Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Penjualan HP Xiaomi Merosot, Segmen Premium Kini Mendominasi
ilustrasi logo Xiaomi, perusahaan teknologi, ponsel, gadget, Android (unsplash.com/BoliviaInteligente)

  • Pengiriman smartphone Xiaomi global turun 26,3% menjadi 31,2 juta unit pada kuartal II 2026, tetapi perusahaan tetap menempati peringkat ketiga dunia dengan pangsa pasar 11,5%.

  • Harga jual rata-rata smartphone Xiaomi mencapai rekor RMB 1.351, naik 25,9% secara tahunan, sementara pendapatan smartphone turun menjadi RMB 42,1 miliar karena volume penjualan berkurang.

  • Segmen premium di China menyumbang 32,1% dari penjualan Xiaomi; perusahaan juga meningkatkan investasi R&D dan mempertahankan posisi kuat di berbagai pasar serta kategori AIoT, wearable, dan TWS.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Xiaomi mencatat perubahan menarik dalam bisnis smartphone pada kuartal II 2026. Jumlah pengiriman HP secara global memang mengalami penurunan cukup tajam dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Meski penjualan HP Xiaomi merosot, harga jual rata-rata atau Average Selling Price (ASP) smartphone Xiaomi justru mencapai rekor tertinggi, lho!

Kondisi ini menunjukkan bahwa konsumen mulai semakin banyak memilih HP Xiaomi dari kelas premium. Buat kamu yang selama ini mengenal Xiaomi sebagai merek dengan harga terjangkau, perubahan strategi ini tentu menarik untuk diperhatikan.

1. Pengiriman HP Xiaomi turun 26,3 persen

ilustrasi HP Xiaomi (pexels.com/Zana Latif)

Pada kuartal II 2026, Xiaomi mengirimkan 31,2 juta unit smartphone secara global. Angka tersebut membuat Xiaomi tetap berada di posisi ketiga sebagai produsen smartphone terbesar dunia dengan pangsa pasar 11,5 persen. Meski begitu, jumlah pengiriman tersebut turun 26,3 persen dibandingkan dengan kuartal II 2025 yang mencapai 42,4 juta unit. Penurunan ini cukup besar karena pasar smartphone global secara keseluruhan juga hanya turun 5,9 persen dalam periode yang sama.

Kalau kamu melihat perkembangan pengiriman Xiaomi selama beberapa kuartal terakhir, trennya memang menunjukkan pelemahan volume. Pada kuartal II 2025, Xiaomi masih mengirimkan 42,4 juta unit dengan pangsa pasar 14,7 persen, lalu turun menjadi 31,2 juta unit pada kuartal II 2026. Pangsa pasarnya memang sedikit membaik dari 11,3 persen pada kuartal I 2026 menjadi 11,5 persen pada kuartal II 2026. Xiaomi juga masih mempertahankan posisi tiga besar dunia selama 24 kuartal berturut-turut.

2. Harga jual rata-rata justru mencetak rekor

ilustrasi packaging smartphone Xiaomi (pexels.com/Andrey Matveev)

Hal menarik dari laporan ini adalah penurunan jumlah unit tidak diikuti oleh penurunan harga jual rata-rata smartphone Xiaomi. ASP global Xiaomi mencapai RMB1.351 (sekitar Rp2,97 juta dengan asumsi kurs ±Rp2.200/RMB) pada kuartal II 2026, naik 25,9 persen dari RMB1.073 (sekitar Rp2,36 juta) pada periode yang sama tahun sebelumnya. Artinya, secara rata-rata Xiaomi berhasil menjual smartphone dengan harga lebih tinggi dibandingkan dengan setahun sebelumnya. Buat kamu yang mengikuti strategi bisnis smartphone, kondisi ini menunjukkan adanya perubahan komposisi produk yang cukup jelas.

Kenaikan ASP tersebut juga terlihat dari performa pendapatan bisnis smartphone Xiaomi. Pendapatan smartphone mencapai RMB42,1 miliar (sekitar Rp92,6 triliun) pada kuartal II 2026, meskipun masih lebih rendah dibandingkan RMB45,5 miliar (sekitar Rp100,1 triliun) pada kuartal II 2025. Jadi, Xiaomi memang menjual lebih sedikit HP, tapi harga rata-rata setiap perangkat yang terjual semakin tinggi. Pola ini membuat penurunan volume penjualan gak bisa langsung dianggap sebagai gambaran lengkap dari performa bisnis smartphone Xiaomi.

