Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Setelah iPhone Fold, Apple Uji iPhone Flip Bergaya Clamshell?

Setelah iPhone Fold, Apple Uji iPhone Flip Bergaya Clamshell?
ilustrasi smartphone bergaya flip (youtube.com/Jaime Rivera)
Intinya Sih
  • Apple dilaporkan tengah menguji prototipe iPhone Flip bergaya clamshell, menandakan eksplorasi serius terhadap desain lipat vertikal selain model iPhone Fold yang bergaya buku.
  • Keputusan produksi iPhone Flip akan sangat bergantung pada respons pasar terhadap iPhone Fold, sejalan dengan strategi Apple yang menunggu validasi sebelum memperluas lini produk baru.
  • Pendekatan multiform factor menunjukkan Apple ingin memahami preferensi pengguna secara luas, mempersiapkan berbagai format smartphone lipat untuk kebutuhan produktivitas maupun kepraktisan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Pasar smartphone lipat kian kompetitif seiring potensi masuknya Apple melalui perangkat smartphone lipat pertamanya 2026 ini. Perusahaan disebut tengah menyiapkan smartphone lipat bergaya buku yang kerap dijuluki iPhone Fold. Kehadiran perangkat tersebut dinilai berpotensi mengubah peta persaingan, mengingat Apple belum memiliki lini smartphone lipat dalam portofolionya.

Selain iPhone Fold, beredar pula laporan bahwa Apple sedang cek ombak untuk mengeksplorasi format lipat lain. Mengutip laporan Bloomberg via Gizmochina, Rabu (18/2/2026), Apple disebut telah melakukan pengujian internal terhadap prototipe smartphone lipat bergaya flip atau clamshell (berbentuk V). Informasi ini mengisyaratkan bahwa Apple sedang mempertimbangkan lebih dari satu pendekatan desain smartphone lipat untuk jangka panjang. Meski belum ada keputusan terkait produksi massal, tahap pengujian tersebut menunjukkan adanya proses evaluasi yang cukup serius terhadap perangkat clamshell.

1. Uji internal dan eksplorasi desain clamshell

tampilan Motorola Razr 50 Ultra dalam balutan warna Mocha Mousse
tampilan Motorola Razr 50 Ultra dalam balutan warna Mocha Mousse (motorolanews.com)

Pengujian terhadap iPhone Flip disebut telah melampaui tahap konsep awal dan masuk ke fase prototipe internal. Hal ini menandakan Apple sedang menguji aspek teknis seperti engsel, daya tahan layar lipat, hingga pengalaman penggunaan dalam format clamshell. Desain ini memungkinkan perangkat dilipat secara vertikal sehingga lebih ringkas saat disimpan di saku. Pendekatan tersebut berbeda dengan smartphone lipat bergaya buku yang mengutamakan layar luas untuk produktivitas.

Eksplorasi desain clamshell juga menunjukkan bahwa Apple mempertimbangkan variasi kebutuhan pengguna yang berbeda. Perangkat flip biasanya menyasar konsumen yang menginginkan smartphone flagship dengan ukuran lebih kompak tanpa mengorbankan fitur utama. Di pasar saat ini, segmen tersebut telah diisi oleh Samsung Galaxy Z Flip 7 dan Motorola Razr 60.

2. Keputusan Apple menunggu respons pasar terhadap iPhone Fold

dummy iPhone Fold
dummy iPhone Fold (youtube.com/GregsGadgets)

Keputusan Apple untuk melanjutkan pengembangan iPhone Flip sangat mungkin bergantung pada performa iPhone Fold di pasar. Model book-style diperkirakan akan difokuskan pada produktivitas, dengan layar bagian dalam yang lebih besar dan pengalaman multitasking yang lebih luas. Jika perangkat tersebut mendapat respons positif, Apple bisa melihat peluang untuk memperluas lini smartphone lipat dengan desain tambahan. Sebaliknya, respons pasar yang kurang optimal dapat membuat perusahaan lebih berhati-hati dalam memperluas portofolio.

Strategi ini mencerminkan pendekatan Apple yang cenderung mengutamakan validasi pasar sebelum memperkenalkan kategori produk baru secara masif. Perusahaan dikenal tidak terburu-buru dalam mengadopsi tren, tetapi memilih menunggu hingga teknologi dan ekosistem benar-benar matang. Oleh karena itu, iPhone Flip kemungkinan tidak akan langsung menyusul dalam waktu singkat setelah iPhone Fold. Spekulasi industri bahkan menyebut baru akan rilis paling cepat pada 2027, tergantung kesiapan teknologi dan permintaan konsumen.

3. Strategi multiform factor di pasar smartphone lipat

Galaxy Z Flip 7 FE
Galaxy Z Flip 7 FE (samsung.com)

Eksplorasi Apple terhadap lebih dari satu desain smartphone lipat mencerminkan strategi multiform factor yang lebih terencana. Perusahaan tidak terpaku pada satu bentuk perangkat, melainkan berupaya untuk memahami preferensi pengguna secara komprehensif. Langkah ini membuka peluang untuk menyiapkan produk yang relevan bagi berbagai skenario, mulai dari kebutuhan produktivitas layar luas hingga pengalaman ringkas dan praktis. Strategi tersebut juga memberi ruang bagi Apple untuk menyesuaikan arah pengembangan berdasarkan respons pasar terhadap generasi smartphone lipat pertamanya.

Pengujian perangkat bergaya clamshell seperti iPhone Flip dapat dipandang sebagai langkah antisipatif agar tetap kompetitif tanpa mengorbankan standar kualitas internal. Jika benar meluncur, model flip berpotensi melengkapi lini smartphone lipat Apple sekaligus menjangkau pengguna yang menginginkan perangkat flagship berbentuk lebih ringkas. Namun, realisasinya tetap bergantung pada kesiapan teknologi, arah strategi produk, dan penerimaan pasar global terhadap smartphone lipat.

Lebih jauh, pendekatan multidesain memberi fleksibilitas bagi Apple dalam membangun ekosistem aplikasi dan optimalisasi sistem operasi khusus perangkat lipat. Pengalaman layar besar tentu membutuhkan penyesuaian berbeda dibanding perangkat kompak yang menekankan kepraktisan buka-tutup. Melalui pengujian berbagai format sejak tahap awal, Apple dapat mengumpulkan data internal guna menyempurnakan integrasi perangkat keras dan perangkat lunak.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Latest in Tech

See More