Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mengapa Instagram Ganti Logo setelah 10 Tahun? Ini Alasan di Baliknya

Mengapa Instagram Ganti Logo setelah 10 Tahun? Ini Alasan di Baliknya
logo baru Instagram (instagram.com/mosseri)
  • Instagram memperbarui wordmark setelah sekitar 10 tahun, dengan desain lebih tajam dan modern yang tetap merujuk akar awal platform serta menonjolkan kesederhanaan, kreativitas, dan koneksi.
  • Gaya tulisan tangan dipilih untuk merefleksikan individualitas dan ekspresi personal; wordmark dibuat lebih tebal serta sederhana, meski sejumlah pengguna menilai beberapa hurufnya sulit dibaca.
  • Pembaruan mencakup motion, antarmuka, dan tipografi baru, sementara ikon kamera serta gradasi khas tetap dipertahankan dengan tampilan lebih halus; wordmark baru sudah mulai muncul di Indonesia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Instagram kembali menyegarkan identitas visualnya setelah mempertahankan wordmark yang sama selama sekitar 10 tahun. Perubahan ini bukan sekadar mengganti bentuk tulisan Instagram, tetapi menjadi bagian dari upaya platform milik Meta tersebut untuk membawa identitasnya tetap terhubung dengan akar awalnya. Kepala Instagram Adam Mosseri mengumumkan wordmark baru tersebut melalui Instagram dan Threads pada Kamis (13/8/2026) malam waktu Indonesia.

Menurut Mosseri, tulisan di bagian atas aplikasi sudah tidak berubah selama 10 tahun sehingga dianggap sudah waktunya mendapatkan penyegaran. Ia menggambarkan desain baru itu sebagai tampilan yang lebih tajam dan modern, tetapi tetap memiliki referensi terhadap identitas awal Instagram. Lantas, mengapa Instagram merasa perlu melakukan perubahan setelah satu dekade?

  1. 1. Setelah 10 tahun berlalu, Instagram merasa waktunya berubah

    ilustrasi seseorang sedang menggulir linimasa instagram
    ilustrasi seseorang sedang menggulir linimasa instagram (unsplash.com/Content Pixie)

    Jika hanya melihat pernyataan Instagram, alasan perubahan logo terdengar cukup sederhana. Pasalnya, desain sebelumnya sudah digunakan selama satu dekade. Namun, di balik alasan tersebut terdapat keinginan untuk membuat identitas Instagram terasa lebih relevan terhadap arah platform saat ini.

    Instagram menyebut wordmark baru tersebut dirancang untuk mengangkat kesederhanaan, kreativitas, dan koneksi yang selama ini menjadi bagian dari karakter platform. Instagram juga tidak ingin sepenuhnya meninggalkan identitas lamanya. Tim desain disebut mengeksplorasi ratusan arah, mulai dari penggunaan huruf kapital, konsep kamera, hingga bentuk tulisan tangan.

  2. 2. Mengapa font Instagram memilih gaya tulisan tangan?

    ilustrasi halaman profil Instagram
    ilustrasi halaman profil Instagram (pexels.com/Solen Feyissa)

    Pilihan terhadap gaya script bukan tanpa alasan. Jasmine Probst, Director of Product Design Instagram, menjelaskan bahwa gaya script merefleksikan individualitas sehingga dianggap cocok untuk menggambarkan ekspresi personal yang menjadi salah satu bagian penting Instagram. Wordmark baru dibuat lebih tebal dan sederhana, tetapi tetap menyisipkan sejumlah bentuk yang tidak terduga.

    Pendekatan ini sekaligus menunjukkan bagaimana Instagram ingin membangun kembali kesan sebagai ruang untuk ekspresi individu. Platform tersebut pada awalnya dikenal sebagai tempat berbagi foto dan kreativitas secara spontan bersama teman. Seiring berkembangnya Instagram menjadi platform besar yang dipenuhi berbagai jenis konten, perubahan identitas visual ini dapat dilihat sebagai salah satu upaya untuk memperkuat kembali karakter tersebut.

  3. 3. Instagram tak sepenuhnya meninggalkan logo lama

    ilustrasi postingan Instagram
    ilustrasi postingan Instagram (unsplash.com/Anna Hecker)

    Perubahan wordmark ternyata tidak berarti Instagram akan membuang seluruh identitas visual yang sudah dikenal pengguna. Ikon kamera tetap dipertahankan, begitu pula warna gradasi yang menjadi ciri khas Instagram sejak perubahan besar pada 2016. Bedanya, penggunaan gradasi tersebut akan dibuat lebih halus sebagai bagian dari sistem identitas merek yang baru.

