 6 Cara Merawat Headphone agar Kualitasnya Tetap Primathewirecutter.com

Jika tidak pernah, tidak apa-apa. Memang, untuk headphone in-ear biasa, jarang ditemukan alat pembersih ini. Beda ceritanya kalau kamu membeli in-ear monitor (IEM), seperti Shure SE215 atau Sennheiser IE40 Pro. Kamu akan mendapatkan alat pembersih ini untuk membersihkan eartips dan kanal in-ear.

Atau, kamu dapat membelinya di toko daring dengan harga yang murah. Tidak sampai ratusan ribu!

Biasanya, penggunaan alat pembersih tersebut dijabarkan dalam buku petunjuk. Tidak ada petunjuknya? Kamu juga dapat melihatnya di YouTube. Begini cara pemakaiannya oleh 64 Audio.

https://www.youtube.com/embed/OoSIR3JRJbQ

Demikian cara membersihkan headphone in-ear. Lalu, bagaimana dengan headphone on-ear dan over-ear?

Kotoran telinga bukanlah masalahnya. Tetapi, masalahnya terletak pada cara menjaga earpads agar tetap mulus.

Karena pemakaiannya benar-benar menutup atau menempel di telinga, biasanya daerah tersebut suka berkeringat. Untuk membersihkannya, kamu dapat menggunakan lap basah dengan sedikit sabun, lalu seka bagian earpads yang kotor. Keringkan, dan earpads siap dipakai!

Sayangnya, jikalau earpads tersebut sudah tidak bisa diselamatkan lagi, kamu dapat mencari penggantinya. Dengan catatan, harus sesuai dengan model! Kalau tidak, ya rugi di kamu.

Itulah cara merawat headphone dari over-ear hingga in-ear yang baik dan benar agar tetap prima dan berumur panjang. Selain hemat dompet, kamu jadi terbiasa merawat barang. Itu adalah tindakan terpuji, lho.

Baca Juga: Biar Gak Ganti Melulu, 9 Cara Merawat Headphone & Kabelnya Lebih Awet

Topic:

  • Alfonsus Adi Putra
  • Bayu D. Wicaksono

Berita Terkini Lainnya