Review Galaxy Buds4 Pro, Kualitas Audionya Asyik dengan ANC Terbaik

- Galaxy Buds4 Pro hadir dengan desain Blade Design yang lebih ramping dan stabil, menghadirkan kenyamanan tinggi serta kontrol sentuh presisi untuk penggunaan harian yang panjang.
- Kualitas audio meningkat signifikan lewat sistem speaker dua arah, Adaptive EQ dan ANC otomatis, serta dukungan 24-bit Hi-Fi yang menghasilkan suara detail, seimbang, dan adaptif di berbagai kondisi.
- Integrasi mendalam dengan ekosistem Samsung memungkinkan pairing instan, Auto Switch antar perangkat Galaxy, serta fitur AI seperti Head Gesture dan HD Voice untuk pengalaman audio cerdas dan seamless.
Ada banyak perangkat yang sudah bisa menghasilkan audio bagus, tetapi tidak semuanya mampu menghadirkan pengalaman yang benar-benar terasa “nyambung” dengan keseharian pengguna. Tahun lalu Galaxy Buds3 Series hadir sebagai alternatif menarik dengan kualitas audio yang apik. Namun di tahun ini Samsung sepertinya mulai menemukan formula terbaik untuk produk audionya lewat Galaxy Buds4 Pro.
Ketika mencoba Galaxy Buds4 Pro, kesan pertama saya justru bukan di suara, melainkan bagaimana perangkat ini terasa seperti bagian dari ekosistem yang lebih besar. Ia bukan hanya earbud, tapi jadi bagian ekosistem Galaxy yang saling mendukung satu sama lain.
Samsung tampaknya sadar bahwa TWS masa kini harus lebih pintar, lebih intuitif, dan lebih terintegrasi. Galaxy Buds4 Pro menjadi salah satu contoh bagaimana arah itu mulai terlihat jelas.
Table of Content
Desain: Lebih Ramping, Lebih Stabil, dan Lebih Presisi

Galaxy Buds4 Pro membawa pendekatan desain baru yang disebut Blade Design, yang membuat tampilannya lebih ramping dan modern. Bentuk ini tidak hanya soal estetika, tetapi juga soal stabilitas saat digunakan dalam waktu lama.
Dari pengalaman penggunaan, earbuds ini terasa lebih “nempel” di telinga tanpa perlu sering disesuaikan. Ini penting, terutama untuk penggunaan panjang seperti bekerja, commuting, atau bahkan sekadar mendengarkan musik berjam-jam.
Samsung juga menambahkan area pinch control dengan ukiran khusus, yang ternyata cukup terasa bedanya. Kontrol jadi lebih mudah ditemukan tanpa harus melihat atau menyesuaikan posisi jari terlalu lama.
Terlepas dari desain buds-nya yang saya suka, desain casing-nya justru kurang menarik bagi saya. Ia menggunakan desain transparan clamshell, memberi kesan modern sekaligus memudahkan saat menyimpan dan mengambil earbuds. Namun kesan transparan tersebut justru mengurangi feel premium dari TWS-nya.
Meski begitu secara keseluruhan, desain Buds4 Pro terasa matang, tidak hanya nyaman, tetapi juga fungsional.
Kualitas Audio: Detail, Seimbang, dan Adaptif
Masuk ke bagian yang paling penting, Galaxy Buds4 Pro membawa pendekatan audio yang terasa lebih matang dibanding generasi sebelumnya. Samsung tidak hanya meningkatkan kualitas suara, tetapi juga bagaimana suara itu “menyesuaikan diri” dengan pengguna.
Buds4 Pro kini dibekali woofer yang lebih besar dan sistem speaker dua arah, yang membuat suara terasa lebih penuh. Bass terdengar lebih dalam namun tetap terkontrol, sementara treble tetap jernih tanpa terasa tajam berlebihan.
Yang paling terasa adalah keseimbangannya. Saat mendengarkan berbagai genre, mulai dari pop, jazz, hingga podcast, karakter suara tetap konsisten. Vokal terasa jelas di depan, sementara instrumen tidak saling bertabrakan.
Fitur Adaptive EQ dan Adaptive ANC juga memberi pengaruh besar. Saat berpindah dari ruangan tenang ke area ramai, sistem secara otomatis menyesuaikan profil suara dan noise cancelling. Hasilnya, pengalaman mendengarkan tetap stabil tanpa perlu sering mengatur manual.
Ditambah dukungan audio 24-bit Hi-Fi, Buds4 Pro mampu menghadirkan detail kecil dalam musik yang biasanya sulit terdengar di TWS biasa. Ini membuatnya tidak hanya cocok untuk konsumsi casual, tetapi juga cukup serius untuk pengguna yang peduli kualitas audio.
Performa Baterai: Cukup Aman untuk Penggunaan Seharian

Dari sisi baterai, Galaxy Buds4 Pro membawa peningkatan yang cukup signifikan dibanding generasi sebelumnya meski memang masih terbilang "biasa" aja jika dibandingkan dengan kompetitornya. Dalam penggunaan dengan ANC aktif, earbuds ini mampu bertahan sekitar 6 jam, dengan total hingga 26 jam bersama charging case. Jika ANC dimatikan, total daya tahan bisa mencapai sekitar 30 jam.
Kapasitas baterainya sendiri juga cukup besar, dengan 61mAh pada earbuds dan 530mAh pada case, yang membuatnya cukup andal untuk penggunaan harian tanpa terlalu sering mengisi ulang. Dalam skenario nyata seperti meeting, mendengarkan musik, hingga panggilan, daya tahannya terasa cukup aman untuk satu hari penuh penggunaan normal.
Bukan yang paling tahan lama di kelasnya, tetapi sudah berada di level yang nyaman untuk daily use.
Koneksi dengan Produk Samsung: Seamless Banget

