ilustrasi smartphone (unsplash.com/Stephen Frank)
Jenis dan desain HP juga ikut menentukan tingkat risikonya. Beberapa smartphone memiliki perlindungan terhadap debu dan air, sementara perangkat lain mungkin memiliki lebih banyak celah yang memungkinkan partikel masuk. HP yang dirancang lebih tertutup tentu dapat memberikan perlindungan lebih baik terhadap masuknya partikel dibanding perangkat dengan banyak bukaan. Namun, perlindungan tersebut tetap memiliki batas.
Karena itu, keberadaan sertifikasi ketahanan seperti IP67 atau IP68 bukan menjadi jjaminan bahwa HP aman digunakan dalam kondisi hujan abu. Sertifikasi tersebut memang menunjukkan tingkat perlindungan tertentu terhadap masuknya debu dan air, tetapi bukan berarti perangkat dirancang untuk menghadapi paparan abu vulkanik dalam jumlah besar. Artinya, HP tahan air dan debu sebaiknya tetap dijauhkan dari paparan abu sebanyak mungkin.
Paparan abu vulkanik tidak otomatis membuat HP mengalami kerusakan. Paparan singkat ketika hanya sedikit abu yang menempel di permukaan memiliki risiko berbeda dibandingkan perangkat yang terpapar abu dalam jumlah banyak dan waktu yang lebih lama. USGS juga menyebut paparan jangka pendek pada perangkat elektronik modern umumnya tidak langsung menyebabkan kerusakan, meski risiko dapat meningkat ketika paparan semakin berat, abu masuk ke bagian sensitif, perangkat berada dalam kondisi basah, atau partikel terus terakumulasi.
Karena itu, jika berada di daerah yang terdampak hujan abu, langkah paling aman tetap mengurangi paparan HP sejak awal. Simpan perangkat di dalam ruangan, hindari menggunakannya di tengah hujan abu jika tidak diperlukan, dan bersihkan secara hati-hati jika sudah terkena paparan. Mencegah abu masuk ke perangkat tetap lebih aman daripada menunggu sampai muncul masalah pada HP.