    Instagram juga menyiapkan pembaruan pada elemen visual lainnya. Identitas baru ini mencakup penyegaran motion dan antarmuka pengguna, serta tipografi baru seperti Instagram Sans yang diperbarui, Instagram Pen untuk gaya tulisan tangan, dan Instagram Mono. Artinya, perubahan wordmark sebenarnya hanya menjadi salah satu bagian dari penyegaran identitas Instagram yang lebih luas.

  4. 4. Instagram berubah tetapi tak melupakan akarnya

    ilustrasi login akun instagram (unsplash.com/Solen Feyissa)
    ilustrasi login akun instagram (unsplash.com/Solen Feyissa)

    Keputusan Instagram untuk kembali melakukan perubahan visual juga tidak bisa dilepaskan dari sejarah rebranding-nya. Pada 2016, Instagram meninggalkan logo kamera bergaya skeuomorfis yang menyerupai kamera Polaroid dan beralih ke ikon kamera datar berwarna cerah yang menggunakan gradasi. Perubahan tersebut sempat mendapat banyak kritik dari pengguna karena dianggap terlalu jauh dari karakter Instagram sebelumnya.

    Namun, setelah berjalan selama satu dekade, logo 2016 justru berhasil menjadi salah satu identitas aplikasi yang sangat mudah dikenali. Ikon gradasi tersebut tetap menonjol di antara berbagai aplikasi lain dan telah menjadi bagian kuat dari citra Instagram. Karena itu, perubahan kali ini tampaknya lebih berhati-hati: Instagram menyegarkan identitasnya tanpa benar-benar membuang elemen visual yang sudah melekat kuat.

  5. 5. Mengapa font-nya justru bikin bingung?

    ilustrasi membuka profil Instagram (unsplash.com/Erik Lucatero)
    ilustrasi membuka profil Instagram (unsplash.com/Erik Lucatero)

    Di sinilah keputusan desain Instagram mulai menuai perdebatan. Gaya script yang dipilih memang memberikan kesan lebih personal, tetapi bentuk sejumlah huruf justru membuat wordmark baru sulit dibaca sekilas. Huruf “s”, “r”, dan “g” memiliki lengkungan bergaya tulisan tangan yang cukup mencolok.

    Bahkan, sejumlah pengguna bercanda bahwa tulisan tersebut terlihat seperti “Instagzam” atau berbagai variasi nama lainnya. Bentuk huruf “r” menjadi salah satu sumber kebingungan karena desainnya membuat kata “Instagram” tidak langsung terbaca seperti sebelumnya. Pilihan ini juga cukup menarik karena generasi muda saat ini tidak selalu terbiasa membaca tulisan cursive, sehingga karakter huruf tersebut berpotensi terasa asing bagi sebagian pengguna.

    Meski begitu, identitas Instagram sudah begitu kuat sehingga pengguna kemungkinan tetap akan mengenali merek tersebut setelah terbiasa. Perdebatan mengenai keterbacaan juga bukan berarti perubahan itu gagal, sebab tujuan Instagram memang bukan sekadar membuat wordmark baru terlihat berbeda. Mereka ingin menciptakan identitas yang terasa lebih ekspresif dan relevan terhadap arah platform di masa depan.

  6. 6. Akankah Instagram ingin kembali ke akarnya?

    ilustrasi aplikasi Instagram
    ilustrasi aplikasi Instagram (unsplash.com/Claudio Schwarz)

    Di balik seluruh perubahan tersebut, Instagram tampaknya ingin kembali menonjolkan sisi kreativitas dan ekspresi yang menjadi fondasi awal platform. Instagram yang pertama kali hadir pada 2010 berada di era ketika aplikasi fotografi identik dengan filter retro dan berbagi foto secara spontan. Kini, platform tersebut telah berkembang menjadi ekosistem yang jauh lebih besar, mulai dari kreator, influencer, video pendek, iklan, hingga konten berbasis AI.

    Penyegaran identitas visual dapat menjadi cara untuk mengingatkan kembali pengguna terhadap karakter tersebut. Namun, perubahan logo saja tentu tidak cukup untuk mengubah persepsi terhadap sebuah platform. Jika Instagram benar-benar ingin mengembalikan kesan sebagai ruang untuk kreativitas dan koneksi personal, perubahan tersebut perlu terlihat pula dari pengalaman pengguna dan jenis konten yang berkembang di dalamnya.

    Untuk saat ini, Instagram baru memperlihatkan sebagian dari arah barunya melalui wordmark dan sistem identitas visual tersebut. Berdasarkan pantauan, wordmark baru juga sudah mulai muncul bagi pengguna Instagram di Indonesia. Jadi, apakah ini sekadar penyegaran logo setelah 10 tahun atau menjadi tanda bahwa Instagram sedang mencoba membentuk kembali wajah platformnya?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More