Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Kekurangan TV QLED yang Harus Diketahui Sebelum Beli
ilustrasi TV (Unsplash/Nicolas J Leclercq)
  • TV QLED menawarkan warna cerah dan harga lebih terjangkau dibanding OLED, namun masih berbasis teknologi LED tradisional dengan peningkatan tertentu.
  • Kelemahan utama TV QLED meliputi warna hitam kurang pekat, efek halo pada adegan terang, serta sudut pandang sempit yang memengaruhi akurasi warna.
  • Selain itu, TV QLED memiliki waktu respons lambat yang menimbulkan motion blur dan konsumsi daya tinggi akibat penggunaan backlight yang selalu aktif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

QLED TV merupakan pilihan menarik di kelas terjangkau hingga menengah, dengan keunggulan warna yang cerah berkat teknologi quantum dot yang bekerja bersama backlight. Dibanding TV OLED, harga TV QLED biasanya lebih ramah kantong dan tetap menawarkan tampilan visual yang luar biasa untuk menikmati berbagai macam konten. Akan tetapi, TV QLED sebenarnya masih berbasis teknologi LED tradisional dengan beberapa peningkatan, sehingga perbedaannya tidak sepenuhnya revolusioner. Maka dari itu, penting untuk memahami bahwa TV QLED juga memiliki keterbatasan atau kekurangan tertentu dan berikut beberapa di antaranya.

1. Warna hitamnya tidak terlalu gelap

ilustrasi TV (Unsplash/Eye Speak)

Banyak orang menilai kualitas TV dari seberapa terang layarnya, padahal kemampuan menampilkan warna hitam yang benar-benar gelap juga sama pentingnya karena berkaitan dengan contrast ratio. Di bagian ini lah TV QLED memiliki kelemahan dibanding TV OLED. Karena TV QLED masih bergantung pada backlight yang menyinari panel, cahaya tidak bisa dimatikan sepenuhnya di tiap piksel. Akibatnya, adegan yang seharusnya gelap pekat sering terlihat agak abu-abu. Meski TV QLED kelas atas mencoba mengatasinya lewat teknologi local dimming, jumlah zona pencahayaan yang terbatas membuat satu zona harus mengatur banyak piksel sekaligus, sehingga contrast ratio-nya tetap belum bisa sepresisi OLED.

2. Efek halo yang mudah terlihat terutama di adegan yang terang

TV QLED memiliki keterbatasan pada jumlah zona dimming yang harus mengatur jutaan piksel, sehingga sering muncul efek blooming atau halo. Ketika ada objek kecil yang sangat terang di atas latar yang gelap, zona lampu di belakangnya akan menyala maksimal, tapi karena ukurannya lebih besar dari objek tersebut, cahaya jadi “bocor” ke area sekitar dan terlihat seperti lingkaran terang yang mengganggu. Efek ini semakin jelas jika dilihat dari samping atau ketika menonton konten HDR, karena kontras terang dan gelapnya lebih ekstrem. Sementara itu, TV OLED tidak mengalami masalah semacam ini karena setiap piksel bisa mengatur cahayanya sendiri secara independen.

3. Sudut pandang yang sempit

ilustrasi TV (Unsplash/Momina Zeshan)

Salah satu kelemahan TV QLED yang masih “warisan” dari teknologi LCD adalah sudut pandang yang terbatas atau sempit jika dibandingkan TV OLED. Agar maksimal, TV QLED idealnya ditonton dari posisi tepat di depan layar, karena jika dilihat dari samping, kualitas gambar bisa terlihat lebih pudar. Warna bisa tampak kurang akurat, hitam berubah jadi keabu-abuan dan efek halo semakin terlihat. Hal ini sebenarnya juga dipengaruhi oleh jenis panel yang digunakan. Panel VA biasanya memiliki kontras yang lebih baik ketika dilihat lurus, tapi sudut pandangnya sempit, sementara IPS lebih fleksibel untuk dilihat dari berbagai posisi meski kontrasnya kalah. Jika ingin digunakan ramai-ramai di ruang keluarga, TV QLED kurang ideal kecuali yang berpanel IPS.

4. Motion blur karena waktu respons yang rendah

Bagi gamer, pecinta olahraga dan penggemar film aksi, waktu respons menjadi faktor penting pada TV karena menentukan seberapa cepat piksel berubah warna. Pada TV QLED, perubahan ini cenderung lebih lambat sehingga ketika menampilkan objek yang bergerak cepat seperti bola atau kendaraan, bisa muncul efek motion blur. Ketika bermain game kompetitif, lambatnya waktu respons ini juga bisa membuat pengalaman bermain jadi kurang responsif. TV QLED memang mencoba mengatasi masalah ini lewat teknik seperti motion smoothing, tapi sering menimbulkan efek samping seperti kualitas gambar yang terasa tidak natural.

5. Konsumsi daya yang tinggi

ilustrasi TV (Unsplash/Glenn Carstens Peters)

Efisiensi daya TV menjadi semakin penting untuk diperhatikan. TV QLED dikenal cenderung lebih boros dibanding TV Mini-LED atau OLED karena bergantung pada backlight yang sangat terang untuk menerangi seluruh layar. Semakin tinggi kecerahan, semakin besar pula konsumsi dayanya. Masalahnya, backlight di TV QLED tetap menyala penuh bahkan ketika menampilkan adegan gelap, sehingga banyak energi yang terbuang sebagai panas ketika backlight tersebut “ditahan” oleh panel. Akibatnya, TV QLED tidak hanya mengonsumsi daya yang lebih besar, tapi juga menghasilkan panas lebih tinggi, yang dalam jangka panjang bisa berpotensi memengaruhi umur TV itu sendiri.

Demikian tadi ulasan mengenai beberapa kekurangan TV QLED yang harus diketahui sebelum beli. Semoga ulasan di atas bermanfaat dan bisa membantumu memilih TV yang tepat.

Editorial Team

Related Article