Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tencent White Paper: Industri Game Indonesia Terus Tumbuh
Tencent White Paper Report (IDN Times/Fatkhur Rozi)
  • Industri game Indonesia menghasilkan nilai ekonomi besar, tetapi kontribusi pengembangan dan penerbitan game hanya 7 persen pada 2025.

  • Perangkat keras, esports, dan retail menjadi penopang utama nilai tambah industri game Indonesia, sementara studio lokal masih perlu diperkuat.

  • Coral Island membuktikan potensi developer Indonesia, dengan kebutuhan lanjutan pada pendanaan, IP, talenta, dan akses pasar internasional.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2023

Coral Island, game simulasi pertanian yang dikembangkan Stairway Games, dirilis.

2025

Industri game Indonesia menghasilkan nilai tambah ekonomi US$1,8 miliar dan mendukung sekitar 257.400 pekerjaan. Sektor pengembangan dan penerbitan game menyumbang 7 persen dari total nilai tambah.

2030

Kontribusi nilai tambah industri game nasional diperkirakan mencapai US$3,3 miliar. Jumlah pekerjaan yang didukung industri game diproyeksikan dapat mencapai 476.600.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Industri game Indonesia menghasilkan nilai tambah ekonomi US$1,8 miliar pada 2025, tetapi pengembangan dan penerbitan game hanya menyumbang 7 persen.
  • Who?
    Developer dan penerbit game lokal, Access Partnership, Tencent, serta Stairway Games melalui Coral Island.
  • Where?
    Indonesia, dalam konteks industri game di kawasan Asia Tenggara.
  • When?
    Pada 2025; Coral Island dirilis pada 2023 dan proyeksi pertumbuhan disebut hingga 2030.
  • Why?
    Kontribusi pengembangan game masih kecil karena nilai tambah industri lebih banyak berasal dari hardware, esports, dan retail.
  • How?
    Penguatan dapat dilakukan melalui pendanaan studio, akses IP, pengembangan talenta, penerbitan, distribusi, dan jaringan bisnis internasional.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Industri game di Indonesia menghasilkan banyak uang, tetapi game buatan developer lokal masih sedikit menyumbang. Banyak uang datang dari komputer, keyboard, dan aksesori gaming. Coral Island buatan Stairway Games sudah laku lebih dari satu juta kopi. Developer lokal perlu dukungan dana, talenta, dan penerbit agar lebih banyak game Indonesia dikenal di dunia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Nilai ekonomi industri game Indonesia yang besar menunjukkan adanya pasar dan ekosistem yang terus berkembang. Keberhasilan Coral Island juga membuktikan bahwa studio lokal mampu menghasilkan produk yang diminati pemain internasional. Dengan peluang tersebut, penguatan pendanaan, talenta, IP, dan jaringan bisnis dapat memperluas kontribusi developer dalam negeri.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Industri game Indonesia menunjukkan potensi ekonomi yang cukup besar di kawasan Asia Tenggara. Laporan terbaru bertajuk Are You Gaming? The Video Game Industry: Unlocking the Next Level of Economic and Social Development in Southeast Asia mencatat bahwa industri game Indonesia menghasilkan pendapatan sekitar US$1,3 miliar sepanjang 2025. Angka tersebut menunjukkan bahwa aktivitas gaming kini menjadi bagian penting dalam perkembangan ekonomi digital dan industri kreatif nasional.

Meski memiliki nilai ekonomi yang besar, kontribusi pengembangan game di Indonesia ternyata masih relatif kecil dibandingkan sektor lainnya. Berdasarkan laporan yang disusun Access Partnership untuk Tencent tersebut, sektor pengembangan dan penerbitan game hanya menyumbang 7 persen dari total nilai tambah industri game Indonesia pada 2025. Sebaliknya, kontribusi terbesar justru berasal dari sektor perangkat keras dan aksesori gaming.

Temuan ini memperlihatkan adanya perbedaan antara besarnya aktivitas ekonomi industri gaming dengan kontribusi dari pengembangan game itu sendiri. Indonesia memang memiliki ekosistem gaming yang terus berkembang, tetapi potensi tersebut masih perlu diimbangi dengan penguatan developer dan penerbit game dalam negeri. Kondisi ini menjadi salah satu tantangan penting apabila Indonesia ingin meningkatkan daya saing industri game di tingkat regional maupun global.

