Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Kekurangan Terbesar Laptop Gaming, Pahami Dulu sebelum Beli
ilustrasi laptop gaming (lenovo.com)
  • Laptop gaming dikenal punya performa tinggi, tapi kekurangannya mencakup suara kipas yang berisik, baterai boros, dan ukuran bodi yang besar serta berat.
  • Harga laptop gaming jauh lebih mahal dibanding laptop biasa, dengan kisaran mulai Rp9 jutaan hingga puluhan juta rupiah tergantung merek dan spesifikasi.
  • Konsumsi daya listrik laptop gaming mencapai 150–350 watt, membuatnya kurang efisien dan bisa memengaruhi tagihan listrik rumah pengguna.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Laptop gaming merupakan salah satu jenis laptop dengan performa paling tinggi. Spesifikasinya juga rata kanan, mulai dari prosesor Intel Core i9 series, panel OLED 120Hz, baterai 99 Wh, hingga penggunaan GPU GeForce RTX 50 series. Semua spesifikasi tersebut membuat laptop gaming menjadi perangkat gaming yang gahar.

Namun, spesifikasi tinggi tak semena-mena membuatnya menjadi laptop terbaik. Ada beberapa kekurangan terbesar laptop gaming yang harus dihindari oleh banyak orang, seperti kipas berisik hingga daya tahan baterai yang loyo. Masih bimbang beli laptop gaming karena kekurangannya? Simak dulu pembahasan berikut!

1. Laptop gaming punya suara kipas yang berisik

ilustrasi laptop gaming (rog.asus.com)

Laptop gaming juga memiliki kipas yang digunakan untuk membuang panas. Kipas laptop gaming biasanya menghasilkan suara yang jauh lebih besar dan berisik jika dibandingkan dengan laptop lain. Hal tersebut terjadi karena ukuran kipas yang besar, jumlah kipas yang banyak, dan putaran kencang. Karena kencang dan berisik, penggunaan laptop gaming akan terasa kurang nyaman. Dilansir Jarrods Tech, ASUS ROG Flow, HP Victus, TUF Gaming, Razer Blade, dan Lenovo LOQ merupakan beberapa laptop gaming dengan suara kipas paling berisik.

2. Punya baterai yang boros

ilustrasi laptop gaming (asus.com)

Jika dibandingkan dengan laptop biasa, laptop gaming punya baterai yang jauh lebih boros. Kebanyakan laptop gaming hanya mampu bertahan sekitar 2-4 jam tanpa dicas. Umumnya, laptop biasa bisa bertahan sekitar 5 hingga 22 jam. Jika tidak dicolok atau tidak dicas, performa laptop gaming juga akan menurun.

Dilansir PC International, ada beberapa tips untuk meningkatkan daya tahan baterai laptop gaming, seperti atur power settings, turunkan brightness layar, update semua driver, turunkan pengaturan gaming, dan gunakan mode hemat daya ketika tidak bermain game. Kamu juga bisa mengecas laptop saat bermain game. Tak hanya bikin baterai tetap penuh, performa laptop juga bisa meningkat.

3. Laptop gaming terlalu besar dan berat

ilustrasi laptop gaming (rog.asus.com)

Laptop gaming bukan pilihan yang bijak jika kamu mencari laptop tipis dan ringan. Laman resmi Intel menjelaskan kalau bobot laptop gaming ada di angka 2 hingga 3,6 kilogram. Di sisi lain, laptop konvensional bobotnya hanya sekitar 1 kilogram. Ada juga laptop ultra tipis yang bobotnya di bawah 1 kilogram sehingga sangat nyaman dibawa kemana pun. Ada beberapa aspek yang mempengaruhi bobot laptop, seperti ukuran layar, ukuran baterai, material yang digunakan, hingga komponen di dalam laptop itu sendiri.

4. Laptop gaming punya harga yang tinggi

ilustrasi laptop gaming (asus.com)

Kamu bisa membeli laptop konvensional dengan harga yang cukup terjangkau, yaitu mulai Rp4 jutaan. Ada laptop kelas bawah di Rp4 juta--6 jutaan, laptop kelas menengah di Rp7 juta--15 jutaan, dan laptop kelas atas di harga Rp15 jutaan ke atas. Harga laptop gaming jauh lebih tinggi, bahkan laptop gaming terjangkau seperti Axioo Pongo sekalipun punya banderol harga mulai Rp9 jutaan. Jika mendambakan laptop gaming dari merek internasional seperti ASUS ROG atau Lenovo LOQ harganya lebih tinggi, yaitu Rp10 juta--30 jutaan. Ada juga laptop gaming kelas atas yang harganya mencapai Rp80 jutaan.

5. Laptop gaming boros listrik

ilustrasi laptop gaming (rog.asus.com)

Karena mesin yang ngebut dan performa tinggi, laptop gaming punya konsumsi listrik yang sangat besar. Dilansir Croma Unboxed dan Anker, laptop gaming bisa memakan daya listrik sekitar 150 hingga 350 watt. Laptop konvesional jauh lebih irit dengan konsusmi daya rata-rata yang hanya 30-70 watt. Namun, konsumsi daya laptop konvensional juga bisa menurun hingga 5 watt. Hal tersebut akan berpengaruh terhadap tagihan listrik di rumah kamu. Jika menggunakan listrik berdaya rendah, jug ada kemungkinan laptop gaming tak bisa mengecas.

Berbagai kekurangan terbesar laptop gaming tersebut bisa menjadi pertimbangan sebelum kamu membelinya. Laptop gaming sendiri benar-benar memfokuskan semuanya ke kemampuan gaming dan seakan-akan menganaktirikan aspek lain. Jika menginginkan laptop ringan, stylish, hemat daya, atau laptop dengan harga terjangkau, maka laptop gaming tak akan cocok buat kamu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team