Pasar semikonduktor global kembali menghadapi tekanan setelah Qualcomm mengumumkan kenaikan harga chip yang dijual kepada para pelanggannya. Kebijakan ini diperkirakan akan berdampak pada berbagai perangkat elektronik, mulai dari smartphone, smartwatch, hingga laptop dan perangkat wearable lainnya. Jika produsen memutuskan meneruskan kenaikan biaya tersebut, harga gadget di pasaran pun berpotensi ikut meningkat. Kondisi ini menjadi perhatian karena chip Qualcomm digunakan oleh banyak merek perangkat elektronik di seluruh dunia.
Kenaikan harga tersebut menjadi sinyal bahwa industri teknologi masih dibayangi persoalan rantai pasok dan tingginya permintaan chip, terutama akibat perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Permintaan terhadap chip berperforma tinggi terus meningkat, sementara kapasitas produksi belum mampu mengimbanginya secara optimal. Akibatnya, biaya produksi ikut terdorong naik di berbagai sektor industri. Lantas, apa yang menjadi penyebab Qualcomm menaikkan harga chip dan perangkat apa saja yang kemungkinan terdampak?