1. Industri game Indonesia didominasi perangkat keras

dok. Fantech

Laporan Access Partnership mencatat bahwa industri game Indonesia menghasilkan nilai tambah ekonomi sebesar US$1,8 miliar pada 2025. Kontribusi tersebut setara dengan sekitar 0,12 persen dari produk domestik bruto (PDB) nasional, sekaligus mendukung sekitar 257.400 pekerjaan melalui aktivitas ekonomi langsung, tidak langsung, dan dampak lanjutan dari konsumsi pekerja.

Menariknya, hampir separuh kontribusi nilai tambah industri tersebut berasal dari sektor hardware dan peripherals dengan porsi mencapai 47 persen. Sektor ini mencakup aktivitas produksi dan penjualan perangkat gaming, mulai dari komputer, laptop, keyboard, mouse, hingga berbagai aksesori yang digunakan untuk bermain game. Sementara itu, sektor esports menyumbang 24 persen dan retail berkontribusi sebesar 22 persen.

Di sisi lain, sektor game development and publishing hanya memberikan kontribusi sekitar 7 persen dari keseluruhan nilai tambah industri game Indonesia. Angka tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi gaming nasional masih lebih banyak ditopang oleh perangkat keras, esports, dan penjualan produk gaming dibandingkan pengembangan serta penerbitan game. Meski begitu, persentase tersebut tidak secara langsung menunjukkan pangsa pasar game buatan Indonesia karena laporan menggunakan pendekatan kontribusi nilai tambah ekonomi dari masing-masing sektor.

2. Indonesia masih punya pekerjaan rumah dalam mengembangkan game lokal

Besarnya kontribusi perangkat keras dalam industri gaming Indonesia tidak terlepas dari perkembangan kemampuan manufaktur dalam negeri. Laporan tersebut menyoroti bahwa Indonesia memiliki kapasitas produksi berbagai perangkat gaming, termasuk kursi gaming, mouse, dan keyboard. Industri komputer lokal juga berkembang melalui kehadiran produsen seperti Axioo dan Zyrex, serta aktivitas produksi perusahaan global seperti ASUS.

Namun, perkembangan sektor perangkat keras belum diikuti kontribusi yang sama besar dari aktivitas pengembangan dan penerbitan game. Kondisi ini menjadi perhatian karena industri game tidak hanya menawarkan peluang ekonomi melalui penjualan perangkat, tetapi juga melalui penciptaan produk digital dan intellectual property (IP). Game yang berhasil dikembangkan menjadi IP memiliki peluang untuk terus menghasilkan nilai ekonomi melalui penjualan, pengembangan produk lanjutan, dan ekspansi ke pasar internasional.

Perbedaan struktur industri tersebut juga terlihat ketika Indonesia dibandingkan dengan negara Asia Tenggara lainnya. Singapura, misalnya, memiliki kontribusi yang lebih besar dari sektor pengembangan dan penerbitan game, yang mencapai 67 persen dari nilai tambah industri game negaranya. Perbandingan ini memperlihatkan bahwa setiap negara memiliki kekuatan industri yang berbeda, sekaligus menunjukkan peluang Indonesia untuk memperkuat kapasitas pengembangan game di dalam negeri.

3. Kesuksesan Coral Island menunjukkan potensi developer Indonesia

Coral Island

Meski kontribusi pengembangan game masih relatif kecil, Indonesia sebenarnya memiliki sejumlah contoh keberhasilan dalam menciptakan game yang mampu menjangkau pasar internasional. Salah satunya adalah Coral Island, game simulasi pertanian yang dikembangkan oleh Stairway Games. Game yang dirilis pada 2023 tersebut menjadi salah satu studi kasus yang diangkat dalam laporan Access Partnership.

