Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
6 Mitos Rakit PC yang Sebaiknya Jangan Dipercaya
ilustrasi merakit PC (Pexels/Anete Lusina)
  • Merakit PC kini jauh lebih mudah dan tidak hanya untuk ahli, karena komponen modern dirancang agar pemasangan lebih aman dan praktis bagi pemula.
  • Banyak mitos seperti wajib liquid cooling, motherboard mahal, atau upgrade rutin terbantahkan; performa optimal bisa dicapai dengan pilihan komponen yang sesuai kebutuhan.
  • Menggunakan komponen beda merek atau bekas tetap aman asal kompatibel dan teruji, sehingga perakitan PC bisa lebih fleksibel serta hemat biaya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Ada anggapan bahwa merakit PC itu sudah tidak terlalu worth it lagi karena harga komponen sekarang semakin mahal, tapi sebenarnya alasan orang merakit PC bukan hanya sekadar soal hemat biaya atau praktis. Banyak yang justru menikmati kebebasan memilih komponen, menyesuaikan performa sesuai budget, dan menyiapkan jalur upgrade ke depannya. Jika kamu masih ragu karena merasa merakit PC itu sulit atau menakutkan, bisa jadi itu hanya karena mitos lama yang membuatmu mundur sebelum mencoba.

Faktanya, merakit PC tidak sesulit yang dibayangkan, dan bagi sebagian orang, prosesnya justru jadi pengalaman yang memuaskan. Berikut beberapa mitos rakit PC yang sebaiknya jangan dipercaya.

1. Merakit PC hanya untuk yang sudah ahli

ilustrasi merakit PC (Pexels/Cottonbro)

Di era awal PC, upgrade kecil seperti mengganti prosesor atau RAM saja butuh pengaturan manual seperti DIP switch dan pengetahuan teknis yang lebih rumit. Untungnya sekarang, hampir semua komponen PC sudah didesain agar mudah dipasang. Risiko kesalahan juga kecil karena konektor dibuat agar hanya bisa dipasang dengan satu arah, kecuali untuk kabel modular dari PSU yang tidak selalu kompatibel antar brand. Intinya, merakit PC sekarang lebih ke soal mengikuti langkah-langkah dengan benar. Selama dilakukan bertahap dan sesuai panduan, prosesnya cukup mudah bahkan untuk pemula.

2. Liquid cooling wajib untuk PC kelas atas

Dulu, liquid cooling sering dianggap satu-satunya cara untuk menjaga suhu PC gaming agar tetap stabil. Sekarang, anggapan itu sudah mulai ketinggalan zaman. Air cooling juga berkembang pesat, di mana ada banyak pilihan di pasaran yang mampu memberikan performa pendinginan yang hampir setara liquid cooling. Selama prosesor atau GPU-mu bisa berjalan di clock maksimal tanpa menyentuh batas suhu throttling, pendinginan ekstra tidak benar-benar memberi peningkatan performa yang berarti. Artinya, air cooler kelas atas sudah cukup untuk mayoritas PC kelas atas, tanpa perlu repot dan berisiko bocor seperti liquid cooling.

3. Butuh motherboard mahal untuk mendapat performa yang bagus

ilustrasi motherboard (Pexels/Zelebaba)

Ketika merakit PC, kamu mungkin tergoda membeli motherboard mahal dengan harapan performa lebih tinggi. Padahal, selama spesifikasinya mendukung komponen yang sama pada kecepatan yang sama, performanya tidak akan jauh berbeda dibanding motherboard yang lebih murah. Motherboard yang lebih mahal biasanya hanya menambah fitur ekstra seperti port Ethernet lebih cepat, slot M.2 dan RAM yang lebih banyak, sistem pendingin tambahan atau BIOS yang lebih canggih. Fitur-fitur ini memang berguna dalam kondisi tertentu, seperti overclocking atau kebutuhan upgrade penyimpanan dan RAM, tapi jika tidak benar-benar diperlukan, lebih bijak mengalokasikan budget ke komponen utama seperti prosesor atau GPU karena dampaknya ke performa jauh lebih terasa.

4. Harus rutin meng-upgrade komponen

Jika kamu merakit PC dengan performa yang setara konsol seperti PS5, pada dasarnya kamu tetap bisa memainkan game yang sama selama konsol generasi tersebut berjalan, hanya saja seiring waktu kamu mungkin harus menurunkan pengaturan visual game yang kamu mainkan dari High ke Medium atau Low. Memang, sebagian pemain di PC suka melakukan upgrade komponen secara rutin demi mendapatkan kualitas visual dan performa terbaik, tapi pada akhirnya itu hanyalah pilihan, bukan keharusan. Singkatnya, upgrade komponen baru benar-benar diperlukan ketika PC sudah tidak mampu menjalankan game sesuai kebutuhan minimum atau yang diinginkan.

5. Harus menggunakan komponen dari brand yang sama

ilustrasi prosesor dan GPU dari brand yang sama (Pexels/Vladimir Srajber)

Banyak orang yang baru belajar merakit PC sering bertanya apakah GPU NVIDIA bisa dipasangkan dengan prosesor AMD. Jawabannya adalah bisa, dan ini bukan masalah sama sekali. Memang ada beberapa komponen yang harus cocok secara spesifik, seperti prosesor dan motherboard yang harus menggunakan socket dan chipset yang sesuai. Namun, untuk komponen lain seperti GPU, selama menggunakan standar yang sama seperti PCIe, semuanya umumnya kompatibel meski dari brand yang berbeda. Hal yang perlu diperhatikan justru adalah kesesuaian standar seperti jenis RAM (DDR4 atau DDR5), jumlah jalur PCIe, serta watt dari PSU.

6. Wajib menghindari komponen bekas

Sempat ada anggapan bahwa membeli komponen PC bekas itu “selalu” buruk. Faktanya, memang ada risiko ketika membeli barang bekas, tapi selama kamu bisa memastikan komponen seperti prosesor atau GPU masih berfungsi dengan baik sebelum membeli, biasanya mereka akan tetap awet karena termasuk komponen solid-state alias tanpa bagian bergerak yang mudah rusak. Kunci utamanya adalah bisa mengetes barang sebelum beli, atau jika tidak memungkinkan, beli dari toko tepercaya yang berani memberikan garansi. Intinya, membeli komponen bekas bisa jadi cara cerdas untuk menghemat biaya, asalkan kamu tahu cara meminimalkan risikonya.

Demikian tadi ulasan mengenai beberapa mitos mengenai merakit PC yang sebaiknya jangan dipercaya. Selain beberapa di atas, mitos atau anggapan apa lagi yang menurutmu masih banyak dipercaya soal merakit PC?

Editorial Team

Related Article