Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Sony Hentikan Penjualan Kartu Memori, Dampak Krisis Global

Sony Hentikan Penjualan Kartu Memori, Dampak Krisis Global
ilustrasi Memory Card Sony (Unsplash/Amjith)
Intinya Sih
  • Sony resmi menghentikan sementara penjualan dan pemesanan sebagian besar kartu memori mulai 27 Maret 2026 akibat tekanan krisis semikonduktor global yang belum mereda.
  • Kelangkaan chip, kekurangan helium, serta lonjakan kebutuhan industri AI membuat pasokan komponen seperti NAND flash dan DRAM semakin terbatas untuk produk konsumen.
  • Kebijakan ini berdampak besar bagi fotografer dan kreator konten yang bergantung pada kartu berkecepatan tinggi, dengan potensi kenaikan harga serta pergeseran ke merek atau solusi penyimpanan lain.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Industri teknologi global kembali menunjukkan betapa rapuhnya rantai pasok di balik perangkat yang kita gunakan sehari-hari. Di balik produk sederhana seperti kartu memori, ternyata ada jaringan produksi yang kompleks dan sangat bergantung pada ketersediaan komponen tertentu.

Situasi ini kini mulai terasa nyata bagi konsumen. Sony secara resmi menghentikan sementara penjualan dan pemesanan sebagian besar kartu memori mereka, sebuah langkah yang mencerminkan tekanan besar dari krisis semikonduktor global yang masih berlangsung hingga saat ini.

“Karena kelangkaan global semikonduktor khususnya memori, pasokan diperkirakan tidak akan mampu memenuhi permintaan dalam waktu dekat,” tulis Sony dalam pernyataan resminya, dikutip dari situs Tom's Hardware.

Sony hentikan penjualan kartu memori mulai Maret 2026

Sony mengumumkan penghentian penerimaan pesanan untuk hampir seluruh lini kartu memori mereka, termasuk CFexpress dan SD card, mulai 27 Maret 2026. Kebijakan ini berlaku baik untuk distributor resmi maupun pembelian langsung melalui Sony Store. Artinya, untuk sementara waktu, konsumen tidak lagi bisa memesan sebagian besar produk kartu memori Sony secara resmi.

Langkah ini tergolong cukup ekstrem, karena biasanya perusahaan hanya menaikkan harga atau memperpanjang waktu pengiriman. Namun dalam kasus ini, Sony memilih menghentikan pemesanan sepenuhnya.

Penyebab utama: krisis semikonduktor dan faktor global

arun-prakash-JxzskHfst9Q-unsplash.jpg
ilustrasi Memory Card Sony (Unsplash/Arun Prakash)

Keputusan Sony tidak lepas dari krisis pasokan semikonduktor yang masih terjadi secara global. Perusahaan menyebut bahwa pasokan memori solid-state saat ini tidak mampu memenuhi permintaan pasar dalam waktu dekat. Selain itu, ada faktor lain yang ikut memperparah kondisi, seperti kekurangan helium yang digunakan dalam proses produksi chip.

Di sisi lain, lonjakan kebutuhan industri AI juga disebut menyerap banyak pasokan komponen seperti NAND flash dan DRAM, sehingga ketersediaan untuk produk konsumen menjadi semakin terbatas.

Dampak dari kebijakan ini tidak hanya terasa di satu segmen saja, tetapi hampir di seluruh lini produk kartu memori Sony. Mulai dari kartu CFexpress Type A dan Type B, hingga kartu SD kelas atas seperti seri TOUGH, semuanya masuk dalam daftar penghentian sementara. Bahkan beberapa kartu SD kelas menengah hingga bawah juga ikut terdampak.

Meski begitu, masih ada beberapa model tertentu yang tetap diproduksi dalam jumlah terbatas. Namun, ketersediaannya kemungkinan hanya bertahan selama stok di pasar masih ada.

Dampaknya bagi fotografer dan industri kreatif

Kebijakan ini berpotensi memberikan dampak cukup besar, terutama bagi fotografer profesional dan kreator konten yang sangat bergantung pada kartu memori berperforma tinggi.

Kartu seperti CFexpress biasanya digunakan untuk kamera profesional dengan kebutuhan transfer data cepat, seperti fotografi olahraga atau produksi video resolusi tinggi. Ketika pasokannya terganggu, harga bisa naik dan ketersediaan menjadi terbatas. Situasi ini juga bisa memicu pergeseran ke brand lain atau mempercepat adopsi alternatif penyimpanan lain di industri kreatif.

Sony menyebut bahwa penghentian ini bersifat sementara dan akan terus dipantau berdasarkan kondisi pasokan global. Namun, hingga saat ini belum ada kepastian kapan penjualan akan kembali dibuka. Hal ini menunjukkan bahwa krisis semikonduktor masih menjadi tantangan besar yang belum sepenuhnya teratasi.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa di balik perangkat kecil seperti kartu memori, ada dinamika global yang bisa memengaruhi seluruh industri teknologi.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Latest in Tech

See More