Berdasarkan laporan tersebut, Coral Island telah terjual lebih dari satu juta kopi dan menghasilkan pendapatan lebih dari US$25 juta. Pencapaian ini menunjukkan bahwa studio asal Indonesia memiliki kemampuan untuk mengembangkan produk game yang diminati pemain internasional. Keberhasilan tersebut juga memperlihatkan potensi ekonomi dari pengembangan IP game orisinal yang dapat dipasarkan secara global.

Namun, keberhasilan satu judul game belum cukup untuk menggambarkan kekuatan industri pengembangan game nasional secara keseluruhan. Tantangan berikutnya adalah menciptakan ekosistem yang memungkinkan lebih banyak studio lokal mengembangkan produk dengan kualitas kompetitif dan menjangkau pasar internasional. Untuk mencapai kondisi tersebut, dukungan terhadap developer tidak hanya diperlukan pada tahap produksi, tetapi juga dalam pendanaan, penerbitan, distribusi, dan pengembangan bisnis.

4. Pendanaan dan penguatan IP menjadi kebutuhan developer lokal

Laporan Access Partnership turut mengidentifikasi sejumlah langkah yang dapat dilakukan untuk memperkuat industri pengembangan game Indonesia. Salah satu rekomendasinya adalah menyediakan instrumen pendanaan khusus bagi studio lokal, termasuk hibah pengembangan prototipe, skema pendanaan pendamping, dan pinjaman dengan persyaratan yang lebih ringan. Dukungan tersebut dinilai penting untuk membantu developer membiayai proses pengembangan sekaligus memperbesar skala bisnis mereka.

Selain pendanaan, penguatan ekosistem intellectual property juga menjadi perhatian dalam laporan tersebut. Proses pendaftaran, valuasi, dan pembiayaan berbasis IP direkomendasikan agar lebih mudah diakses oleh pelaku industri. Tujuannya adalah membantu studio mempertahankan nilai ekonomi dari karya yang mereka ciptakan, sekaligus membuka peluang untuk mengembangkan bisnis penerbitan game secara berkelanjutan.

Pengembangan talenta juga menjadi bagian penting dalam rekomendasi tersebut. Access Partnership mendorong penguatan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan industri, program pengalaman kerja, serta akses ke jaringan bisnis internasional. Inisiatif seperti Indonesia Game Developer Exchange (IGDX) disebut dapat menjadi salah satu sarana untuk mempertemukan developer lokal dengan publisher, investor, dan mitra bisnis dari berbagai negara.

5. Industri game Indonesia berpotensi terus tumbuh hingga 2030

Luat Sihombing, Director of Games, Kementerian Ekraf RI (IDN Times/Fatkhur Rozi)

Terlepas dari tantangan yang dihadapi developer lokal, prospek industri game Indonesia masih cukup menjanjikan dalam beberapa tahun mendatang. Access Partnership memperkirakan kontribusi nilai tambah industri game nasional berpotensi mencapai US$3,3 miliar pada 2030 apabila pertumbuhannya didukung kebijakan yang mampu mempercepat perkembangan industri. Angka tersebut meningkat cukup signifikan dibandingkan kontribusi sebesar US$1,8 miliar yang diperkirakan tercapai pada 2025.

Potensi pertumbuhan tersebut juga berkaitan dengan penciptaan lapangan kerja di berbagai sektor industri gaming. Dalam skenario pertumbuhan yang dipercepat, jumlah pekerjaan yang didukung industri game Indonesia diproyeksikan dapat mencapai 476.600 pada 2030. Proyeksi ini mencakup berbagai aktivitas ekonomi dalam ekosistem game, sehingga tidak terbatas pada profesi developer maupun atlet esports.

Meski begitu, pertumbuhan industri gaming Indonesia tidak cukup hanya diukur dari meningkatnya penjualan perangkat atau besarnya jumlah pemain. Penguatan kemampuan studio lokal dalam menciptakan dan menerbitkan game juga menjadi bagian penting untuk meningkatkan nilai ekonomi industri kreatif nasional. Kesuksesan game seperti Coral Island menunjukkan peluang tersebut sudah ada, tetapi pengembangan ekosistem yang lebih kuat diperlukan agar semakin banyak game buatan Indonesia mampu bersaing di pasar global.

Curated For You

Editorial Team

Related Article