ilustrasi menggunakan smartphone (unsplash.com/Swello)
Meskipun mematikan HP dapat menghentikan komunikasi seluler normal dari perangkat tersebut, pengguna tetap perlu memperhatikan keamanan digital secara keseluruhan. Terlebih, ancaman penyadapan tidak hanya berasal dari intersepsi jaringan, tetapi juga bisa melibatkan malware, pencurian kredensial, hingga eksploitasi kerentanan perangkat. Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko tersebut.
Pertama, perbarui sistem operasi. Instal pembaruan keamanan agar kerentanan yang sudah diketahui dapat ditambal. Kedua, hindari aplikasi mencurigakan. Unduh aplikasi dari toko resmi dan periksa izin akses yang diminta. Ketiga, gunakan autentikasi berlapis seperti autentikasi dua faktor pada akun penting. Keempat, periksa perangkat yang terhubung dan sesi login yang tidak dikenal. Kelima, pilih layanan komunikasi yang menerapkan enkripsi end-to-end untuk melindungi isi percakapan. Langkah-langkah tersebut memang tidak menjamin seseorang sepenuhnya bebas dari ancaman penyadapan. Namun, kebiasaan menjaga keamanan perangkat dapat membantu mengurangi risiko akses tidak sah terhadap informasi pribadi.
Dalam kondisi benar-benar mati, smartphone pada umumnya tidak dapat melakukan komunikasi seluler normal yang menjadi objek intersepsi jaringan. Penyadap tidak bisa begitu saja mendengarkan panggilan yang tidak sedang berlangsung atau mengambil komunikasi baru dari perangkat yang tidak aktif. Namun, kondisi ini perlu dibedakan dari fitur pelacakan perangkat yang masih dapat bekerja melalui mekanisme khusus, seperti Find My pada iPhone, maupun kemungkinan kompromi pada tingkat perangkat keras atau firmware.