Salah satu kekuatan terbesar Galaxy Buds4 Pro ada di integrasinya dengan ekosistem Samsung. Proses pairing terasa instan. Cukup buka casing, dan perangkat Galaxy langsung mengenali Buds tanpa setup panjang. Lebih dari itu, Buds4 Pro juga mendukung Auto Switch antar perangkat Galaxy, sehingga bisa berpindah dari smartphone ke tablet atau laptop dengan mulus.
Yang menarik adalah integrasi AI-nya. Buds ini bisa mengakses Bixby, Google Gemini, hingga AI lainnya langsung dari earbuds, tanpa harus membuka smartphone. Dalam penggunaan sehari-hari, ini terasa sangat membantu. Mulai dari mengatur jadwal, menjawab pesan, hingga mencari informasi, semuanya bisa dilakukan hands-free.
Ini bukan sekadar koneksi, tapi benar-benar ekosistem yang bekerja bersama.
Fitur Unik: AI, Gesture, dan Audio Adaptif

Galaxy Buds4 Pro punya cukup banyak fitur yang membuatnya terasa berbeda. Salah satu yang paling menarik adalah Head Gesture, di mana kamu bisa menerima panggilan dengan mengangguk atau menolak dengan menggeleng. Ini terdengar sederhana, tetapi sangat praktis saat tangan sedang sibuk.
Ada juga Seamless Multi AI Agent, yang membuat interaksi dengan AI terasa lebih natural dan kontekstual. Perangkat ini tidak hanya merespons perintah, tetapi mulai “mengerti” kebutuhan pengguna dalam konteks aktivitas.
Dari sisi audio, Buds4 Pro membawa Adaptive ANC dan Adaptive EQ, yang menyesuaikan suara dan noise cancelling berdasarkan kondisi lingkungan dan bentuk telinga pengguna. Samsung juga menyematkan Ultimate Hi-Fi Sound dengan dukungan 24-bit audio, yang membuat detail suara terasa lebih kaya dan natural.
Fitur lain seperti HD Voice juga meningkatkan kualitas panggilan dengan bandwidth lebih luas dan noise reduction berbasis AI, sehingga suara terdengar lebih jelas bahkan di lingkungan ramai. Semua fitur ini membuat Buds4 Pro terasa seperti perangkat yang aktif membantu, bukan sekadar alat pasif.
Kemampuan Microphone: Jernih, Fokus, dan Lebih Natural

Salah satu peningkatan yang cukup terasa di Galaxy Buds4 Pro ada di sektor mikrofon. Samsung tidak hanya menambah jumlah mikrofon, tetapi juga meningkatkan cara perangkat ini memproses suara.
Buds4 Pro dilengkapi dengan beberapa mikrofon serta Voice Pick Up Unit (VPU) yang bertugas menangkap dan memprioritaskan suara pengguna. Sistem ini bekerja bersama algoritma AI untuk memisahkan suara dari kebisingan latar secara real-time.
Dalam penggunaan nyata, seperti menerima panggilan di jalan, di transportasi umum, atau di tempat ramai, suara tetap terdengar jelas di sisi lawan bicara. Noise seperti angin atau suara kendaraan berhasil diredam dengan cukup baik.
Fitur HD Voice (Super Wideband) juga memberi peningkatan signifikan. Dengan bandwidth yang lebih luas (hingga 16kHz), suara terdengar lebih natural, tidak “terkompresi” seperti pada panggilan Bluetooth biasa. Detail kecil seperti artikulasi kata juga lebih mudah dipahami.
Untuk kebutuhan meeting online atau panggilan kerja, kualitas mikrofon ini terasa cukup bisa diandalkan tanpa perlu headset tambahan.
Yang Perlu Diperhatikan
Meski menawarkan banyak keunggulan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, pengalaman terbaik Buds4 Pro sangat bergantung pada ekosistem Samsung. Jika digunakan di perangkat non-Galaxy, beberapa fitur seperti AI integration dan optimalisasi codec mungkin tidak terasa maksimal.
Kedua, fitur yang sangat banyak ini bisa terasa “overwhelming” di awal. Butuh waktu untuk benar-benar memahami dan memanfaatkan semua kemampuannya. Ketiga, meski desainnya nyaman, preferensi fit tetap subjektif. Tidak semua orang akan langsung cocok dengan bentuk canal-fit seperti di Buds4 Pro.
Kesimpulan

Galaxy Buds4 Pro bukan sekadar TWS dengan suara bagus. Ia adalah perangkat yang mencoba mengubah cara kita berinteraksi dengan teknologi sehari-hari. Dengan desain ergonomis, baterai yang cukup tahan lama, kualitas audio hi-fi, serta integrasi AI yang mendalam, Buds4 Pro terasa seperti evolusi nyata dari earbuds modern.
Namun kekuatan utamanya tetap ada di ekosistem. Ketika digunakan bersama perangkat Samsung, pengalaman yang ditawarkan terasa jauh lebih seamless, intuitif, dan personal. Bagi pengguna Galaxy yang ingin TWS dengan pengalaman lengkap—bukan hanya audio, tetapi juga produktivitas dan AI, Galaxy Buds4 Pro adalah salah satu pilihan paling menarik saat ini. Dan mungkin untuk pertama kalinya, TWS terasa seperti perangkat yang benar-benar “mengerti” penggunanya, bukan hanya menemani.













![[QUIZ] Reaksi Kamu Saat Ponsel Low Battery Ungkap Cara Kamu Mengelola Stres](https://image.idntimes.com/post/20250321/close-up-hands-charging-mobile-phone-53876-13956-7dc273c135a9419c4df8c9f0f777a2c3-3f9b0390fbe77d9b80abfaa0b634aa01.jpg)




