Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Samsung Exynos 2700 Terungkap di Geekbench, Siap Jadi Otak Galaxy S27?

Samsung Exynos 2700 Terungkap di Geekbench, Siap Jadi Otak Galaxy S27?
Exynos 2600 (semiconductor.samsung.com)
Intinya Sih
  • Exynos 2700 muncul di Geekbench sebagai engineering sample dengan label ERD, menandakan tahap uji coba intensif sebelum digunakan pada perangkat komersial seperti Galaxy S27.
  • Chipset ini membawa CPU 10-core hingga 2,88 GHz dan GPU Xclipse 970 buatan Samsung sendiri, menunjukkan potensi peningkatan performa grafis dibanding generasi sebelumnya.
  • Exynos 2700 menggunakan fabrikasi 2nm (SF2P) yang diklaim meningkatkan performa hingga 12% dan efisiensi daya 25%, menjadi indikasi kuat menuju produksi massal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Samsung dikabarkan tengah menyiapkan System-on-Chip (SoC) generasi terbaru mereka, yakni Exynos 2700. Jelang peluncurannya, chipset ini mulai terdeteksi di platform benchmark sehingga membuka sedikit tabir terkait bocoran spesifikasi dan performa awalnya. Informasi ini mulai terkuak di laman Geekbench yang diunggah per 8 April 2026.

Chipset ini digadang-gadang akan menjadi penerus Exynos 2600 sekaligus otak utama bagi seri Samsung Galaxy S27 dan Samsung Galaxy S27 Plus. Munculnya data awal di Geekbench juga menjadi sinyal bahwa pengembangannya sudah memasuki tahap uji coba intensif. Meski belum resmi diumumkan, bocoran seperti ini memberikan sedikit gambaran terkait teknologi yang bakal diusung Samsung.

1. Exynos 2700 tercatat masih berstatus engineering sample

Samsung Exynos 2600
Samsung Exynos 2600 (youtube.com/Samsung)

Exynos 2700 tercatat dalam database Geekbench memakai nomor model S5E9975. Selain itu, terdapat label “ERD” atau Exynos Reference Design yang menunjukkan pengujian dilakukan melalui engineering board. Artinya, chipset ini belum diuji pada perangkat komersial yang siap dipasarkan ke publik.

Kondisi tersebut membuat hasil skor benchmark yang muncul masih bersifat awal dan belum sepenuhnya mencerminkan performa final. Dalam banyak kasus, engineering sample masih membutuhkan berbagai penyempurnaan, terutama dari sisi optimasi software dan efisiensi sistem. Oleh karena itu, skor yang terlihat saat ini kemungkinan besar akan meningkat ketika chipset resmi dirilis nanti.

2. Konfigurasi CPU 10-Core dan GPU Xclipse 970 jadi sorotan

Exynos 2700 mencatatkan skor 2.603 poin untuk single-core dan 10.350 poin untuk multi-core
Exynos 2700 mencatatkan skor 2.603 poin untuk single-core dan 10.350 poin untuk multi-core (browser.geekbench.com)

Chipset ini dibekali konfigurasi CPU 10-core berbasis arsitektur ARMv8. Inti performa tertinggi mampu mencapai kecepatan hingga 2,88 GHz, sementara inti efisiensi beroperasi pada kisaran 2,3 GHz hingga 2,4 GHz. Susunan ini dirancang untuk menyeimbangkan kebutuhan kinerja tinggi dan efisiensi daya dalam berbagai skenario penggunaan.

Pada pengujian Geekbench, Exynos 2700 mencatatkan skor 2.603 poin untuk single-core dan 10.350 poin untuk multi-core. Angka tersebut memang belum tergolong menonjol di kelas flagship. Namun, perlu diingat bahwa hasil ini berasal dari sampel awal yang kemungkinan belum mendapat optimasi perangkat lunak secara maksimal.

Sementara itu, sektor grafis menjadi salah satu aspek yang cukup menarik perhatian. Chip ini dilengkapi GPU Xclipse 970 yang mencatatkan skor 15.618 poin dalam uji OpenCL. Pencapaian ini menunjukkan potensi peningkatan performa grafis yang cukup signifikan dibanding generasi sebelumnya. Mengutip GSMArena (9/4/2026), Xclipse 970 dikembangkan sepenuhnya secara mandiri oleh Samsung tanpa keterlibatan AMD. Pendekatan ini menjadi perubahan strategi. Hal ini mengingat lini Exynos sebelumnya mengandalkan kolaborasi bersama AMD dalam pengembangan arsitektur GPU.

3. Exynos 2700 mengusung fabrikasi 2nm (SF2P)

Tampilan chipset Exynos 2500
tampilan chipset Exynos 2500 (unsplash.com/Milad Fakurian youtube.com/Happy Mobile 123)

Exynos 2700 disebut-sebut akan memakai proses fabrikasi 2nm (SF2P) yang telah disempurnakan. Teknologi ini menjadi salah satu terobosan penting dalam industri semikonduktor karena mampu menghadirkan kinerja lebih tinggi dalam ukuran lebih kecil. Potensi peningkatan performa pun menjadi semakin besar.

Tidak hanya soal performa, efisiensi daya juga menjadi fokus utama pada generasi ini. Chipset ini diklaim mampu meningkatkan performa hingga 12 persen sekaligus menekan konsumsi daya hingga 25 persen dibandingkan Exynos 2600. Jika klaim ini terbukti, pengguna dapat merasakan perangkat yang lebih cepat sekaligus lebih hemat baterai dalam penggunaan sehari-hari.

Kemunculan Exynos 2700 di situs Geekbench menjadi indikasi kuat bahwa pengembangannya sudah memasuki fase akhir. Biasanya, tahap ini merupakan bagian dari proses pengujian intensif sebelum chipset diproduksi secara massal. Hal ini juga menandakan bahwa kehadiran seri Galaxy S27 kemungkinan tidak akan lama lagi.

Meski demikian, Samsung masih belum memberikan konfirmasi resmi terkait chipset ini. Namun, jika melihat bocoran yang beredar, Exynos 2700 berpotensi membawa peningkatan signifikan dari sisi performa dan efisiensi. Kombinasi CPU, GPU, dan fabrikasi terbaru membuat chipset ini layak dinantikan sebagai fondasi utama bagi smartphone flagship Samsung berikutnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Latest in Tech

See More