Marvel's Wolverine vs Marvel's Spider-Man, Mana yang Lebih Baik?

- Marvel's Wolverine (2026) mengikuti Logan tiga tahun setelah keluar dari Team X, saat ia menyelamatkan mutan dari miliarder Bolivar Trask.
- Wolverine menawarkan kombat jarak dekat yang brutal, berdarah, dan cerita lebih gelap; Spider-Man mengandalkan kelincahan, gadget, serta nuansa cerita lebih ringan.
- Spider-Man unggul dalam dunia terbuka Manhattan, mobilitas web-swinging, dan konten sampingan; Wolverine memakai struktur linear dengan eksplorasi serta aktivitas tambahan lebih terbatas.
Marvel's Wolverine (2026) baru saja meluncur pada Selasa (15/9/2026). Sesuai dengan judulnya, ia mengangkat kisah Logan, salah satu mutan sekaligus anggota tim X-Men paling ikonis yang dikenal dengan sebutan Wolverine. Berlatar tiga tahun setelah dirinya angkat kaki dari Team X, sebuah unit operasi rahasia beranggotakan para mutan, kamu diajak untuk mengikuti perjalanannya dalam menyelamatkan sesama mutan dari Bolivar Trask, yang dalam game ini dikisahkan sebagai seorang miliarder.
Marvel's Wolverine sebetulnya bukanlah game superhero pertama yang dikembangkan oleh Insomniac Games. Sebelumnya, mereka pernah mengangkat Spider-Man, superhero komik Marvel yang tak kalah ikonis dengan Wolverine, ke dalam game berjudul Marvel's Spider-Man (2018). Game ini kemudian diikuti oleh spin-off berjudul Marvel's Spider-Man: Miles Morales (2020) dan sekuel, Marvel's Spider-Man 2 (2023).
Karena dikembangkan oleh studio yang sama, tidak heran kalau banyak gamer, terutama para penggemar Marvel, membandingkan Marvel's Wolverine dan Marvel's Spider-Man. Lantas, apakah Marvel's Wolverine memang lebih unggul ketimbang Marvel's Spider-Man?
1. Marvel's Wolverine hadir dengan kombat brutal dan penuh darah

cuplikan pertarungan dalam Marvel's Wolverine (dok. Insomniac Games/Marvel's Wolverine) Pertarungan atau kombat hampir selalu menjadi elemen wajib di setiap game superhero, tak terkecuali Marvel's Wolverine. Sebagai petarung jarak dekat, Wolverine mengandalkan cakar adamantium untuk menghabisi musuh secara brutal. Dia juga mempunyai kemampuan Rage yang dapat terisi saat menyerang dan melakukan parry sehingga membuat tingkat agresivitasnya semakin kuat ketika bertarung.
Berbeda dengan rekannya di X-Men, Spider-Man cenderung mengandalkan kelincahan dan Spider-Sense ketika berhadapan dengan para penjahat. Kemampuan tersebut memudahkannya untuk menghindari serangan musuh yang datang dari berbagai arah. Selain itu, kamu dapat memanfaatkan jaring laba-laba dan gadget canggih untuk melumpuhkan mereka tanpa perlu menggunakan aksi yang berdarah-darah.
2. Marvel's Wolverine dan Marvel's Spider-Man menyajikan nuansa cerita berbeda

Spider-Man (dok. Insomniac Games/Marvel's Spider-Man) Dalam berbagai kemunculannya di komik maupun film, Spider-Man memang sering bertingkah ceria, humoris dan sedikit bawel. Cerita-ceritanya pun tidak jauh-jauh dari perjuangannya dalam menyeimbangkan kehidupan pribadi dengan tanggung jawab sebagai superhero pelindung kota New York. Pendekatan tersebut kemudian diangkat dalam Marvel's Spider-Man yang membuat ceritanya terasa ringan dan mudah dinikmati oleh berbagai kalangan.
Di balik kepribadiannya yang sedikit kasar, Wolverine sebenarnya menyimpan banyak pengalaman traumatis di sepanjang hidupnya. Dia pernah menjadi korban eksperimen Weapon X, kehilangan ingatan dan jati diri, hingga merasakan penderitaan luar biasa akibat keberadaan logam adamantium yang tertanam dalam tubuhnya. Alhasil, nuansa cerita dalam Marvel's Wolverine terasa jauh lebih serius dan dark daripada Marvel's Spider-Man.
3. Konsep open world menjadi keunggulan Marvel's Spider-Man

