Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Google Perkenalkan Dreambeans, Solusi Kebiasaan Doomscrolling

Google Perkenalkan Dreambeans, Solusi Kebiasaan Doomscrolling
Dreambeans dari Google Labs (labs.google)
Intinya Sih
  • Google Labs memperkenalkan Dreambeans, aplikasi AI eksperimental yang merangkum informasi digital pengguna menjadi cerita harian personal untuk membantu mengurangi kebiasaan doomscrolling.
  • Dreambeans menggunakan sistem Personal Intelligence dan model Nano Banana 2 untuk menciptakan cerita dengan ilustrasi visual unik serta rekomendasi aktivitas relevan sesuai minat dan jadwal pengguna.
  • Aplikasi ini menekankan keamanan privasi tinggi, hanya dapat diakses oleh pemilik akun, dan saat ini masih dalam tahap uji coba terbatas bagi pelanggan Google AI Ultra di AS.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Kehadiran era digital sering kali membuat kita terjebak dalam pusaran informasi yang tiada henti. Google Labs kini menghadirkan inovasi eksperimental terbaru bernama Dreambeans untuk mengatasi masalah tersebut. Aplikasi pintar ini siap merangkum berbagai informasi penting menjadi kumpulan cerita harian yang personal.

Kehadiran aplikasi ini membawa angin segar bagi pengguna yang kelelahan menghadapi kebiasaan doomscrolling di layar ponsel. Sistem kecerdasan buatan (AI) di dalamnya akan menyajikan inspirasi segar setiap pagi agar kamu bisa lebih fokus menjalani aktivitas dunia nyata. Yuk, simak berbagai fitur menarik dari Dreambeans buatan Google Labs ini!

1. Arti nama dan cara kerja Dreambeans

Penamaan aplikasi ini ternyata memiliki filosofi unik yang mewakili cara kerjanya secara keseluruhan. Kata "dream" atau mimpi merujuk pada proses sistem yang bekerja semalaman untuk mencari makna dari tumpukan data pengguna. Sementara itu, kata "beans" diibaratkan seperti seduhan kopi segar yang merangkum semua informasi tersebut menjadi cerita pagi harian.

Aplikasi ini beroperasi menggunakan sistem AI bernama Personal Intelligence untuk membaca kebiasaan digital harianmu. Sistem akan menarik data dari berbagai layanan terhubung seperti riwayat pencarian, kalender, Gmail, hingga YouTube. Pengguna diwajibkan untuk menautkan setidaknya satu layanan agar sistem bisa mulai meracik cerita personal tersebut.

Kumpulan cerita yang disajikan setiap hari sengaja dibuat dalam jumlah terbatas. Pengguna biasanya hanya akan menerima sekitar 10 hingga 14 cerita agar tidak kembali terjebak menatap layar berlama-lama. Pendekatan ini memastikan setiap informasi yang tampil benar-benar relevan dengan minat atau jadwal kegiatanmu.

Kamu bisa menemukan berbagai rekomendasi menarik mulai dari tempat nongkrong baru hingga kelas hobi. Sistem bahkan bisa membaca jadwal kedatangan teman dari kalender lalu menyarankan lokasi restoran terdekat yang sesuai. Rekomendasi dirancang untuk memicu ide baru yang bisa kamu terapkan di dunia nyata.

2. Dreambeans juga bisa menghasilkan ilustrasi visual menarik

tampilan Dreambeans
tampilan Dreambeans (labs.google)

Setiap cerita harian tidak hanya memuat teks biasa, tetapi juga dilengkapi dengan ilustrasi visual yang menawan. Google memanfaatkan model AI bernama Nano Banana 2 untuk menciptakan gambar pendukung yang jauh dari kesan generik. Ilustrasi ini bahkan bisa menampilkan wajah orang terdekat jika kamu mengaktifkan fitur pengelompokan wajah di Google Photos.

Pengguna juga diberikan kebebasan untuk merespons setiap cerita yang muncul di layar. Jika sebuah informasi dirasa kurang akurat, kamu cukup menekan tombol tidak suka untuk memberikan sinyal perbaikan. Masukan ini akan langsung diproses semalaman agar kualitas cerita di keesokan harinya menjadi jauh lebih baik.

Selain itu, tersedia opsi obrolan singkat untuk memberikan instruksi spesifik kepada sistem AI tersebut. Kamu bisa memberi tahu aplikasi jika baru saja memulai hobi baru agar topik tersebut masuk dalam rekomendasi selanjutnya. Fitur penyesuaian ini menjamin relevansi konten yang selalu sejalan dengan perubahan gaya hidup pengguna.

Beberapa cerita juga dilengkapi dengan tombol aksi cepat untuk memudahkan pengguna mengambil langkah nyata. Contoh sederhananya adalah tombol khusus untuk melihat tiket pesanan atau memutar cuplikan film terbaru. Kamu juga bisa menyimpan cerita paling menarik ke dalam daftar favorit untuk dibaca ulang di waktu senggang.

3. Keamanan privasi dan ketersediaan Dreambeans

tampilan Dreambeans
tampilan Dreambeans (labs.google)

Mengingat aplikasi ini mengelola data personal, standar keamanan privasi yang diterapkan cukup ketat. Seluruh cerita harian yang dihasilkan hanya bisa diakses dan dilihat oleh pengguna akun itu sendiri. Kamu berhak menentukan layanan mana saja yang boleh ditautkan ke dalam sistem.

Pengaturan izin di aplikasi ini berjalan secara independen dan tidak saling tumpang tindih. Segala bentuk modifikasi akses yang kamu lakukan tidak akan memengaruhi kinerja fitur AI Google lainnya, seperti Gemini atau AI Mode. Pengguna bahkan bisa menghapus seluruh riwayat data secara permanen kapan saja melalui menu profil.

Saat ini, Dreambeans masih dalam tahap uji coba terbatas. Aksesnya baru dibuka secara eksklusif untuk pelanggan Google AI Ultra berusia 18 tahun ke atas di Amerika Serikat (AS). Namun, jika tertarik, kamu bisa mendaftarkan diri ke dalam daftar tunggu resmi di laman Google Labs.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika

Related Articles

See More