3. HP premium makin mendominasi penjualan

ilustrasi selfie (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Pertumbuhan segmen premium menjadi salah satu faktor penting di balik kenaikan ASP Xiaomi. Di China, smartphone premium menyumbang 32,1 persen dari seluruh HP Xiaomi yang terjual pada kuartal II 2026. Angka tersebut meningkat dari 27,6 persen pada kuartal II 2025 atau naik 4,5 poin persentase dalam setahun. Xiaomi mendefinisikan smartphone premium di pasar tersebut sebagai perangkat dengan harga ritel minimal RMB 3.000 (sekitar Rp6,6 juta dengan asumsi kurs Rp2.200 per RMB).

Kenaikan juga terlihat pada segmen HP dengan harga RMB 3.000 hingga RMB 4.000 (sekitar Rp6,6 juta–Rp8,8 juta). Pangsa Xiaomi di kategori tersebut meningkat dari 12,9 persen pada kuartal II 2025 menjadi 16,2 persen pada kuartal II 2026. Buat kamu yang terbiasa melihat Xiaomi sebagai pemain kuat di kelas harga terjangkau, angka ini memperlihatkan bahwa perusahaan mulai punya posisi lebih besar di kelas harga yang lebih tinggi. Strategi tersebut juga sejalan dengan pencapaian ASP Xiaomi yang kini berada di level tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.

4. Xiaomi tetap agresif mengembangkan teknologi

ilustrasi smartphone Xiaomi (unsplash.com/Đức Trịnh)

Perubahan menuju produk bernilai lebih tinggi turut dibarengi dengan investasi besar dalam penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D). Xiaomi mengeluarkan RMB18,2 miliar (sekitar Rp40,04 triliun) untuk R&D hingga 30 Juni 2026 dan memperkirakan total pengeluaran sepanjang tahun akan mencapai lebih dari RMB40 miliar (sekitar Rp88 triliun). Pada kuartal II saja, biaya R&D mencapai RMB9,2 miliar (sekitar Rp20,24 triliun) atau meningkat 18,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Hampir setengah dari total karyawan Xiaomi, tepatnya 47,2 persen, bekerja di bidang R&D.

Sebagian investasi tersebut diarahkan pada pengembangan teknologi kecerdasan buatan dan sistem perangkat Xiaomi. Model AI MiMo-V2.5 milik Xiaomi bahkan mencatat penggunaan hingga 10,5 triliun token pada minggu yang dimulai pada 20 Juli 2026 dan disebut berada di peringkat pertama secara global. Teknologi AI tersebut juga menjadi bagian dari pengembangan HyperOS 4 yang masih berada dalam tahap beta. Xiaomi menyebut sistem baru ini mampu mengurangi frame yang terlewat saat penggunaan dalam jangka panjang hingga 28,9 persen berdasarkan pengujiannya.

5. Bisnis Xiaomi masih kuat di pasar global

ilustrasi Xiaomi, perusahaan teknologi, ponsel, gadget, android, smartphone (unsplash.com/Amanz)

Meskipun pengiriman smartphone turun, posisi Xiaomi di sejumlah pasar internasional masih cukup kuat. Pada kuartal II 2026, Xiaomi berada di peringkat kedua di Asia Tenggara dengan pangsa pasar 19,3 persen, serta di peringkat kedua di Amerika Latin dan Timur Tengah. Xiaomi juga menempati posisi ketiga di Eropa dan Afrika, sementara di India berada di peringkat keempat. Secara keseluruhan, Xiaomi masuk tiga besar di 53 pasar dan lima besar di 67 pasar.

Bisnis Xiaomi juga tidak hanya bergantung pada smartphone karena perusahaan memiliki lini produk lain dalam ekosistemnya. Pendapatan segmen smartphone dan AIoT mencapai RMB84 miliar (sekitar Rp184,8 triliun) pada kuartal II 2026, dengan pendapatan smartphone sendiri sebesar RMB42,1 miliar (sekitar Rp92,62 triliun) dan produk IoT serta lifestyle sebesar RMB31,3 miliar (sekitar Rp68,86 triliun). Xiaomi juga masih menjadi pemain kuat di pasar wearable dan TWS dengan peringkat kedua secara global maupun di China daratan. Jadi, meski volume penjualan HP sedang menurun, perusahaan masih memiliki sumber pendapatan lain untuk menopang pertumbuhannya.

Memang benar bahwa penjualan HP Xiaomi merosot jika dilihat dari jumlah unit yang dikirimkan secara global. Meski begitu, pada saat bersamaan, konsumen semakin banyak memilih perangkat premium sehingga ASP Xiaomi berhasil mencapai rekor RMB 1.351 (sekitar Rp2,97 juta).

Perubahan tersebut menunjukkan bahwa Xiaomi bukan lagi hanya mengejar jumlah unit terjual, tetapi juga berusaha meningkatkan nilai dari setiap smartphone yang dipasarkan. Buat kamu yang sedang memperhatikan perkembangan industri HP, pergeseran Xiaomi ke segmen premium ini bisa menjadi salah satu perubahan menarik dalam persaingan smartphone ke depan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article