Marvel's Wolverine (dok. Insomniac Games/Marvel's Wolverine) Desain dunia menjadi salah satu perbedaan paling mencolok antara Marvel's Wolverine dan game superhero buatan Insomniac Games sebelumnya. Pasalnya, kamu tidak dapat melakukan eksplorasi secara leluasa dalam Marvel's Wolverine sebab dunia gamenya telah dirancang secara linier. Walaupun demikian, kamu masih dapat mengunjungi Kanada yang lekat dengan kisah asal-usul sang mutan bercakar, Madripoor yang merupakan negara kepulauan fiktif di Asia Tenggara, serta berbagai lokasi penting lainnya.
Ketika desain dunia menjadi salah satu catatan Marvel's Wolverine, hal ini justru menjadi salah satu kekuatan utama Marvel's Spider-Man yang terus dipertahankan lewat seri-seri setelahnya. Mengusung konsep dunia terbuka (open world), kamu dapat menjelajahi kota Manhattan yang terbagi menjadi sekitar 800 petak wilayah berukuran 128 x 128 meter. Setiap area dapat kamu eksplorasi secara bebas, lengkap dengan berbagai aktivitas para non-playable character (NPC) di jalanan yang membuat suasana kota terasa hidup dan realistis.
4. Pergerakan Marvel's Spider-Man lebih bebas daripada Marvel's Wolverine

Marvel's Spider-Man (dok. Insomniac Games/Marvel's Spider-Man) Masih berkaitan dengan desain dunia pada poin sebelumnya, kedua protagonis dari masing-masing game memiliki cara tersendiri untuk melakukan penjelajahan. Dalam Marvel's Spider-Man, kamu dapat berayun dari satu gedung ke gedung lainnya sekaligus melakukan gerakan akrobatik yang keren selama di udara. Tak hanya itu, kamu pun dapat memanjat gedung untuk melihat berbagai sudut kota sebelum melakukan web-swinging.
Karena tidak dikembangkan sebagai sebuah game open world layaknya Marvel's Spider-Man, kamu tidak bisa melakukan penjelajahan secara bebas dalam Marvel's Wolverine. Alih-alih menawarkan dunia yang nyaris tidak ada batasnya, game adaptasi salah satu anggota tim X-Men terkenal ini hadir dengan pendekatan yang lebih membumi dan grounded. Ketika tidak sedang bertarung atau menjalankan misi utama, kamu dapat menyusuri lingkungan dengan berjalan, berlari, serta menggunakan berbagai kemampuan traversal ala Wolverine, meski fiturnya tidak seambisius Marvel's Spider-Man.
5. Dari segi konten sampingan, Marvel's Spider-Man lebih melimpah

Marvel's Wolverine (dok. Insomniac Games/Marvel's Wolverine) Marvel's Wolverine menghadirkan sejumlah konten sampingan yang bisa kamu nikmati. Kamu dapat mengajak Wolverine terjun ke dalam Nightmare Doors untuk mengakses kembali ingatannya yang hilang sekaligus memperoleh hadiah berupa gear dan Ability Points (AP) untuk meningkatkan skill. Sayangnya, game ini tidak memiliki side mission dengan alur cerita yang berdiri sendiri dan terpisah dari misi utama.
Hal ini tentunya menjadi keunggulan tersendiri bagi Marvel's Spider-Man yang dikenal kaya akan konten sampingan sejak pertama kali meluncur. Ia menyediakan 16 side mission yang dapat kamu selesaikan sesuai keinginan. Belum puas dengan konten side mission-nya? Tenang, kamu bakal dimanjakan dengan beragam aktivitas sampingan yang bisa kamu lakukan sembari mengisi waktu luang, misalnya mengumpulkan 55 tas milik Peter Parker atau menghentikan aksi kriminal jalanan yang muncul secara acak di penjuru kota.
Tidak ada satu tolok ukur yang mengatakan secara pasti kalau Marvel's Wolverine lebih baik daripada Marvel's Spider-Man karena semuanya kembali pada preferensimu. Marvel's Wolverine cocok jika kamu menginginkan game superhero dengan kombat brutal serta pendekatan cerita yang dewasa. Jika kamu mencari game superhero dengan nuansa yang lebih berwarna dan dunia luas dengan beragam aktivitas, Marvel's Spider-Man bisa menjadi pilihan yang patut dicoba.





















