Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Game FPS yang Mencoba Meniru Call of Duty

4 min read
5 Game FPS yang Mencoba Meniru Call of Duty
XDefiant (dok. Ubisoft)
  • Call of Duty mendominasi genre FPS hampir dua dekade, mendorong studio indie hingga besar menghadirkan game bergaya serupa dengan hasil yang beragam.

  • Battlefield mengadopsi map lebih kecil dan tempo cepat sejak Bad Company 2, tetapi seri-seri berikutnya tetap belum mampu menggeser popularitas Call of Duty.

  • XDefiant dan Battalion 1944 meredup akibat pembaruan serta dukungan yang lemah, sementara Combat Master masih diperbarui dan menawarkan alternatif ringan untuk PC terbatas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Selama hampir dua dekade, Call of Duty bertahan sebagai raja game FPS. Setiap tahun, seri ini hadir dengan rekor penjualan baru dan jutaan pemain yang terus kembali memainkannya. Posisi sedominan itu wajar jika mengundang banyak peniru. Sebagian besar datang dari studio indie yang membidik komunitas pemain yang lebih kecil, namun tidak sedikit pula studio besar yang ikut mencoba mengambil peruntungan. Hasilnya sendiri beragam, di mana ada yang meredup cepat dan ada pula yang berhasil bertahan dengan caranya sendiri. Berikut beberapa diantaranya.

  1. 1. Battlefield

    ss_d1760577af2328ae8a21a2b66760baddd0eba015.1920x1080.jpg
    Battlefield 6 (dok. Battlefield Studios)

    Battlefield menjadi seri game yang paling sering dibandingkan dengan Call of Duty karena sama-sama bergaya arcade dan mengambil latar yang mirip. Padahal di awal kemunculannya, keduanya terasa sangat berbeda. Battlefield menawarkan perang berskala besar dengan lingkungan sekitar yang bisa dihancurkan dan tema yang lebih berani. Perubahan mulai terasa lewat Battlefield: Bad Company 2 yang rilis pada 2010, di mana game tersebut memperkenalkan map lebih kecil dan tempo yang lebih cepat, sehingga mirip dengan Black Ops dan Modern Warfare 2. Meski dipuji banyak kritikus, kesuksesannya tetap tidak mampu menggeser Call of Duty. Game-game berikutnya seperti Battlefield 3, Battlefield V dan Battlefield 6 juga mengadopsi fitur serupa dengan hasil yang bervariasi.

  2. 2. XDefiant

    XDefiant garapan Ubisoft mungkin jadi game kloningan Call of Duty yang paling terkenal sekaligus paling dikenang karena kegagalannya. Game FPS dengan latar modern ini digarap oleh mantan pengembang Call of Duty dan menargetkan pemain yang jenuh dengan seri Call of Duty yang rilis game baru tiap tahunnya. Setelah bertahun-tahun pengembangan dan berbagai uji coba beta, game free-to-play ini akhirnya resmi meluncur pada Mei 2024. Game ini sedikit mengingatkan pada Black Ops 2, lengkap dengan banyaknya senjata, mode dan map. Sayangnya, netcode yang bermasalah, update yang tidak konsisten dan pilihan item kosmetik yang minim membuat pemain berhenti memainkannya. Meski gratis, jumlah pemainnya terus menyusut hingga Ubisoft akhirnya mematikan server-nya.

  3. 3. Battalion 1944

    ss_d1ef165d77abff4d208918693e81e25f0af8f80a.1920x1080.jpg
    Battalion 1944 (dok. BULKHEAD)

    Kebanyakan game peniru Call of Duty memilih latar modern atau futuristik karena lebih banyak disukai pemain. Nah, Battalion 1944 justru mengambil arah sebaliknya, di mana pada game rilisan 2019 ini, pemain diajak kembali ke Perang Dunia II seperti diajak bernostalgia dengan game-game awal Call of Duty. Game ini cukup diterima dengan baik oleh para pemain maupun kritikus, berkat tempo gameplay-nya yang cepat dan berbagai mode permainan modern untuk dinikmati. Masalahnya, Bulkhead selaku studio pengembang kesulitan merilis pembaruan secara konsisten, sehingga game ini kalah bersaing ketika Call of Duty Warzone naik daun pada 2020. Kini, game ini masih bisa dimainkan di PC dengan nama Battalion: Legacy, namun pengalaman bermainnya tidak seseru ketika masih berjaya.

  4. 4. Homefront

    Homefront sempat populer di awal, lalu perlahan ditinggalkan setelah pemain sadar bahwa game-game Call of Duty menawarkan pengalaman bermain yang lebih baik. Game rilisan 2011 ini masih bisa dimainkan di PC pada 2026 dan Kaos Studios bahkan masih aktif menambahkan konten baru. Namun, mencari match multiplayer yang aktif hampir mustahil, karena kekuatan utama game ini sebenarnya ada pada mode campaign-nya yang berlatar di 2027, ketika Amerika Serikat diduduki pasukan militer asing. Ceritanya memang tidak revolusioner, namun adegan aksi dengan kendaraan menyajikan banyak momen seru dan berkesan. Di sisi lain, mode multiplayer-nya terbilang generik dan kalah jauh jika dibandingkan game Call of Duty yang paling buruk sekalipun.

  5. 5. Combat Master

    ss_c018c3aba29933d57adac3fc77357d3b090411cf.1920x1080.jpg
    Combat Master (dok. Alfa Bravo)

    Bagi yang mencari game tiruan Call of Duty terbaik di 2026, Combat Master layak disebut. Game ini hampir menyalin game-game modern Call of Duty secara utuh, sehingga jangan harap ada sesuatu yang revolusioner atau baru. Map, senjata dan sistem geraknya memang original, namun inti gameplay-nya terasa sangat mirip dengan Call of Duty. Beberapa bagian yang paling mirip mencakup Battle Pass, menu loadout dengan attachment dan semua mode permainan. Selain itu, ada pula sedikit inspirasi dari Counter-Strike: Global Offensive lewat senjata jarak dekat seperti pisau kupu-kupu. Meski terlihat sangat menjiplak, game ini tetap memiliki keunggulan yaitu ringan di PC dengan spesifikasi yang terbatas, masih rutin diperbarui dan menawarkan pengalaman bermain yang cukup seru, terutama ketika mabar dengan teman.

    Itulah tadi ulasan mengenai beberapa game FPS yang mencoba meniru Call of Duty. Tertarik menjajal salah satu game di atas?

Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More