Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

6 Perbedaan Laptop Bisnis dan Laptop Biasa, Spek hingga Harga

6 Perbedaan Laptop Bisnis dan Laptop Biasa, Spek hingga Harga
ilustrasi laptop (unsplash.com/Joachim Pressl)
Intinya Sih

  • Laptop biasa dan bisnis memiliki definisi yang berbeda, dengan laptop bisnis didesain untuk penggunaan profesional.

  • Laptop bisnis unggul dalam daya tahan baterai dan keamanan, serta memiliki desain kokoh dan spesifikasi kelas atas.

  • Harga laptop bisnis lebih tinggi daripada laptop biasa karena kekuatan, keamanan, performa, dan daya tahannya.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Ketergantungan terhadap laptop kian meningkat tiap saat. Form factor ringkas, mudah dibawa, dan performa yang tetap bersaing membuat laptop menjadi pilihan bagi banyak orang. Sekarang spesifikasi laptop juga sangat mumpuni, bahkan mampu menyamai PC.

Terdapat banyak jenis laptop di pasaran. Dua di antaranya adalah laptop biasa dan bisnis. Dari namanya sudah tercermin kalau kedua laptop tersebut diperuntuhkan untuk konsumen dan kebutuhan yang berbeda.

Namun, bagaimana rincian perbedaan laptop bisnis dan laptop biasa? Berikut enam perbedaannya yang wajib kamu tahu.

Table of Content

1. Definisi

1. Definisi

Sebelum membahas perbedaan yang lebih kompleks, kamu harus mengetahui definisi laptop biasa dan bisnis. Dilansir LaptopOutlet, laptop konsumen atau biasa dirancang untuk penggunaan sehari-hari. Gawai ini menawarkan performa yang solid untuk komputasi kasual, hiburan, belajar, serta produktivitas ringan.

Sementara itu, laptop bisnis didesain untuk penggunaan profesional karena mampu mendukung produktivitas, pekerjaan berat, memiliki sistem keamanan kuat, dan bodi kokoh. Laptop ini sangat cocok untuk pebisnis, bos, perusahaan, atau para pelaku usaha.

Beberapa seri laptop bisnis antara lain ASUS Expertbook dan ProArt. Di sisi lain, Axioo Hype dan Acer Aspire merupakan contoh laptop biasa.

2. Daya tahan baterai

Perbedaan laptop biasa dan bisnis
ilustrasi laptop (unsplash.com/Eddie Sennov)

Mengulik soal daya tahan baterai, laptop bisnis unggul karena bisa bertahan lebih lama. Itu karena baterai di laptop bisnis secara khusus dirancang untuk penggunaan jangka panjang dan sanggup menjalankan pekerjaan yang berat tanpa penurunan kapasitas berarti.

Dalam hal ini, baterai laptop bisnis mampu bertahan hingga lebih dari 8 jam, serupa dengan lamanya jam kerja. Nah, sebenarnya laptop konsumen mulai mengejar dengan daya tahan yang terus ditingkatkan. Bahkan, saat ini sudah banyak laptop konsumen yang memiliki daya tahan baterai lebih dari 5 jam. Namun, jika dibandingkan dengan laptop bisnis, daya tahannya belum ada apa-apanya.

3. Desain dan build quality

Menilik ke aspek desain dan build quality, kedua laptop tersebut memiliki keunggulan dan kelebihan masing-masing. Jika membahas kekuatan dan ketahanan, laptop bisnis jauh lebih unggul. Pasalnya, material yang digunakan di laptop bisnis mencakup metal atau alumunium yang kokoh. Bodinya cenderung tebal dan sedikit berat sehingga menjamin ketahanan yang tinggi. Tak cuma itu, sertifikasi durabilitas seperti MIL-STD-810H juga hadir dan memberikan ketahanan berlapis serta membuat laptop tetap aman walau terjatuh.

Mengingat diperuntuhkan untuk konsumen umum, laptop biasa cenderung ringan, tipis, dan lebih stylish. Desain modern, futuristik, dan mengedepankan kesederhanaan bisa kamu temukan di laptop biasa. Ketahanannya memang tak sekuat laptop bisnis, tapi unggul soal keringanan, portabilitas, dan gaya. Oleh karena itu, laptop biasa akan cocok dengan berbagai tipe orang. Sementara itu, laptop bisnis lebih cocok buat kamu yang tak peduli dengan desain dan lebih memerhatikan bodi kokoh.

4. Spesifikasi

Perbedaan laptop biasa dan bisnis
ilustrasi laptop (unsplash.com/Gavin Phillips)

Spesifikasi menjadi aspek terpenting di laptop dan perangkat elektronik lain. Oleh sebab itu, sangat penting bagimu untuk mengetahui perbedaan spesifikasi antara laptop biasa dan bisnis.

