Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Tanda Dispenser Air Waktunya Diservis, Jangan Sampai Rusak
ilustrasi dispenser (freepik.com/DC Studio)
  • Artikel menyoroti pentingnya mengenali tanda-tanda awal kerusakan dispenser air agar tidak terlambat melakukan servis dan menjaga kualitas air minum tetap higienis.
  • Lima gejala utama dijelaskan, seperti suhu air yang berubah, suara berisik, bau atau rasa aneh, kebocoran, hingga lampu indikator bermasalah sebagai sinyal perlunya perawatan.
  • Penulis menekankan bahwa servis rutin lebih hemat dan aman dibanding menunggu kerusakan total yang bisa memengaruhi kenyamanan serta keamanan penggunaan sehari-hari.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Dispenser air biasanya menjadi peralatan yang paling jarang diperhatikan di rumah. Selama air masih keluar dan lampu indikator menyala, kamu mungkin merasa semuanya baik-baik saja. Padahal, alat ini bekerja setiap hari untuk menyediakan air panas maupun dingin yang kamu konsumsi. Jika kondisinya mulai menurun, dampaknya bukan hanya pada kenyamanan, tetapi juga pada kebersihan air minum. Supaya gak telat menyadarinya, ada beberapa tanda yang perlu kamu perhatikan.

Merawat dispenser bukan perkara ribet, hanya saja biasanya kita menunda sampai benar-benar bermasalah. Bunyi aneh, suhu yang berubah, atau air yang terasa berbeda bisa jadi sinyal awal. Jangan sampai kamu baru bertindak ketika dispenser benar-benar mati total. Servis rutin justru lebih hemat dibandingkan dengan harus membeli baru. Yuk, cek tanda dispenser air waktunya diservis agar tak rusak duluan!

1. Air gak lagi panas atau dingin maksimal

ilustrasi dispenser (freepik.com/DC Studio)

Salah satu fungsi utama dispenser adalah menyediakan air panas dan dingin sesuai kebutuhan. Kalau kamu mulai merasa air panasnya hanya hangat atau air dinginnya gak lagi segar, itu tanda yang gak boleh diabaikan. Perubahan suhu ini biasanya terjadi karena komponen pemanas atau pendinginnya mulai melemah. Kinerja mesin yang menurun akan membuat proses pemanasan atau pendinginan jadi lebih lama. Akhirnya, kamu harus menunggu lebih lama hanya untuk membuat kopi atau menikmati air dingin.

Kondisi ini sering dianggap sepele karena dispenser masih bisa mengalirkan air. Padahal, jika dibiarkan, kerusakan bisa merembet ke bagian lain. Konsumsi listrik juga bisa meningkat karena mesin bekerja lebih keras dari biasanya. Daripada tagihan naik tanpa kamu sadari, lebih baik segera lakukan pengecekan. Servis ringan biasanya sudah cukup untuk mengembalikan performanya.

2. Muncul suara berisik yang gak biasa

ilustrasi dispenser (unsplash.com/RephiLe water)

Dispenser normalnya hanya mengeluarkan suara halus saat proses pemanasan atau pendinginan. Kalau tiba-tiba terdengar bunyi dengung keras, getaran berlebih, atau suara seperti mendidih terus-menerus, kamu perlu waspada. Suara tersebut bisa berasal dari kompresor atau elemen pemanas yang bermasalah. Mesin yang bekerja terlalu keras biasanya memberi 'kode' lewat suara. Ini cara sederhana alat memberi tahu bahwa ada yang gak beres.

Suara berisik juga bisa mengganggu kenyamanan, apalagi jika dispenser diletakkan di ruang keluarga atau dekat kamar tidur. Kamu mungkin merasa terganggu saat malam hari karena bunyinya lebih jelas terdengar. Jangan menunggu sampai suara itu berubah menjadi bau terbakar atau mati mendadak. Pemeriksaan lebih awal bisa mencegah kerusakan yang lebih serius. Ingat, alat elektronik jarang rusak tanpa tanda.

3. Air mengeluarkan bau atau rasa berbeda

ilustrasi dispenser air (pexels.com/RDNE Stock project)

Air minum seharusnya gak berbau dan gak memiliki rasa aneh. Jika kamu mulai mencium aroma gak sedap atau merasakan perbedaan rasa, jangan langsung menyalahkan galonnya. Bisa jadi bagian dalam dispenser sudah kotor atau terdapat endapan yang menumpuk. Tangki air yang jarang dibersihkan memang rentan menjadi tempat berkembangnya kotoran. Hal ini tentu gak baik untuk kesehatan.

Kamu perlu segera membersihkan atau menyervis bagian dalam dispenser. Endapan mineral dan lumut tipis kadang gak terlihat dari luar. Jika dibiarkan, kualitas air minum di rumah jadi gak terjamin. Daripada mengambil risiko, lebih baik lakukan pengecekan rutin setiap beberapa bulan. Air yang bersih dan segar adalah kebutuhan dasar yang gak boleh ditawar.

4. Terdapat kebocoran atau tetesan air terus-menerus

ilustrasi galon dan dispenser (freepik.com/DC Studio)

Genangan kecil di bawah dispenser biasanya dianggap tumpahan biasa. Namun, jika kamu melihat tetesan air muncul terus-menerus tanpa sebab jelas, itu bisa jadi tanda kebocoran. Seal karet atau sambungan pipa di dalamnya mungkin sudah aus. Kebocoran kecil yang dibiarkan bisa merusak lantai atau membuat area sekitar jadi lembap. Selain itu, risiko korsleting listrik juga meningkat jika air mengenai komponen elektronik.

Kebocoran juga membuat penggunaan air jadi gak efisien. Kamu mungkin harus lebih sering mengganti galon karena air terbuang perlahan. Situasi ini jelas merugikan dalam jangka panjang. Segera matikan dispenser dan periksa sumber kebocorannya. Servis sederhana biasanya cukup untuk mengganti bagian yang aus tanpa perlu membeli unit baru.

5. Lampu indikator bermasalah atau sering mati sendiri

ilustrasi saringan air galon (freepik.com/freepik)

Lampu indikator pada dispenser bukan sekadar hiasan. Fungsinya memberi tahu apakah proses pemanasan atau pendinginan sedang berlangsung. Jika lampu sering mati sendiri, berkedip gak wajar, atau gak menyala sama sekali, itu bisa jadi tanda gangguan kelistrikan. Masalah ini gak boleh dianggap remeh karena berkaitan dengan keamanan. Sistem listrik yang gak stabil berisiko merusak komponen lain.

Selain itu, dispenser yang sering mati sendiri akan mengganggu aktivitas harianmu. Bayangkan saat kamu buru-buru ingin membuat minuman hangat, ternyata airnya belum panas karena mesin mati mendadak. Situasi seperti ini tentu menyebalkan. Sebelum kerusakan semakin parah, lebih baik segera panggil teknisi. Tindakan cepat bisa memperpanjang usia pakai dispenser di rumahmu.

Dispenser air memang terlihat sederhana, tetapi perannya cukup penting dalam keseharian. Kamu mengandalkannya untuk minum, memasak, bahkan menyiapkan minuman untuk tamu. Mengenali tanda-tanda dispenser air waktunya diservis adalah langkah bijak agar gak menyesal kemudian. Jangan tunggu sampai alat benar-benar berhenti berfungsi. Kalau sudah muncul satu atau dua tanda di atas, mungkin ini saatnya kamu menjadwalkan servis.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team