5 Kesamaan Film Resident Evil 2026 dengan Game RE2

- Film Resident Evil (2026) mengikuti Bryan, kurir medis di Raccoon City, dengan cerita paralel terhadap Resident Evil 2 tanpa mengulang kisah Leon S. Kennedy atau Claire Redfield.
- T-Virus kembali memicu wabah zombi dan makhluk mutasi; sebagai warga sipil, Bryan harus bertahan serta beradaptasi cepat di tengah ancaman biologis.
- Film mempertahankan nuansa survival horror RE2 dan menyertakan item ikonik seperti healing spray, herb, typewriter, serta gembok kombinasi; skor kritik Rotten Tomatoes mencapai 97 persen.
Film Resident Evil (2026) garapan sutradara Zach Cregger menghadirkan angin segar bagi para penggemar waralaba horor populer ini. Alih-alih kembali menceritakan kisah Leon S. Kennedy atau Claire Redfield, film ini memilih untuk membawa sudut pandang baru melalui karakter bernama Bryan, seorang kurir medis yang terjebak di tengah kekacauan.
Menariknya, meski mengusung alur cerita tersendiri, peristiwa dalam film ini berlangsung secara paralel dengan kejadian dalam game Resident Evil 2 (RE2). Tak heran jika ada banyak elemen familiar yang akan membuat para gamer merasa nostalgia saat menontonnya. Kira-kira apa saja kemiripan antara film Resident Evil (2026) dan game Resident Evil 2?
1. Kembali mengambil latar di Raccoon City yang ikonik

poster Resident Evil 2 (dok. Capcom/Resident Evil 2) Raccoon City selalu punya tempat khusus di hati para penggemar seri Resident Evil. Dalam versi game RE2, kota ini menjadi saksi bisu kehancuran akibat penyebaran T-Virus. Nah, film Resident Evil (2026) juga menggunakan kota yang sama sebagai panggung utama cerita. Zach Cregger mengonfirmasi bahwa garis waktu perjalanan Bryan berjalan berdampingan dengan peristiwa yang dialami Leon dan Claire. Latar kota yang penuh kepanikan ini menjadi jembatan utama yang menghubungkan versi film dengan versi gamenya.
2. Kembalinya ancaman T-Virus dan makhluk mutasi

William Birkin dalam wujud monster dalam RE2 (dok. Capcom/Resident Evil 2 Remake) Bicara soal Resident Evil 2, tentu tidak bisa dilepaskan dari T-Virus yang mengubah warga kota menjadi zombi mengerikan. Elemen krusial ini dipastikan tetap menjadi fondasi utama dalam film terbarunya. Selama menjalankan misi pengantarannya, Bryan harus berhadapan langsung dengan ancaman biologis tersebut. Mengutip dari Entertainment Weekly, sang sutradara menegaskan bahwa film ini menampilkan zombi biasa dan juga berbagai makhluk mutasi hasil dari penyebaran T-Virus.
3. Zombi menjadi ancaman bagi karakter utama

cuplikan trailer Resident Evil 2026 (dok. Columbia Pictures/Resident Evil) Zombi sama-sama menjadi elemen utama dalam Resident Evil 2026 dan RE2. Namun, keduanya memiliki perbedaan. Salah satu daya tarik RE2 adalah perasaan tertekan saat harus bertahan hidup di tempat asing. Film versi 2026 mencoba mereplikasi sensasi tersebut melalui karakter Bryan. Berbeda dengan tokoh seperti Chris Redfield yang merupakan anggota pasukan khusus terlatih, Bryan hanyalah warga sipil biasa. Ia harus belajar beradaptasi dengan cepat di tengah situasi yang mengancam nyawa. Hal ini membuat tensi bertahan hidup jauh lebih realistis dan mencekam bagi penonton.
4. Kehadiran berbagai item ikonik khas game

latar game Resident Evil 2 (dok. Capcom/Resident Evil 2) Para pemain game Resident Evil pasti sudah sangat akrab dengan berbagai barang pendukung keselamatan seperti herb atau healing spray. Kabar baiknya, elemen-elemen gameplay tersebut tidak dilupakan begitu saja dalam versi film. Melalui laporan GamesRadar, Zach Cregger turut memasukkan sejumlah easter egg berupa item ikonik ke dalam jalan cerita. Penonton nantinya bisa melihat keberadaan healing spray, herb, mesin tik (typewriter), hingga gembok kombinasi (padlock) yang kerap menjadi bagian dari teka-teki di dalam game.
5. Tetap mempertahankan esensi survival horror murni

poster Resident Evil 2026 (dok. Columbia Pictures/Resident Evil) Tidak sedikit adaptasi live-action Resident Evil terdahulu yang dinilai terlalu berfokus pada genre action ketimbang horor. Namun, film Resident Evil (2026) berjanji untuk mengembalikan akar utamanya, yaitu survival horror. Visi Zach Cregger dalam proyek ini adalah menjaga atmosfer ketakutan dan rasa terisolasi yang menjadi ciri khas RE2. Artinya, film ini membawa pengalaman horor yang relevan dengan dunia Resident Evil 2.
Di situs agregator Rotten Tomatoes, film ini sukses meraup skor kritik mencapai 97 persen. Angka tersebut menjadikannya sebagai adopsi film live-action dengan rating tertinggi dalam sejarah waralaba Resident Evil. Film ini sudah tayang di bioskop Indonesia sejak 16 September 2026.















![[QUIZ] Dari Tools AI Favorit, Kami Tebak Kepribadianmu Sebenarnya](https://image.idntimes.com/post/20250515/pexels-theshantanukr-17603742-8ed9de860b0ace40589a8766fe9a17d0-c62031e2749672f36640c201b13a86d9.jpg)






