penampilan visual iPhone Duo (apple.com)
Salah satu kritik terhadap iPhone Air adalah desain tipisnya dinilai mengorbankan terlalu banyak hal. Sebagian pengguna bahkan berpendapat bahwa bodi yang sedikit lebih tebal bisa memberikan grip lebih nyaman sekaligus ruang baterai tambahan. Namun, menurut tinjauan dari AppleInsider, ketipisan iPhone Air memang menjadi tujuan utama, sekaligus kemungkinan sebagai pijakan teknologi untuk perangkat Apple berikutnya.
Pada iPhone Duo, ketipisan tersebut memiliki fungsi yang lebih jelas karena mendukung mekanisme layar lipat. Saat dibuka, perangkat ini disebut memiliki ketebalan 0,21 inci, sedikit lebih tipis dibandingkan iPhone Air yang berukuran 0,22 inci. Sementara itu, ketika dilipat, ketebalannya mencapai 0,44 inci, atau hanya sekitar 0,1 inci lebih tebal daripada iPhone 18 Pro Max.
Meski begitu, desain ini tetap membawa kompromi. Ketipisan iPhone Duo membuat Apple tidak dapat menyertakan kamera telefoto jarak jauh. Keterbatasan ruang juga disebut menjadi salah satu tantangan dalam menghadirkan sensor Face ID di beberapa sisi perangkat, terutama karena ruang internal dibutuhkan untuk dua baterai.
Apple tampaknya memilih pendekatan yang lebih konservatif untuk generasi pertama iPhone lipatnya. Bingkai titanium, layar bagian dalam 10 lapis, dan klaim daya tahan baterai hingga 24 jam penggunaan campuran menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara ketipisan, kekuatan, dan segi fungsi.