Laptop bisnis dicirikan dengan fokus utama pada kemampuan komputasi. Jadi, umumnya menggunakan prosesor kelas atas seperti Intel Core i5, i7, atau AMD Ryzen Pro. Kapasitas RAM yang diberikan juga besar, bahkan mencapai 32GB. Bodi besarnya juga mendukung berbagai port, seperti USB-C, Thunderbolt 4, HDMI, hingga RJ-45 Ethernet.

Saat ini laptop biasa tak bisa diremehkan jika membahas soal spesifikasi. Namun, tak akan bisa menandingi laptop bisnis di harga yang serupa. Laptop biasa cenderung menggunakan prosesor Intel Core i3, i5, AMD Ryzen 5, atau Ryzen 7.

Pada banyak kesempatan yang digunakan adalah seri hemat daya agar baterai bisa makin awet. Pilihan RAM beragam, tapi umumnya sekitar 8-24GB. Selain soal mesin laptop biasa juga menyuguhkan spesifikasi layar tingkat tinggi seperti panel OLED dan resolusi 3K. Hal tersebut sangat penting karena laptop biasa mengedepankan pengalaman visual yang imersif.

5. Keamanan

Laptop bisnis ditunjukan untuk pebisnis atau pelaku usaha. Tak heran jika laptop bisnis digunakan untuk menyimpan data penting, rahasia, dan berharga. Data penjualan, karyawan, hingga strategi marketing semuanya bisa disimpan di laptop bisnis.

Oleh sebab itu, laptop bisnis dibekali sistem keamanan super ketat. Beberapa di antaranya adalah sensor fingerprint, chip TPM (Trusted Platform Modules), smart card reader, Intel vPro, hingga enkripsi data yang canggih.

Sangat berbeda, laptop biasa hanya memiliki sistem keamanan standar seperti Windows Hello. Walau cukup jarang, terkadang ada juga laptop biasa yang dilengkapi sensor fingerprint untuk keamanan tambahan.

6. Harga

Perbedaan laptop biasa dan bisnis
ilustrasi laptop (unsplash.com/Dell)

Mengenai harga, umumya laptop biasa lebih murah dari bisnis. Sebab, laptop biasa harus bisa menjangkau berbagai tipe konsumen sehingga harga yang terjangkau dan bersaing menjadi faktor krusial. Sementara itu, laptop bisnis dikenal akan kekuatan, keamanan, performa, dan daya tahannya. Untuk mencapai keempat hal tersebut produsen harus mengeluarkan banyak biaya dan akhirnya memaksa mereka untuk menjual laptop bisnis dengan harga yang tinggi.

Beberapa seri laptop konsumen Axioo Hype bisa dibeli mulai harga Rp3 juta—Rp6 jutaan. Adapula Acer Aspire Lite series yang dibanderol mulai Rp6 juta—Rp10 jutaan. ASUS ProArt yang merupakan laptop bisnis jauh lebih mahal, bahkan mencapai Rp20 jutaan. Nah, laptop bisnis kelas atas seperti Lenovo ThinkPad Carbon X1 Gen14 bisa dibanderol hingga Rp30 jutaan. Jadi, bisa disimpulkan bahwa selisih harga antara laptop biasa dan bisnis cukup signifikan.

Sebelum beli laptop, tentukan jenis apa yang hendak dibeli. Penentuan tersebut didasarkan pada beberapa aspek, seperti kebutuhan, preferensi, dan budget. Semoga pembahasan mengenai perbedaan laptop bisnis dan laptop biasa ini bisa memberikan insight lebih buatmu sebelum memutuskan untuk pergi ke toko.

FAQ seputar perbedaan laptop bisnis dan laptop biasa

Apakah laptop bisnis dan biasa cocok buat pelajar atau mahasiswa?

Iya, entah itu laptop biasa atau bisnis cocok untuk pelajar atau mahasiswa. Sebab, performanya gahar, layarnya berkualitas, dan baterainya tahan lama.

Apakah laptop bisnis dan biasa bisa digunakan untuk bermain game?

Tentu bisa, tetapi performanya tak akan maksimal. Oleh sebab itu, lebih baik kamu membeli laptop gaming untuk bermain game.

Apa saja aspek yang harus diperhatikan sebelum beli laptop?

Beberapa aspek yang harus diperhatikan sebelum beli laptop adalah spesifikasi, harga, kualitas layar, prosesor yang digunakan, kapasitas baterai, serta konfigurasi RAM dan penyimpanan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Lea Lyliana
EditorLea Lyliana
Follow Us

Latest in Tech

See More